BSC Young Boys telah merekrut empat pemain pada musim panas 2026. Sebagian besar dari mereka adalah pembelian dari klub-klub di luar Swiss. Kendati demikian, mereka tidak butuh waktu lama untuk dapat mencatatkan menit bermain di Liga Super Swiss 2026/2027. Ini bukti bahwa kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk membantu tim kembali bersaing di papan atas klasemen.
4 Rekrutan BSC Young Boys pada Musim Panas 2026 per 6 Agustus

- Young Boys merekrut empat pemain pada musim panas 2026, mayoritas dari klub luar Swiss, dan para pendatang baru cepat mendapat menit bermain di Liga Super 2026/2027.
- Dominik Pech dipermanenkan dari Slavia Prague seharga Rp52 miliar hingga 2030, sementara kiper berpengalaman Joel Mall datang gratis dari Servette FC dan bersaing dengan Marvin Keller.
- Cedric Zesiger kembali dari Augsburg seharga Rp60 miliar untuk memperkuat pertahanan, sedangkan Isaac Schmidt direkrut dari Leeds United Rp22 miliar namun masih bersaing dengan Lewin Blum.
1. Dominik Pech sebagai pemain pinjaman yang sepakat untuk dipermanenkan
Dominik Pech memilih untuk tinggal lebih lama bersama Young Boys. Ia ditebus dari SK Slavia Prague dengan biaya Rp52 miliar dan menandatangani kontrak hingga 2030. Sebelumnya, ia sudah pernah bermain dengan Young Boys, tetapi sebagai pemain pinjaman pada 2025/2026.
Ia saat itu menunjukkan performa yang cukup memuaskan di bawah asuhan Gerardo Seoane. Ini terlihat dari koleksi 2 gol dan 1 asis di Liga Super 2025/2026. Kedua gol itu dicatatkan saat memainkan pertandingan di kandang sendiri dengan melawan tim kuat, FC Basel dan FC Sion.
Pengalaman ini membuatnya kembali mendapatkan kesempatan pada awal musim keduanya di Young Boys. Ia sudah menjalani dua pertandingan, yakni saat menghadapi FC Sion dan FC Thun di Liga Super 2026/2027. Sayangnya, ia masih belum dipercaya tampil selama 90 menit.
2. Joel Mall memiliki pengalaman panjang bermain di persepakbolaan Swiss
Joel Mall mendarat di Stadion Wankdorf pada 1 Juli 2026. Young Boys memboyongnya secara gratis usai tidak memperpanjang masa bakti bersama Servette FC. Kedatangannya ke tim asal Kota Bern itu untuk melanjutkan kariernya di Swiss, meski harus bersaing dengan pemain lain.
Ini tidaklah mudah untuk mendapat tempat utama di bawah mistar gawang Young Boys pada 2026/2027. Pasalnya, ia tidak lagi muda dengan telah berusia 35 tahun. Selain itu, masih ada kiper andalan, Marvin Keller, yang belum tergeser dari posisinya sebagai pilihan utama pelatih.
Kendati demikian, Joel Mall juga memiliki rekam jejak bermain di Liga Super. Ia tercatat pernah bermain dengan tiga tim berbeda, yaitu FC Aarau, Grasshopper Club Zurich, dan Servette FC. Sementara itu, ia bersama Young Boys sudah bermain pada pekan ke-1 Liga Super 2026/2027.
3. Cedric Zesiger memutuskan mudik untuk kembali membela Young Boys
Cedric Zesiger bergabung ke Young Boys pada 3 Juli 2026. Ia direkrut dari FC Augsburg senilai Rp60 miliar. Menariknya, transfer ini justru menjadi momen pulang kampung ke Young Boys karena dahulu sudah pernah menjadi bagian dari publik Stadion Wankdorf pada 2019—2023.
Cedric Zesiger berposisi bek tengah dengan kedatangannya untuk memperkuat lini belakang. Selain itu, ia juga bakal mengisi kekosongan tempat yang ditinggalkan oleh Tanguy Zoukrou. Ia adalah pilihan yang tepat untuk menempati posisi itu karena mempunyai kualitas cukup baik.
Ini setidaknya terlihat dari pengalaman sebelumnya bersama Young Boys yang tidak sekadar bermain di Liga Super, tetapi juga di kompetisi antarklub Eropa. Ia saat itu menorehkan 6 gol dan 6 asis. Ia memiliki prestasi terbaik dengan berhasil mempersembahkan 3 trofi Liga Super.
4. Isaac Schmidt harus bersaing untuk dapat menjadi pilihan utama
Isaac Schmidt meninggalkan Leeds United untuk menerima pinangan dari Young Boys pada 16 Juli 2026. Biaya untuk mendapatkan tanda tangannya adalah Rp22 miliar. Nominal ini lebih murah ketimbang dana untuk membelinya dari FC St. Gallen yang berada di angka Rp52 miliar.
Ia memulai debut bersama Young Boys dengan membantu memperoleh kemenangan atas FC Sion dan FC Thun. Kedua hasil pertandingan tersebut membawa timnya memuncaki klasemen sementara Liga Super 2026/2027. Namun, ia masih harus berjuang untuk menjadi pemain inti.
Posisinya di dalam tim belum sepenuhnya aman karena masih ada Lewin Blum yang bermain lebih baik. Apalagi, bek kanan berpaspor Swiss itu telah memberikan kontribusi nyata dengan koleksi gol dan asis di Liga Super 2026/2027. Ini membuatnya lebih unggul dari Isaac Schmidt.
Young Boys melakukan evaluasi dengan telah mendatangkan beberapa pemain baru. Mereka diharapkan dapat tampil baik dan membantu tim kembali ke perburuan gelar juara. Namun, apakah cita-cita ini bakal terwujud atau justru gagal?

















