Sepak Terjang Lois Openda sebelum Kembali ke Ligue 1 pada 2026

- Lois Openda kembali ke Ligue 1 bersama Olympique Lyon sebagai pemain pinjaman Juventus pada musim 2026/2027, setelah meninggalkan kompetisi Prancis pada musim panas 2023.
- Pada debutnya di RB Leipzig 2023/2024, Openda mencetak 24 gol dan 7 assist dalam 34 laga Bundesliga, membantu tim finis keempat serta menjadi top skor ketiga.
- Produktivitas Openda menurun menjadi 13 gol dan 11 assist pada musim kedua di Leipzig, lalu hanya mencetak 2 gol dari 37 laga bersama Juventus 2025/2026.
Lois Openda dilepas Juventus sebagai pemain pinjaman pada 2026/2027. Bomber berkebangsaan Belgia tersebut akan memperkuat Olympique Lyon dan sekaligus berusaha menemukan sentuhan terbaiknya. Keputusan ini menandai kembalinya sang striker ke kasta teratas Prancis sejak angkat kaki pada musim panas 2023.
1. Lois Openda tampil moncer pada musim debut di RB Leipzig
Penampilan gemilang bersama RC Lens di Ligue 1 Prancis 2022/2023 membawa Lois Openda ke Bundesliga Jerman pada musim berikutnya. Ia menerima tawaran RB Leipzig dengan biaya transfer mencapai 40 juta euro (Rp824 miliar). Menariknya, Openda langsung memainkan peran krusial sebagai mesin gol dengan kontribusi nyata bagi lini serang Die Bullen pada musim debutnya.
Openda melewati musim pertamanya di Bundesliga dengan penampilan yang begitu positif lewat torehan 24 gol dan 7 assist dari 34 penampilan. Kontribusi tersebut membawa RB Leipzig finis di peringkat keempat sekaligus menempatkan sang pemain di urutan ketiga top skor akhir kompetisi. Beberapa catatan apik mewarnai kiprah Openda di ajang ini, termasuk mencetak gol dalam empat laga beruntun yang selalu berbuah kemenangan bagi die Bullen menjelang akhir musim.
Pelatih juga mengandalkan Openda sebagai mesin gol selama bersaing di Liga Champions Eropa 2023/2024. Ia mengemas 4 gol dari 8 laga dalam kegagalan tim melewati babak 16 besar. Sedangkan di DFB-Pokal dan DFL-Supercup, Openda mencatatkan tiga penampilan tanpa mencetak gol.
2. Kontribusi gol Lois Openda untuk RB Leipzig menurun pada musim kedua
Lois Openda kembali mendapat tanggung jawab sebagai ujung tombak utama RB Leipzig pada musim kedua (2024/2025). Namun, kontribusi gol yang ditunjukkan menurun. Pemain berpostur 1,77 meter tersebut menjebloskan 13 gol dan 11 assist dari total 45 kali kesempatan bermain.
Sembilan gol dan sembilan assist Openda mewarnai kegagalan tim menembus lima besar klasemen akhir Bundesliga. Itu menjadi hasil terburuk sejak promosi pada 2016. Openda juga sempat absen pada pekan 18 karena hukuman kartu.
Tak hanya di liga, gol Openda juga tercatat di Liga Champions dan DFB-Pokal. Di pentas Eropa, ia mengemas 1 gol dan 2 assist dari 8 laga dalam kegagalan Die Bullen lolos dari fase grup. Sedangkan di DFB-Pokal, Openda mengemas 3 gol dalam perjalanan tim mencapai semifinal.
3. Lois Openda tampil buruk pada musim pertama di Juventus pada 2025/2026
Setelah melewati 2 musim yang cukup baik di Jerman, Lois Openda memulai babak baru dalam kariernya pada 2025/2026. Usai sempat mencatatkan tiga penampilan untuk RB Leipzig pada awal musim. Ia direkrut Juventus dengan biaya transfer sebesar 42,75 juta euro (Rp881 miliar) dengan kesepakatan kontrak hingga 2030 mendatang. Namun, keputusan ini justru menjadi awal dari penurunan performa signifikan sang bomber.
Openda gagal mengunci satu tempat utama di lini serang Juventus. Dirinya tak mampu tampil konsisten hingga menjadi penghangat bangku cadangan pada akhir musim. Dari 1.133 menit dalam 37 laga di 3 ajang berbeda, ia hanya mampu menjebloskan 2 gol.
Gol pertama Openda untuk Bianconeri hadir pada fase grup Liga Champions Eropa. Kontribusinya berbuah kemenangan tipis 3-2 atas Bodo/Glimt. Sementara itu, gol lainnya hadir dalam kemenangan tipis 2-1 atas AS Roma di Serie A Italia.
Perjalanan karier Lois Openda dalam 3 musim terakhir memperlihatkan grafik yang naik lalu menurun secara drastis. Setelah bersinar bersama RB Leipzig, ia justru kesulitan mempertahankan konsistensi ketika membela Juventus. Oleh karena itu, masa peminjamannya ke Olympique Lyon pada musim 2026/2027 akan menjadi ujian penting untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.





















