Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSG Juara Liga Champions 2025/26: Ada Rekor Besar yang Diukir
Paris Saint-Germain melaju ke semifinal Liga Champions usai bungkam Liverpool secara agregat 4-0. (AFP/Franck Fife)
  • PSG menjuarai Liga Champions 2025/26 usai mengalahkan Arsenal di final, meraih trofi Eropa pertama mereka dan menyamai rekor 45 gol Barcelona musim 1999/2000.
  • Strategi Luis Enrique serta duet Kvaratskhelia–Dembélé menjadi kunci produktivitas PSG, dengan kontribusi merata dari seluruh pemain termasuk Vitinha dan Desire Doue.
  • Sebanyak 10 gol PSG berasal dari pemain cadangan, mencetak rekor baru efektivitas skuad dan menjadikan musim ini salah satu yang paling ofensif dalam sejarah Liga Champions.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Paris Saint-Germain (PSG) juara Liga Champions 2025/26 bukan sekadar soal gelar. Klub asal Prancis itu menutup musim dengan rangkaian rekor yang jarang terjadi di kompetisi sekelas Liga Champions UEFA.

Kemenangan atas Arsenal dalam laga final di Budapest pada Sabtu (31/5/2026), menjadi penanda sejarah baru bagi Paris Saint-Germain di bawah asuhan Luis Enrique.

Lebih dari sekadar trofi, musim ini menjadi panggung lahirnya dominasi baru di Eropa.

1. PSG juara Liga Champions 2025/26 sekaligus samai rekor 45 gol Barcelona

PSG memastikan gelar Liga Champions 2025/26 setelah menaklukkan Arsenal di partai final.

Gelar ini menjadi trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub, sekaligus mengakhiri penantian panjang mereka di level Eropa.

Tidak hanya itu, PSG juga mencatat 45 gol sepanjang turnamen.

Jumlah tersebut membuat mereka menyamai rekor Barcelona musim 1999/00 yang sudah bertahan selama 26 tahun.

Rekor itu kembali disamai setelah PSG mencetak gol tambahan di laga final, yang mengunci total 45 gol di akhir kompetisi.

2. Luis Enrique dan Duet Kvaratskhelia–Dembele jadi kunci produktivitas

Kesuksesan PSG juara Liga Champions 2026 tidak lepas dari racikan strategi Luis Enrique.

Menariknya, Enrique punya keterikatan sejarah dengan rekor yang ia samai. Ia pernah menjadi bagian skuad Barcelona saat mencetak 45 gol pada musim 1999/2000.

Di atas lapangan, PSG tampil sangat merata dalam urusan mencetak gol.

Khvicha Kvaratskhelia menjadi top skor tim dengan 10 gol, disusul Ousmane Dembélé dengan 8 gol.

Sementara itu, Vitinha dan Desire Doue juga memberi kontribusi penting dengan total gol yang stabil sepanjang turnamen.

Distribusi gol yang seimbang membuat PSG tidak bergantung pada satu pemain saja.

3. Sebayak 10 gol dari pemain cadangan dan rekor produktivitas Liga Champions

Selain rekor utama, PSG juga mencetak sejarah baru dalam efektivitas skuad. Sebanyak 10 gol PSG di Liga Champions 2025/26 berasal dari pemain pengganti.

Angka ini menjadi rekor baru sepanjang sejarah kompetisi, melampaui catatan lama Kaiserslautern. Tidak hanya PSG, Bayern Muenchen juga mencuri perhatian dengan 43 gol hingga semifinal.

Untuk pertama kalinya, dua tim berbeda sama-sama menembus lebih dari 40 gol dalam satu musim Liga Champions.

PSG menutup musim dengan 45 gol, sementara Bayern Munich mengoleksi 43 gol.

Kombinasi dua tim produktif ini menjadikan musim 2025/26 sebagai salah satu yang paling ofensif dalam sejarah Liga Champions UEFA.

Editorial Team

Related Article