Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sepak Terjang Ronald Koeman di 3 Edisi Piala Dunia per 2026
ilustrasi pendukung Timnas Belanda (unsplash.com/Omar Ramadan)
  • Ronald Koeman tampil di Piala Dunia 1990 sebagai bek tengah Belanda, mencetak satu gol namun gagal membawa timnya lolos setelah kalah 1-2 dari Jerman di babak 16 besar.
  • Pada edisi 1994, Koeman menjadi kapten dan membantu Belanda mencapai perempat final, termasuk mencatat satu assist sebelum tersingkir usai kalah tipis 2-3 dari Brasil.
  • Sebagai pelatih pada Piala Dunia 2026, Koeman membawa Belanda hingga babak 32 besar setelah kalah adu penalti melawan Maroko meski sempat memimpin lewat gol Cody Gakpo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ronald Koeman telah mencicipi persaingan sebagai pemain dan pelatih di Piala Dunia. Rinciannya, ia tampil sebagai pemain dalam 2 edisi dan sebagai pelatih dalam 1 edisi. Namun, perjuangannya belum pernah berbuah gelar juara, setidaknya hingga 2026.

1. Ronald Koeman mencetak satu gol dalam kegagalan Belanda pada 1990

Ronald Koeman pertama kali unjuk gigi di Piala Dunia ketika dipercaya untuk memperkuat Timnas Belanda pada 1990. Debutnya terjadi ketika dimainkan selama 90 menit dalam duel kontra Mesir pada laga pertama fase grup. Ia dipasang sebagai bek tengah dan gagal membawa De Oranje meraih kemenangan dengan hasil akhir 1-1. 

Koeman lantas selalu dimainkan selama 90 menit dalam dua laga berikutnya. Kehadirannya saat bertemu Inggris berbuah clean sheet, meski Belanda juga gagal mencetak gol sepanjang laga. Lalu, dirinya kembali diandalkan ketika Belanda bermain imbang 1-1 dengan Irlandia pada laga terakhir fase grup. Meski hanya meraih tiga poin, Koeman dan kolega lolos ke babak 16 besar. 

Koeman kembali mendapat kepercayaan sebagai andalan di jantung pertahanan ketika berduel dengan Jerman pada babak 16 besar. Ia bahkan berhasil mencetak gol pertamanya di Piala Dunia pada laga ini. Sayangnya, langkah De Oranje resmi terhenti dengan kalah tipis 1-2.

2. Sebagai kapten tim, Ronald Koeman membawa Belanda ke perempat final edisi 1994

Ronald Koeman mendapat tugas yang lebih besar sebagai penggawa Belanda di Piala Dunia 1994. Kali ini, staf pelatih yang dipimpin Dick Advocaat memberinya kepercayaan sebagai kapten tim. Namun, ia kembali gagal mempersembahkan gelar juara bagi negaranya.

Koeman selalu bermain penuh dalam tiga laga yang dilewati Belanda pada fase grup. Tanpa mencetak gol atau assist, ia mempersembahkan 2 kemenangan yang didapat ketika bertemu Arab Saudi (2-1) dan Maroko (2-1). Sedangkan saat bertemu Belgia pada laga kedua, De Oranje takluk 0-1. Meski demikian, Koeman dan kolega finis sebagai pemuncak klasemen grup F.

Koeman berkontribusi dalam kemenangan 2-0 atas Irlandia pada babak 16 besar. Ia menciptakan assist untuk gol Wim Jonk pada menit 40. Sayangnya, ia gagal membawa Belanda menyingkirkan Brasil pada perempat final dan kalah tipis 2-3.

3. Sebagai pelatih, Ronald Koeman hanya mampu membawa Belanda ke babak 32 besar pada 2026

Setelah lama tak berpartisipasi langsung di Piala Dunia, Ronald Koeman kembali bersaing di ajang ini pada 2026. Kali ini, ia hadir sebagai pelatih Belanda. Demi meraih hasil maksimal, pria kelahiran 21 Maret 1963 tersebut membawa sederet talenta terbaik, termasuk Virgil van Dijk yang bertugas sebagai kapten tim.

Tim besutan Koeman sempat ditahan imbang Jepang dengan skor 2-2 pada laga pertama. Namun, mereka bangkit dengan melibas Swedia 5-1 pada laga kedua. De Oranje memastikan diri sebagai peringkat teratas klasemen akhir grup F dengan kemenangan 3-1 atas Tunisia pada laga ketiga. 

Pasukan Koeman sempat unggul lebih dahulu atas Maroko lewat gol Cody Gakpo pada babak 32 besar. Namun, Maroko berhasil menyamakan kedudukan pada injury time babak kedua. Langkah De Oranje lantas terhenti karena kalah 2-3 pada babak adu penalti. 

Ronald Koeman telah mengukir perjalanan panjang di Piala Dunia sebagai pemain maupun pelatih dalam tiga edisi berbeda. Meski sempat mencapai babak perempat final sebagai pemain pada 1994, pencapaian terbaiknya itu belum mampu berlanjut menjadi trofi juara dunia. Sementara itu, kiprahnya sebagai pelatih pada edisi 2026 juga belum membuahkan hasil yang diharapkan setelah Belanda harus mengakhiri langkah pada babak 32 besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article