Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sederet Gestur Berkelas Irlandia saat Bantai dan Protes Israel

3 min read
Sederet Gestur Berkelas Irlandia saat Bantai dan Protes Israel
Bintang Republik Irlandia, Troy Parrott, merayakan gol di depan tribun suporter Israel dengan gestur tanda cinta (AFP / Attila Kisbenedek)
  • Irlandia menang 3-0 atas Israel di UEFA Nations League 2026/27 di Debrecen, setelah mencetak tiga gol dalam 25 menit pertama lewat Troy Parrott, Adam Idah, dan Jack Moylan.

  • Skuad Irlandia menunjukkan solidaritas untuk korban konflik Gaza dengan ban hitam, menundukkan kepala saat lagu Israel, serta aksi kapten Dara O'Shea yang tidak berjabat tangan dengan Manor Solomon.

  • Laga tetap digelar meski mendapat desakan boikot di Irlandia; pelatih Heimir Hallgrimsson menyebut pemain ingin membuktikan diri sekaligus menyampaikan pesan melalui permainan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Timnas Irlandia meraih kemenangan 3-0 atas Israel dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/27. Laga ini diwarnai oleh sejumlah aksi yang menunjukkan solidaritas terhadap warga Gaza.

Laga yang berlangsung di Nagyerdei Stadium, Debrecen, Senin (28/9/2026) dini hari WIB, menjadi sorotan sebelum pertandingan berlangsung. Ada tekanan yang diterima Irlandia untuk memboikot laga sebagai bentuk protes terhadap tindakan Israel di Gaza. Namun, Federasi Sepak Bola Irlandia (FAI) tetap memutuskan untuk menjalani pertandingan.

  1. 1. Enggan salaman, ban hitam, sampai gestur cinta

    Para pemain Irlandia memasuki lapangan dengan mengenakan ban hitam sebagai bentuk penghormatan terhadap korban konflik di Gaza. Mereka kemudian menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel diputar, seperti sedang mengheningkan cipta untuk korban kekerasan di Gaza.

    Kapten Irlandia, Dara O'Shea, juga tidak berjabat tangan dengan kapten Israel, Manor Solomon, dalam seremoni sebelum pertandingan. O'Shea tetap berjabat tangan dengan wasit dan asistennya, tetapi tidak melakukan hal yang sama dengan Solomon. Selain itu, Troy Parrott berselebrasi dengan membuat gestur cinta menggunakan tangannya usai mencetak gol. Sederet aksi ini dilakukan setelah kiper Gavin Bazunu memilih meninggalkan skuad, menolak bermain melawan Israel.

    Aksi tersebut menjadi bagian dari sikap yang ditunjukkan skuad Irlandia di tengah tekanan publik terkait pertandingan melawan Israel. Di luar lapangan, penolakan terhadap pertandingan juga muncul di Irlandia.

  2. 2. Bantai Israel, cium ban hitam

    Terlepas dari situasi di luar lapangan, Irlandia tampil efektif sejak awal pertandingan. Mereka mampu mencetak tiga gol hanya dalam 25 menit pertama.

    Parrott membuka keunggulan Irlandia pada menit ke-13. Berselang tiga menit, Adam Idah menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Jack Moylan kemudian mencetak gol ketiga pada menit ke-25. Gol tersebut sekaligus menjadi penutup pesta gol Irlandia pada babak pertama.

    Moylan kemudian melakukan selebrasi yang juga berkaitan dengan pesan solidaritas. Dia melepas ban hitam yang dikenakannya, menciumnya, lalu mengangkatnya sebagai bentuk penghormatan kepada korban konflik di Gaza. Hingga laga usai, skor 3-0 tetap bertahan.

  3. 3. Sikap pemain soal Palestina dan Gaza sudah tampak

    Pelatih Irlandia, Heimir Hallgrimsson, sebelumnya mengakui pertandingan melawan Israel menimbulkan kontroversi di negaranya. Dia menyadari keputusan untuk tetap bermain tidak akan membuat semua pihak puas.

    "Dengan bertanding, kami membuat sebagian orang tidak senang sekaligus senang. Saya rasa kemenangan mungkin memuaskan semua orang, tetapi tetap akan ada orang-orang yang marah karena kami menggelar pertandingan ini," kata Hallgrimsson, dilansir ESPN FC.

    Hallgrimsson menegaskan, pertandingan tersebut bukan mengenai pribadi masing-masing di internal tim. Dia menilai para pemain ingin membuktikan diri sebagai pesepak bola dan menyampaikan pesan di atas lapangan.

    "Menurut saya, pertandingan ini, serta semangat yang ditunjukkan para pemain untuk membuktikan diri di lapangan. Mereka ingin menyampaikan pesan lewat permainan mereka," ujar Hallgrimsson.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More