Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Rekrutan Termahal Olympique Marseille pada Era Roberto De Zerbi

stadion Olympique Marseille, Stade Velodrome
stadion Olympique Marseille, Stade Velodrome (pixabay.com/Noel_Bauza)
Intinya sih...
  • Igor Paixao (30 juta euro) menjadi pemain termahal kedua dalam sejarah Olympique Marseille
  • Elye Wahi (27 juta euro) gagal berkembang bersama Olympique Marseille
  • Mason Greenwood (26 juta euro) menjadi pemain yang paling diandalkan Roberto De Zerbi di Olympique Marseille
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Roberto De Zerbi dan Olympique Marseille resmi berpisah. Pelatih asal Italia itu memutuskan untuk mundur menyusul kegagalan Marseille di Liga Champions Eropa dan kekalahan telak atas Paris Saint-Germain (PSG) pada pekan 21 Ligue 1 Prancis 2025/2026.

Selama 1,5 tahun (2024–2025) melatih Marseille, ia pernah mendatangkan sejumlah pemain. Beberapa di antaranya datang dengan harga yang mahal. Seperti inilah performa enam pemain termahal yang didatangkan De Zerbi di Marseille.

1. Igor Paixao (30 juta euro) menjadi pemain termahal kedua dalam sejarah Olympique Marseille

Pemain termahal yang didatangkan oleh Roberto De Zerbi di Olympique Marseille adalah Igor Paixao. Winger asal Brasil itu didatangkan dengan nilai 30 juta euro (Rp598 miliar) dari Feyenoord Rotterdam pada musim panas 2025. Angka tersebut membuatnya menjadi pemain termahal kedua dalam sejarah Marseille per 14 Februari 2026. Paixao sendiri tampil cukup impresif di bawah arahan De Zerbi. Ia mencatatkan 9 gol dan 4 assist dari 29 laga.

2. Elye Wahi (27 juta euro) gagal berkembang

Pada musim panas 2024, Roberto De Zerbi mendatangkan seorang penyerang muda dari RC Lens. Dia adalah Elye Wahi yang dibeli seharga 27 juta euro (Rp539 miliar). Pemain asal Prancis itu gagal berkembang bersama Olympique Marseille. Ia hanya mencatat 14 laga, 3 gol, dan 1 assist. Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, Wahi pun dijual pada musim dingin 2025 ke Eintracht Frankfurt.

3. Mason Greenwood (26 juta euro) menjadi pemain yang paling diandalkan Roberto De Zerbi di Olympique Marseille

Pada era Roberto De Zerbi di Olympique Marseille, Mason Greenwood menjadi pemain paling produktif di lini serang. Meski bukan penyerang utama, ia mampu mengancam dari sayap berkat kemampuannya. Ia mencatat 44 gol dan 15 assist dari 68 laga, menjadikannya andalan utama tim. Pemain asal Inggris ini didatangkan dari Manchester United pada musim panas 2024 seharga 26 juta euro (Rp519 miliar).

4. Nayef Aguerd (23 juta euro) menjadi pilar penting di lini belakang

Meski hanya bermain dalam 18 laga, Nayef Aguerd kerap bermain dengan menit bermain yang memuaskan. Ia hanya absen ketika mengalami cedera dan bermain di Piala Afrika 2025. Hal ini menjadi bukti betapa pentingnya pemain asal Maroko ini. Aguerd sendiri dibeli dari West Ham United pada musim panas 2025 dengan banderol 23 juta euro (Rp459 miliar).

5. Amine Gouiri (19 juta euro) tampil cukup tajam dengan mencetak 17 gol

Amine Gouiri didatangkan pada musim dingin 2025 dari Stade Rennes dengan biaya 19 juta euro (Rp379 miliar). Pemain asal Aljazair ini diplot sebagai penyerang utama. Hasilnya, ia mampu tampil tajam dengan mencetak 17 gol dan 6 assist dari 31 laga. Hal inilah yang membuat Roberto De Zerbi lebih memilihnya ketimbang PIerre-Emerick Aubameyang ataupun Neal Maupay.

6. Jonathan Rowe (14,5 juta euro) hanya bertahan setengah musim

Jonathan Rowe pertama kali berseragam Olympique Marseille pada musim panas 2024 sebagai pemain pinjaman dari Norwich City. Pada akhir musim 2024/2025, ia pun dipermanenkan dengan biaya 14,5 juta euro (Rp289 miliar). Akan tetapi, hanya itu musim yang dijalani Rowe di Marseille. Ia mencatat 31 laga, 3 gol, dan 4 assist sebagai winger. Ia dilepas ke Bologna pada musim panas 2025 karena berkonflik dengan Adrien Rabiot.

Walaupun tak menghasilkan gelar juara, permainan Olympique Marseille di bawah asuhan Roberto De Zerbi dianggap cukup memuaskan. Akan tetapi, konflik internal dan menurunnya kepercayaan tim menjadi alasan kuat sang pelatih tak betah dan memilih untuk keluar lebih awal dari Stadion Velodrome.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

5 Penyerang Pantai Gading di Serie A 2025/2026, Ada Jeremie Boga

17 Feb 2026, 06:34 WIBSport