Jakarta, IDN Times - Timnas Inggris bersiap melakoni laga krusial demi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Di atas kertas, bagi skuad Three Lions, duel ini merupakan pembuktian taktik dan ambisi besar untuk melangkah lebih jauh di turnamen sepak bola terakbar jagat raya ini.
Namun, bagi publik Republik Demokratik Kongo, duel 90 menit di Mercedes-Benz Stadium, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB, memiliki arti yang jauh lebih masif dari sekadar papan skor. Pertandingan ini juga mengungkit kembali atensi publik terhadap catatan sejarah masa lalu yang melibatkan hubungan kedua negara.
Bagi Republik Demokratik (DR) Kongo, dinamika sejarah mencatat adanya peristiwa politik masa lampau yang membekas, salah satunya adalah gugurnya pahlawan nasional mereka, Patrice Lumumba, pada tahun 1961.
Dokumen sejarah dari The Guardian dan investigasi sejarawan Ludo De Witte mencatat, selain keterlibatan Belgia dan CIA, klaim keterlibatan agen MI6 Inggris dalam konspirasi tersebut juga sempat mencuat ke publik, memicu sentimen anti-kolonial yang panjang di bumi Kongo.
Narasi historis inilah yang kembali mencuat ke permukaan dan mewarnai atmosfer menjelang bentrokan kedua tim dalam perebutan tiket 16 besar Piala Dunia 2026.
