Berdasarkan data Squawka, Eustaquio mencatatkan 67 sentuhan bola dan sukses melepaskan 43 dari 48 operan. Ia juga menjadi motor serangan Kanada dengan menciptakan lima peluang, terbanyak di antara seluruh pemain di lapangan, termasuk dua peluang emas.
Kontribusinya tak hanya terlihat saat menyerang. Eustaquio enam kali merebut penguasaan bola, memenangi lima duel, melakukan tiga tekel, serta mengirim empat umpan ke sepertiga akhir lapangan. Akurasi umpannya dari sisi sayap juga impresif dengan lima umpan silang tepat sasaran dari tujuh percobaan, terbanyak dalam laga tersebut.
Gol tersebut juga mengukir catatan istimewa, sebagai sebagai gol penentu kemenangan pertama yang tercipta di injury time waktu normal dalam fase gugur Piala Dunia sejak Nacer Chadli edisi 2018.
Kala itu, gol telat Chadli sukses membantu Belgia menyingkirkan Jepang di 16 besar Piala Dunia 2018. Di babak selanjutnya, Kanada akan bersua pemenang dalam duel Belanda kontra Maroko, yang akan kick-off pada Selasa pagi WIB (30/6/2026).