Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sikap Bijak Salah Usai Mesir Dibekuk Argentina: Kehendak Allah
Para pemain Mesir merayakan gol Mohamed Salah ke gawang Selandia Baru (Getty Images via AFP / Fran Santiago)
  • Mohamed Salah menunjukkan sikap bijak usai Mesir kalah dari Argentina di 16 besar Piala Dunia 2026, menyebut hasil tersebut sebagai kehendak Allah SWT.
  • Salah menenangkan rekan setimnya dan mengajak mereka menjadikan kekalahan itu sebagai motivasi untuk berkembang serta menghadapi masa depan dengan semangat positif.
  • Beberapa pemain Mesir, termasuk Mohamed Alaa dan Mustafa Zico, tetap kecewa karena merasa dirugikan keputusan wasit dan menilai kemenangan Argentina disertai kontroversi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mesir dilanda emosi usai kalah dari Argentina dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (9/7/2026) malam WIB. Namun, Mohamed Salah selaku kapten tetap bersikap bijak. Dia menyebut, hasil ini adalah kehendak Allah SWT.

Kebijaksanaan Salah ini diungkapkan oleh kiper cadangan Mesir, Mohamed Alaa. Dia menyebut, Salah menenangkan kondisi ruang ganti yang memanas dengan kata-katanya yang menyejukkan.

"Salah berkata: 'Sangat tidak beruntung, tapi ini sudah berakhir. Ini adalah ketetapan dan kehendak Allah atas apa yang telah terjadi," ujar Alaa, dilansir ESPN FC.

1. Jadi motivasi untuk berkembang

Alih-alih bersedih, Salah menyebut kekalahan dari Argentina ini harus diratapi secara positif. Dia ingin para pemain Mesir menjadikan hasil ini motivasi untuk terus berkembang ke depannya.

"Salah juga berkata: 'Mari kita jadikan ini sebagai modal untuk berkembang, dan apa yang akan datang di depan akan jauh lebih baik, Insya Allah'," ujar Alaa.

2. Tetap rasakan kekecewaan

Terlepas dari kata-kata bijak Salah, Alaa mengaku masih merasakan kekecewaan usai kekalahan ini. Sebab, Mesir sejatinya bisa memberikan perlawanan sengit pada Argentina.

"Kualitas kepemimpinan wasit hari ini sangat jelas terlihat di depan semua orang. Kami mendapati gol kami dianulir, dan kami seharusnya dapat penalti. Sialnya, momen penalti itu malah berbalik menjadi gol serangan balik bagi mereka," ujar Alaa.

3. Enggan beri pujian bagi Argentina

Pemain Mesir yang lain, Mustafa Zico, tak kalah kesalnya juga dengan Alaa. Apalagi, dia harusnya membukukan dua gol di laga ini, andai salah satu golnya tak dianulir wasit karena pelanggaran.

Kendati mengakui Argentina merupakan tim berkualitas, Zico menegaskan, situasinya akan berbeda jika kemenangan tersebut diraih tanpa kontroversi.

"Jika Argentina menang atas Mesir murni karena kemampuan sendiri, tentu perasaan kami akan sangat berbeda. Selamat, kalian sudah jadi juara Piala Dunia 2026," kata Zico.

Curated For You

Editorial Team

Related Article