Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Striker Terakhir yang Menang Ballon d’Or, Terbaru Harry Kane

3 min read
5 Striker Terakhir yang Menang Ballon d’Or, Terbaru Harry Kane
Penyerang Inggris bernomor punggung 9, Harry Kane, merayakan gol kedua timnya selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 2 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)
  • Harry Kane memenangkan Ballon d’Or 2026 setelah mencetak 73 gol pada 2025/2026, membantu Bayern Muenchen meraih treble domestik dan Inggris finis ketiga di Piala Dunia 2026.
  • Ousmane Dembele meraih Ballon d’Or 2025 berkat 34 gol pada 2024/2025, mengantar PSG menyapu seluruh kompetisi termasuk Liga Champions perdana serta menjadi top skor Ligue 1.
  • Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, dan Andriy Shevchenko melengkapi lima striker pemenang terakhir sejak 2004, dengan Ballon d’Or masing-masing pada 2022, 2013–2017, dan 2004.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah Ousmane Dembele pada 2025, Ballon d’Or kembali dimenangkan striker pada 2026. Harry Kane menjadi pewaris penghargaan individual paling prestisius yang mulai digelar pada 1956 ini. Dilansir situs resmi Ballon d’Or, Kane dan Dembele merupakan 2 dari 5 striker yang memenangkannya sejak 2004.

  1. 1. Harry Kane melewati musim paling produktif pada 2025/2026

    Harry Kane memenangkan trofi Ballon d’Or pertamanya berkat torehan 73 gol sepanjang 2025/2026. Ini menjadi musim paling produktif dalam kariernya. Bahkan, hanya ada satu pemain yang mencetak lebih banyak gol dibanding pria kelahiran 28 Juli 1993 tersebut dalam sejarah sepak bola Eropa. Lionel Messi menciptakan 82 gol pada 2011/2012. Kane mempersembahkan 61 golnya untuk Bayern Muenchen dan 12 lainnya bagi Timnas Inggris. Ia membantu Bayern meraih treble winners di kompetisi domestik dan membawa Inggris berakhir di posisi ketiga di Piala Dunia 2026.

  2. 2. Ousmane Dembele memenangkan Ballon d’Or pada 2025

    Ousmane Dembele menjalani musim paling produktifnya pada 2024/2025 dengan catatan 34 gol. Torehan tersebut membantu Paris Saint-Germain memenangkan semua kompetisi yang diikuti. Itu termasuk meraih trofi Liga Champions Eropa (UCL) untuk pertama kalinya. Di Ligue 1 Prancis, 21 gol yang dicetak Dembele bahkan membuatnya keluar sebagai top skor. Ketajaman pria kidal yang lahir pada 15 Mei 1997 ini tidak terlepas dari keputusan Luis Enrique yang memindahkannya dari sayap kanan ke penyerang tengah. Puncaknya, Dembele pun terpilih sebagai pemenang Ballon d’Or 2025.

  3. 3. Karim Benzema membawa Real Madrid berjaya pada 2021/2022

    Kepergian Cristiano Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus pada awal 2018/2019 membuka jalan bagi Karim Benzema untuk menjadi striker utama Los Blancos. Sebelumnya, pria asal Prancis itu memang hanya memainkan peran pelapis sekaligus pelayan bagi rekannya asal Portugal tersebut sejak datang dari Olympique Lyon pada 2009. Puncak permainan Benzema lantas terjadi pada 2021/2022. Sosok yang lahir pada 19 Desember 1987 ini mencetak 27 gol di LaLiga Spanyol dan 15 gol di Liga Champions. Torehannya bukan cuma menobatkannya sebagai top skor, melainkan juga membawa Real Madrid keluar sebagai juara. Benzema pun tidak tertandingi di Ballon d’Or 2022.

  4. 4. Cristiano Ronaldo meraih empat trofi Ballon d’Or selama memperkuat Real Madrid

    Cristiano Ronaldo meraih empat trofi Ballon d’Or selama memperkuat Real Madrid pada 2009—2018. Bintang yang lahir pada 5 Februari 1985 tersebut melakukannya pada 2013, 2014, 2016, dan 2017. Sebelumnya, Ronaldo pernah memenangkan ajang ini bersama Manchester United pada 2008. Namun, ia saat itu masih beroperasi sebagai winger. Sementara, di Real Madrid, Ronaldo menjadi striker murni yang sampai menghasilkan 450 gol dari 438 penampilan. Produktivitas gila Ronaldo di Real Madrid berbuah 15 trofi. Ia juga membawa Portugal menjuarai EURO 2016.

  5. 5. Andriy Shevchenko terpilih sebagai pemenang Ballon d’Or pada 2004

    Andriy Shevchenko keluar sebagai pemenang Ballon d’Or pada 2004. Striker asal Ukraina yang lahir pada 29 September 1976 itu mencetak 29 gol sepanjang 2003/2004. Torehannya membantu AC Milan menjuarai Serie A Italia dan UEFA Super Cup. Shevchenko membuat 24 gol di antaranya di Serie A sehingga menyabet pula gelar top skor. Performa Shevchenko pada 2003/2004 sangatlah mengejutkan mengingat ia tampil mengecewakan pada musim sebelumnya. Rossonerri memang berhasil memenangkan Liga Champions dan Coppa Italia. Namun, Shevchenko cuma menyumbang sepuluh gol. Peningkatan drastis ini yang mengantarkannya ke peringkat teratas di Ballon d’Or 2004.

    Nama-nama di atas merupakan lima striker terakhir yang berhasil memenangkan Ballon d’Or. Kesuksesan mereka merupakan dampak langsung dari posisi bermainnya yang bertugas sebagai ujung tombak sekaligus sumber utama tim dalam mendapatkan gol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More