Sindiran Mesir ke Argentina: Piala Dunia 2026 Sudah Milik Kalian

- Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menyindir Argentina usai kalah 2-3 di babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan menuding turnamen sudah diarahkan untuk kemenangan tim Tango.
- Hassan memprotes keputusan wasit terkait gol Enzo Fernandez dan pembatalan penalti Mesir tanpa pemeriksaan VAR, yang dianggap merugikan timnya.
- Pemain dan kiper cadangan Mesir turut meluapkan kekecewaan atas kepemimpinan wasit serta menilai kemenangan Argentina sarat kontroversi meski mengakui kualitas lawan.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Mesir, Hossam Hassan, memberi sindiran pada Argentina. Dia menegaskan, trofi Piala Dunia 2026 sudah diarahkan dan akan jadi milik tim Tango.
Kalimat ini Hassan lontarkan usai timnya kalah 2-3 dari Argentina dalam babak 16 besar yang dihelat pada Selasa (7/7/2029) malam WIB. Dia mengungkapkan, jalan sudah diatur bagi Argentina untuk menjadi juara.
"Wasit tidak adil, Tuhan sudah cukup bagi saya dan Dia adalah sebaik-baiknya pengatur segala urusan. Tapi dia (wasit) menyia-nyiakan perjuangan satu bangsa. Turnamen ini (Piala Dunia 2026) sudah diarahkan untuk Argentina," kata Hassan, dikutip dari Sky Sports.
1. Konsisten suarakan gol Enzo Fernandez yang aneh
Dalam laga ini, Hassan mendapat kartu kuning karena mengeluarkan gestur silang tangan kepada wasit. Dia secara konsisten menyuarakan keanehan dalam proses gol Enzo Fernandez untuk Argentina.
"Penalti untuk kami dibatalkan. Mereka bahkan tidak mengecek VAR. Tapi, gol kedua kami dianulir. Kami melihat baju pemain (Mesir) ditarik (oleh Mac Allister) dan tidak ada pemeriksaan VAR sama sekali," kata Hassan.
2. Kiper cadangan Mesir juga kesal
Kiper cadangan Mesir, Mohamed Alaa, juga turut merasakan kekesalan usai kalah dari Argentina. Apalagi, sepanjang pertandingan, tim asal Afrika itu bisa memberikan perlawanan sengit kepada sang juara bertahan.
"Kualitas kepemimpinan wasit hari ini sangat jelas terlihat di depan semua orang. Kami mendapati gol kami dianulir, dan seharusnya diberi penalti. Sialnya, momen penalti itu malah berbalik menjadi gol serangan balik bagi mereka," ujar Alaa.
3. Enggan beri pujian bagi Argentina
Pemain Mesir yang lain, Mustafa Zico, tak kalah kesalnya dengan Alaa. Apalagi, dia seharusnya membukukan dua gol di laga ini, andai salah satunya tak dianulir wasit karena diawali dari pelanggaran.
Kendati mengakui Argentina merupakan tim berkualitas, Zico menegaskan situasinya akan berbeda jika kemenangan tersebut diraih tanpa kontroversi.
"Jika Argentina menang atas Mesir murni karena kemampuan sendiri, tentu perasaan kami akan sangat berbeda. Selamat, kalian sudah jadi juara Piala Dunia 2026," sindir Zico.
















