Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rodri Kritik Gaya Bertahan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Kapten Spanyol, Rodri, tampak kecewa gagal memanfaatkan peluang di depan gawang Cape Verde (AFP / Roberto Schmidt)
  • Spanyol ditahan imbang 0-0 oleh Cape Verde di laga pembuka Piala Dunia 2026 meski mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang.
  • Rodri menilai timnya kesulitan membongkar pertahanan rapat Cape Verde serta mengakui penyelesaian akhir menjadi masalah utama La Roja.
  • Cape Verde tampil disiplin dengan blok rendah, membuat Spanyol frustrasi dan gagal mencetak gol meski unggul jauh dalam penguasaan bola.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim Nasional Spanyol memulai langkah di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan. La Roja harus puas ditahan imbang Cape Verde 0-0 dalam duel di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026).

Hasil ini menjadi salah satu kejutan awal turnamen, mengingat Spanyol datang sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Sejak menit awal, Spanyol mendominasi permainan dan menguasai jalannya laga. Namun dominasi tersebut tidak menghasilkan gol.

Rapatnya pertahanan Cape Verde membuat setiap serangan La Roja selalu mentok di area akhir, meski kiper Vozinha tampil luar biasa di bawah mistar.

1. Rodri akui menjalani laga yang sulit

Gelandang Spanyol Rodri mengakui pertandingan berjalan lebih sulit dari perkiraan. Ia menilai timnya sudah siap menghadapi laga ketat, tetapi kesulitan membongkar pertahanan lawan yang sangat rapat.

"Ini bukan hasil yang kami inginkan. Tidak banyak yang bisa disesali. Kami tahu ini adalah pertandingan yang membutuhkan kesabaran,” ujar Rodri, kepada La 1, dikutip Mirror.

Ia menegaskan masalah utama Spanyol terletak pada penyelesaian akhir.

"Mereka bertahan sangat dalam dan cepat turun ke belakang. Kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak mampu menyelesaikannya. Hal positifnya, mereka hampir tidak menciptakan peluang berarti melawan kami. Kami harus memperbaiki penyelesaian akhir," kata pemain Manchester City itu.

2. Kiritk strategi Cape Verde, tapi sukses buat frustrasi

Saat ditanya mengenai pendekatan Cape Verde, Rodri juga melontarkan pandangan kritis namun realistis. Menurutnya, hampir sepenuhnya bertahan sepanjang laga.

Alhasil, ia menyiratkan jika para pemain Spanyol dibuat frustrasi karena lawan tidak memberi ruang transisi sama sekali.

“Begitulah cara mereka bermain. Mereka tidak melewati lini tengah. Ini soal bagaimana kami meningkatkan penyelesaian akhir kami," bebernya.

3. Cape Verde efektif, Spanyol kehabisan ruang

Secara statistik, Cape Verde hanya mencatat enam tembakan sepanjang laga. Namun disiplin bertahan mereka membuat Spanyol frustrasi dan gagal mencetak gol hingga akhir pertandingan.

Spanyol mencatat 74 persen penguasaan bola dan 27 tembakan sepanjang pertandingan, dengan delapan di antaranya tepat sasaran. Meski begitu, tidak satu pun peluang mampu dikonversi menjadi gol.

Cape Verde tampil disiplin dengan blok pertahanan rendah. Mereka nyaris tidak memberi ruang bagi Spanyol untuk menembus kotak penalti secara bersih. Di sisi lain, Cape Verde juga sempat mengancam melalui Diney Borges, namun berhasil digagalkan oleh Unai Simon.

Hasil ini menjadi peringatan dini bagi Spanyol di Piala Dunia 2026. Dominasi penguasaan bola tidak cukup tanpa ketajaman di depan gawang. Laga ini sekaligus menegaskan bahwa perjalanan La Roja tidak akan mudah, meski berstatus unggulan turnamen.

Editorial Team

Related Article