Rapor Mengilap Jepang Jelang Piala Dunia 2026, Inggris-Brasil Jadi Korban

- Jepang tampil garang jelang Piala Dunia 2026 dengan lima kemenangan beruntun, termasuk menumbangkan Inggris 1-0 di Wembley dan Brasil 3-2 di Ajinomoto Stadium.
- Pelatih Hajime Moriyasu puas dengan performa timnya namun menyoroti penyelesaian akhir dan konsentrasi pertahanan yang masih perlu diperbaiki sebelum tampil di Piala Dunia.
- Skuad Jepang dinilai memiliki kedalaman merata antara pemain inti dan cadangan, siap bersaing di Grup F bersama Belanda, Swedia, serta Tunisia pada Piala Dunia 2026.
Jakarta, IDN Times - Jepang memamerkan keganasannya jelang Piala Dunia 2026. Mereka berhasil membukukan lima kemenangan beruntun, bahkan mampu mempermalukan tiga raksasa Eropa.
Inggris menjadi korban terbaru. Melawat ke Wembley Stadium, pasukan Hajime Moriyasu menang tipis 1-0 atas runner-up Euro 2024 tersebut, pada Rabu (1/4/2026).
Kemenangan Samurai Biru lahir berkat gol tunggal Kaoru Mitoma pada menit 23. Soliditas mereka membuat The Three Lions yang mencatat 75 persen penguasaan bola frustrasi.
1. Brasil juga jadi korban Jepang

Sebelum Inggris, Brasil menjadi raksasa lain yang berhasil dipermalukan Jepang. Samurai Biru menang dengan skor 3-2, saat menjamu Tim Samba di Ajinomoto Stadium, pada Oktober 2025 lalu.
Kemenangan itu menjadi titik balik bagi Zion Suzuki dan kawan-kawan setelah gagal menang dalam tiga laga beruntun. Setelah Brasil, Jepang mampu membungkam Ghana, Bolivia, Skotlandia, juga Inggris dengan catatan clean sheet.
Khusus buat tim Eropa, Jepang bahkan gak pernah kalah sejak 2019 lalu. Paling mentok, Jepang diimbangi Kroasia 1-1 dalam waktu normal.
2. Moriyasu puas, tapi masih ada yang perlu dibenahi

Moriyasu mengaku puas atas performa anak-anak asuhnya dalam mengukir rapor mengilap tersebut. Namun, ada beberapa aspek yang menurutnya masih harus ditingkatkan.
Seperti saat melawan Inggris, Jepang sempat menyia-nyiakan sejumlah peluang emas. Hal ini tidak boleh terulang di Piala Dunia, karena berpotensi dihukum tim lawan.
Aspek pertahanan dinilai solid, tetapi masih harus meminimalisir kesalahan. Jepang tak boleh sering membiarkan lawan leluasa untuk mendapatkan momentum mencetak gol.
"Di pertandingan melawan Inggris, kami memiliki peluang untuk mencetak gol kedua dan harus lebih tegas dalam memaksimalkan momen tersebut. Meskipun mencatatkan clean sheet, kami menghadapi banyak situasi berbahaya, dan mengurangi hal itu juga menjadi sesuatu yang harus dibenahi ke depannya," kata Moriyasu di laman resmi JFA.
3. Siapa lawan Jepang di Piala Dunia 2026?

Moriyasu juga mengklaim, Jepang memiliki kedalaman skuad yang baik. Baik para pemain di starting XI maupun bangku cadangan mampu memberikan performa terbaiknya di atas lapangan.
"Para pemain pengganti bisa terhubung dengan pemain inti, beradaptasi dengan situasi, serta menjaga struktur permainan sambil tetap meraih hasil, dan itu kami anggap sebagai salah satu kekuatan kami," ucap Moriyasu.
Tapi, klaim itu harus dibuktikan di Piala Dunia 2026. Apalagi, mereka tergabung di Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia.


















