Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sepak Terjang Jesse Lingard Bersama FC Seoul di Korea Selatan

Seoul World Cup Stadium
Seoul World Cup Stadium (commons.wikimedia.org/Exj)
Intinya sih...
  • Jesse Lingard direkrut FC Seoul usai sempat berstatus tanpa klub
  • Meski diganggu cedera, Jesse Lingard tampil cukup baik pada tahun pertama
  • Jesse Lingard tampil di 3 ajang berbeda dan mencetak 14 gol pada tahun kedua
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jesse Lingard resmi berpisah dengan FC Seoul pada 1 Januari 2026. Pihak klub dan sang pemain memutuskan untuk tak melanjutkan kerja sama yang telah berlangsung sejak 8 Februari 2024. Hingga 5 Januari 2026, gelandang serang kelahiran Warrington, Inggris, itu belum mengumumkan klub baru.

Kehadiran Lingard di Korea Selatan sempat menyedot perhatian besar, mengingat statusnya sebagai mantan pemain Manchester United dan Tim Nasional Inggris. FC Seoul merekrutnya dengan harapan mendongkrak performa tim sekaligus meningkatkan daya tarik kompetisi domestik. Namun, sepak terjang pemain kelahiran 15 Desember 1992 itu tak dilalui dengan mudah.

1. Jesse Lingard direkrut FC Seoul usai sempat berstatus tanpa klub

Jesse Lingard mengambil keputusan mengejutkan dengan meninggalkan sepak bola Eropa pada 8 Februari 2024. Kala itu, ia resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru FC Seoul untuk bersaing di kasta teratas Korea Selatan. Klub yang berdiri pada 1983 itu memagari Lingard dengan kontrak berdurasi 2 tahun.

Keputusan tersebut sekaligus menandai kembalinya Lingard ke lapangan hijau. Sebelumnya, ia berstatus tanpa klub sejak dilepas Nottingham Forest pada Juli 2023. Selama semusim berseragam The Tricky Trees, Lingard diberi kesempatan bermain dalam 20 laga dengan kontribusi 2 gol dan 2 assist.

2. Meski diganggu cedera, Jesse Lingard tampil cukup baik pada tahun pertama

Jesse Lingard menjalani tahun pertama bersama FC Seoul dengan situasi yang tak mudah. Setelah selalu dimainkan dalam 3 laga pertama K League 1 2024, ia harus absen dalam 9 laga berikutnya karena cedera lutut. Selain itu, ia juga sempat melewatkan tiga laga pada pekan 24–26 karena cedera hamstring. 

Meski demikian, Lingard mampu mencatatkan kontribusi yang cukup baik. Diturunkan dalam 26 laga, ia sukses menjebloskan 6 gol dan 3 assist. Selain itu, pengalaman bermain di level tertinggi serta kemampuan memimpin membuatnya ditunjuk sebagai kapten tim dalam 16 laga berbeda. Sayangnya, kontribusi itu tak cukup untuk mempersembahkan gelar juara bagi FC Seoul.

3. Jesse Lingard tampil di 3 ajang berbeda dan mencetak 14 gol pada tahun kedua

Kontribusi Jesse Lingard menunjukkan statistik yang lebih baik pada tahun kedua bersama FC Seoul. Tak hanya di liga domestik, ia juga merasakan ketatnya persaingan di AFC Champions League dan Piala Korea. Selama 2025, Lingard memainkan peran penting bagi FC Seoul dengan merumput dalam 41 laga di 3 ajang berbeda dengan torehan 13 gol dan 7 assist

Di K League 1 2025, Lingard mampu mengemas 10 gol dan 4 assist dan hanya absen dalam 4 laga. Ia juga mampu menjebloskan 3 gol dan 3 assist pada fase grup AFC Champions League 2025/2026. Selain itu, dirinya juga bermain dalam satu laga di Piala Korea, saat FC Seoul kalah 0-1 dari Jeonbuk Hyundai pada 2 Juli 2025.

4. Pengalaman di FC Seoul membuat Jesse Lingard lebih dewasa dan bertanggung jawab

Petualangan Jesse Lingard bersama FC Seoul tak hanya berdampak pada kariernya di lapangan, tetapi juga membentuk pribadinya sebagai pemain yang lebih matang. Lingard mengakui dirinya merasa berkembang, terutama setelah dipercaya mengenakan ban kapten sejak tengah musim pertamanya. Peran tersebut membuatnya lebih bertanggung jawab dan mendorongnya untuk membantu para pemain muda agar lebih percaya diri serta berani berkomunikasi di atas lapangan. Keputusan hijrah ke Korea Selatan yang sempat dianggap berisiko pun akhirnya ia jalani dengan penuh keyakinan.

Di luar lapangan, Lingard merasakan antusiasme luar biasa dari masyarakat Seoul. Ia kerap mendapat sambutan hangat saat berada di ruang publik, dengan reaksi spontan para penggemar yang terkejut lalu bergegas meminta foto. Namun, tekanan besar juga datang seiring status FC Seoul sebagai salah satu klub terbesar di Korea Selatan. Lingard mengenang momen sulit ketika timnya mengalami rentetan kekalahan kandang, yang memicu kemarahan dari pendukung hingga menghadang bus tim. Situasi tersebut, menurutnya, mencerminkan ekspektasi tinggi yang selalu menuntut kemenangan, mirip dengan tekanan yang pernah ia rasakan saat membela Manchester United.

Jesse Lingard telah mengukir kisah menarik di Korea Selatan dan Asia bersama FC Seoul. Perpisahan ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai masa depan kariernya. Selanjutnya, apakah pemain jebolan akademi Manchester United itu tetap berkarier di Asia atau akan kembali ke Eropa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

Pemain Asing Baru Persija Tak Sabar Naik Rantis di Bandung

09 Jan 2026, 19:10 WIBSport