BWF Ubah Format Super 1000 Jadi 11 Hari, PBSI Beri Respons

- PBSI merespons perubahan sistem di ajang Super 1000 BWF
- Indonesia siap menjalani format baru demi mendukung pengembangan bulutangkis dunia
- BWF menetapkan penambahan jumlah peserta nomor tunggal dan durasi turnamen yang lebih panjang
Jakarta, IDN Times - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) merespons beberapa perubahan yang ditetapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Mulai musim 2027, ajang World Tour level Super 1000 akan berlangsung selama 11 hari.
Kebijakan ini berdampak langsung pada Indonesia Open, salah satu turnamen bulutangkis paling bergengsi di kalender BWF World Tour.
Kepala Bidang Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, menegaskan Indonesia siap menjalani format baru tersebut sebagai bagian dari komitmen mendukung pengembangan bulutangkis dunia.
1. Akui akan ada dampak operasional

Bambang Roedyanto mengakui, perubahan durasi dari enam menjadi 11 hari akan berdampak pada penyelenggaraan. Biaya operasional dipastikan meningkat seiring waktu pelaksanaan yang lebih panjang.
“Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang,” kata Bambang Roedyanto dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, PBSI menilai kebijakan ini sebagai investasi jangka panjang demi menjaga posisi Indonesia Open sebagai turnamen elite dunia.
“Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” beber sosok yang akrab disapa Rudy tersebut.
2. Berdampak baik pada kualitas permainan

Selain perubahan durasi, BWF juga menetapkan penambahan jumlah peserta nomor tunggal, dari semula 32 menjadi 48 pemain yang jadi kontestan ajang Super 1000.
Hal itu disambut positif Rudy. Menurutnya, kebijakan itu membuka peluang lebih luas bagi atlet tampil di level tertinggi.
“Jumlah peserta nomor tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi,” kata Rudy.
“Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” sambung dia.
PBSI juga menilai, durasi turnamen yang lebih panjang memberi keuntungan dari sisi kebugaran dan pemulihan atlet. Dengan jadwal yang lebih longgar dan penggunaan dua lapangan pertandingan, kualitas laga diyakini meningkat.
“Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya mengunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” kata Rudy.
3. Akan memunculkan sportainment

PBSI memastikan Indonesia Open akan dikemas dengan pendekatan sportainment. Konsep ini menggabungkan kompetisi olahraga dengan unsur hiburan guna meningkatkan pengalaman penonton.
“Dengan durasi yang lebih panjang, penyelenggaraan Indonesia Open memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan.,” kata Rudy.
“Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” lanjut dia.

















