Saudi Pro League Incar 50 Bintang Eropa, Salah dan Fernandes Termasuk

- Klub Saudi Pro League incar 50 bintang Eropa untuk musim panas 2026 mendatang.
- Bintang yang diincar termasuk Gabriel Martinelli, Bruno Fernandes, Vinicius Junior, Mohamed Salah, Casemiro, dan Robert Lewandowski.
- Manuver gila klub-klub Saudi Pro League terjadi setelah adanya suntikan dana besar usai privatisasi oleh investor baru.
Jakarta, IDN Times - Manuver gila bakal dilakukan oleh klub-klub Saudi Pro League pada musim panas 2026 mendatang. Rumor menyebutkan, ada 50 bintang yang masuk dalam radar sederet raksasa Saudi Pro League untuk didatangkan demi mengangkat gengsi kompetisi dan klub.
talkSPORT melansir, para pemain yang diincar tak cuma veteran. Tapi, ada sejumlah bintang dengan usia masih muda dan berada dalam masa emas yang mau diboyong klub-klub tersebut.
1. Bahkan, pemain muda juga diincar
Gabriel Martinelli (Arsenal), Bruno Fernandes (Manchester United, dan Vinicius Junior (Real Madrid), termasuk ke dalam bintang dengan usia emas yang mau diboyong klub-klub Saudi Pro League. Sementara, sejumlah veteran seperti Mohamed Salah (Liverpool), Casemiro (Manchester United), dan Robert Lewandowski (Barcelona), juga masuk ke dalam daftar.
Casemiro dan Lewandowski tampaknya mudah dibawa ke Arab Saudi. Terlebih, kontrak keduanya bersama MU dan Barcelona akan habis di musim panas 2026 mendatang. Situasi serupa bukan tak mungkin terjadi pada Salah, karena posisinya di Liverpool yang kurang menguntungkan.
2. Gak heran Fernandes masuk daftar
Munculnya Fernandes sebenarnya tak mengherankan. Sebab, dia sempat mengakui jika manajemen MU nyaris menjualnya di musim panas 2025 lalu karena ada tawaran menggiurkan dari raksasa Saudi Pro League, Al-Hilal.
Saat itu, Fernandes menolak untuk dijual. Bintang asal Portugal tersebut merasa kemampuannya masih layak untuk bersaing di Eropa, ketimbang main di Saudi Pro League.
3. Kenapa klub Saudi Pro League jor-joran?
Manuver gila klub-klub Saudi Pro League tak terlepas dari adanya suntikan dana besar usai memasuki fase baru dalam privatisasi. Sebanyak empat tim yang dikontrol oleh Saudi Public Investment Fund, Al-Hilal, Al-Nassr, Al-Ittihad, dan Al-Ahli, bakal dikelola oleh pemilik baru dalam jangka panjang.
Dengan adanya investor baru, mereka menerima suntikan dana yang lebih besar dan bisa saja mendatangkan pemain anyar berkaliber tinggi.













