Memasuki pertengahan babak pertama, dominasi Spanyol atas Argentina masih terasa. Kini, aliran bola mereka lebih hidup dan lebih kencang, membuat pertahanan Argentina kerepotan.
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina

- Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 di final yang digelar di New York New Jersey Stadium, Senin dini hari WIB.
- Gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak Ferran Torres pada menit ke-106 lewat kerja sama apik dengan Lamine Yamal, Pedro Porro, dan Nico Williams.
- Argentina bermain dengan sepuluh pemain setelah Enzo Fernandez mendapat kartu merah, sementara dominasi Spanyol terlihat dari total 18 tembakan sepanjang laga.
Jakarta, IDN Times - Spanyol berhasil menjadi juara Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Argentina dalam final yang digelar di New York New Jersey Stadium, Senin dini hari WIB (20/7/2026). Dalam duel yang berlangsung alot ini, Spanyol menang dengan skor tipis, 1-0.
Sejak peluit laga dibunyikan, Spanyol memang dominan. Mereka mampu mendikte permainan Argentina sejak awal, tak memberikan kesempatan untuk berkembang sama sekali.
Namun, Argentina sudah memprediksi tekanan tersebut. Mereka pun memadatkan area tengah dan pertahanan, tidak membiarkan Spanyol menusuk ke kotak penalti.
Alhasil, beberapa kali Spanyol sempat menorehkan peluang berbahaya, termasuk via sepakan Lamine Yamal. Namun, Spanyol juga tidak terlalu klinis menyelesaikan peluang.
Di sisa waktu babak pertama, Spanyol masih terus menekan. Di sisi lain, Argentina juga berupaya menyengat lewat serangan-serangan balik.
Namun, sampai babak pertama tuntas, skor 0-0 untuk Spanyol dan Argentina tetap bertahan. Belum ada yang unggul di babak pertama final Piala Dunia 2026.
Memasuki babak kedua, Spanyol dan Argentina melakukan beberapa perubahan. Di awal babak, Argentina memasukkan Leandro Paredes, menemani Nicolas Otamendi yang sudah masuk sejak menit 43.
Namun seiring laga berjalan, Argentina memasukkan Facundo Medina, Nahuel Molina, hingga Giuliano Simeone. Sementara, Spanyol memasukkan Mikel Merino, Ferran Torres, Pedri, dan Nico Williams.
Kehadiran para pemain baru ini tak memberikan efek yang berarti bagi Argentina. Spanyol masih dominan, sedangkan Argentina justru malah makin tertekan di babak kedua.
Kentaranya, dominasi Spanyol terlihat dari total 18 tembakan yang mereka lakukan hingga pertengahan babak kedua. Argentina tak berkutik, dan tak menorehkan tembakan di rentang waktu serupa.
Argentina terlihat mengincar laga agar masuk ke babak tambahan. Namun, mereka juga dibuat tak berdaya oleh tekanan ketat Spanyol yang konstan.
Kiper Argentina, Emiliano Martinez, jatuh bangun dalam menghadapi gempuran-gempuran pemain Spanyol, yang makin intens terutama di akhir-akhir babak kedua. Torres dan Merino menambah daya gedor Spanyol.
Situasi makin sulit bagi Argentina ketika Enzo Fernandez mendapatkan kartu merah di akhir babak kedua. Dia melanggar keras Pau Cubarsi sampai terpelanting.
Peluang terbaik didapatkan Spanyol di masa injury time lewat sepakan bebas Yamal. Lagi-lagi, Martinez menjadi penyelamat Argentina lewat bloknya yang sempurna dan mengakhiri 2x45 menit dengan skor kacamata.
Di babak tambahan pertama, Spanyol sejatinya sempat mencetak gol via Nico Williams, memanfaatkan kemelut di depan gawang Argentina. Namun, gol ini dianulir karena wasit menilai ada pelanggaran yang terjadi.
Spanyol masih saja mengancam gawang Argentina tanpa hasil. Mereka seakan tak memberi napas bagi tim Tango untuk berkembang. Namun, skor 0-0 masih saja menghiasi papan skor final Piala Dunia 2026 selepas babak tambahan pertama usai.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit 106. Torres berhasil menjebol gawang Argentina lewat skema yang cantik. Serangan dilakukan lewat sisi kanan dengan mengandalkan Lamine Yamal. Kemudian, Yamal mengirim operan kepada Pedro Porro yang diteruskan lewat umpan silang. Nico Williams memberikan umpan tarik lewat tandukannya dan disambut sepakan keras Torres yang mampu menaklukkan Martinez. Spanyol sempat cetak gol kedua lewat aksi Torres. Namun, ternyata posisi Torres sudah offside terlebih dulu dan harus dianulir.
Dalam kondisi tertinggal, Argentina berani keluar menyerang. Mereka gantian menekan Spanyol, meski bermain dengan hanya 10 orang. Meski begitu, upaya Argentina gagal membuahkan hasil hingga laga berakhir. Skor 1-0 buat keunggulan Spanyol bertahan, dan berhak atas trofi Piala Dunia keduanya sepanjang sejarah.

















