Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Potensi Phoenix Mercury setelah Trade Kelsey Plum, Ngebut ke Playoff?

Potensi Phoenix Mercury setelah Trade Kelsey Plum, Ngebut ke Playoff?
Kelsey Plum, guard Phoenix Mercury, saat melawan Chicago Sky di Wintrust Arena pada 3 Agustus 2026 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. (AFP/Getty Images/Michael Hirschuber)
Intinya Sih
  • Phoenix Mercury merekrut Kelsey Plum dari LA Sparks pada 3 Agustus 2026, melepas Monique Akoa Makani serta pilihan draft putaran pertama 2027 dan kedua 2028.

  • Mercury berada di peringkat 11 dengan rekor 11-19 per Juli 2026, menyisakan 14 pertandingan setelah kehilangan Satou Sabally ke New York Liberty.

  • Plum membentuk trio bersama Alyssa Thomas dan Kahleah Copper; debutnya menghasilkan 20 poin, sementara tim perlu segera membangun chemistry demi mengejar playoff.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pertukaran pemain melibatkan Kelsey Plum dari Los Angeles Sparks ke Phoenix Mercury menjadi kabar populer di WNBA 2026 sejak 3 Agustus lalu. Pemain pilihan pertama WNBA Draft 2017 itu kini diharapkan bisa memberikan dampak instan untuk mendorong tim barunya ke WNBA Playoff. Apalagi, bersama Plum, Mercury jadi punya trio bintang yang disebut-sebut cukup tangguh untuk menghadapi tim mana pun pada sisa musim ini.

1. Phoenix Mercury menjalani musim yang buruk setelah ditinggal Satou Sabally

Phoenix Mercury tak segarang musim-musim sebelumnya. Setelah ditinggal Satou Sabally ke New York Liberty, mereka seolah kehilangan sentuhan. Meski masih diperkuat Alyssa Thomas dan Kahleah Copper, Mercury yang musim lalu berhasil melaju ke final ini justru melempem pada awal musim WNBA 2026.

Thomas dkk bahkan masih betah di peringkat 11 klasemen dengan 11 kemenangan dan 20 kekalahan per 6 Agustus. Mereka terpaut jauh dari posisi aman untuk memastikan tiket ke playoff. Dengan sisa 13 game pada musim reguler, Mercury pun harus segera melakukan perubahan.

Mendatangkan Kelsey Plum pada tengah musim dinilai sebagai keputusan yang tepat bagi Phoenix Mercury. Namun, untuk mendapatkan sang dua kali juara WNBA ini, mereka harus melakukan pengorbanan. Mercury melepas Monique Akoa Makani kepada Los Angeles Sparks berikut hak pilih putaran pertama pada 2027 dan hak pilih putaran kedua pada 2028.

2. Trisula baru yang bisa menjadi wajah utama Phoenix Mercury

Phoenix Mercury punya trisula baru yang patut diwaspadai tim lawan di WNBA 2026. Mereka adalah Alyssa Thomas, Kahleah Copper, dan Kelsey Plum. Ketiganya merupakan pemain elite dunia saat ini.

Thomas, Copper, dan Plum sangat berpengalaman. Masing-masing punya rekor yang mentereng. Mereka lihai dalam mendobrak pertahanan lawan.

Kelsey Plum sendiri sebenarnya sempat dilanda cedera. Namun, performanya saat membela Los Angeles Sparks sangat mengesankan. Plum mampu mengumpulkan rata-rata 20,5 poin, 5,9 assist, dan 2,9 rebound dalam 1,5 musim. Setelah pulih dan debut bersama Mercury di WNBA 2026, Plum juga terbilang wangi dengan mencetak 20 poin. Bahkan, dia menciptakan poin krusial melalui tripoin pada menit akhir yang membuat timnya unggul atas Chicago Sky.

Sementara itu, Alyssa Thomas sudah mengumpulkan rata-rata 15,1 poin, 8,4 assist, dan 7,3 rebound dalam 34 game musim ini. Sebagai seorang point forward, dia tak cuma tajam dalam mencetak poin, tetapi juga mampu berperan sebagai komandan lapangan yang jeli dalam mendistribusikan bola. Sebagai gambaran, pemain bernomor punggung 25 ini merupakan pemegang rekor triple-double terbanyak (27) di WNBA.

Kahleah Copper, di sisi lain, merupakan mesin poin utama Phoenix Mercury. Statistiknya pada 2026 ini mencapai 21 poin, 1,9 assist, dan 3,6 rebound. Ini tidak mengherankan sebab Copper memang berpengalaman menjadi juara WNBA 2021 saat membela Chicago Sky. Dia juga Most Valuable Player (MVP) di Final WNBA musim itu.

3. Kombinasi bintang Phoenix Mercury saat ini akan menjadi kunci mereka ke WNBA Playoff

Kepindahan Kelsey Plum ke Phoenix Mercury bukan kepindahan tanpa tujuan. Di balik pengorbanan yang dilakukan tim, ada target besar yang harus mereka capai. Kombinasi antara Alysa Thomas, Kahleah Copper, dan Kelsey Plum kini diharapkan dapat mengubah permainan Mercury yang cenderung buntu pada awal musim di WNBA 2026.

Plum merupakan seorang ball handler yang andal. Kehadirannya dalam skuad dapat meringankan beban playmaking Thomas. Plum juga dikenal sebagai salah satu clucth player. Dia dapat memancing lawan dan membuka ruang lebih banyak bagi Copper untuk menembak.

Meski begitu, skenario terbaik yang diharapkan atas kedatangan Kelsey Plum juga bisa tidak berjalan mulus. Sebab, ada banyak tantangan yang harus dihadapi Phoenix Mercury. Misalnya persoalan kerja sama. Trisula baru ini akan membutuhkan waktu untuk menemukan chemistry dalam waktu yang sempit. Jika tidak segera terbentuk, pertukaran pemain melibatkan Plum tadi berisiko gagal total. Mungkinkah mereka mengatasinya segera agar bisa benar-benar naik peringkat pada sisa musim WNBA 2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More