Tanpa Komando, Bobotoh Membludak di Asia Afrika Bandung

- Euforia juara Persib membuat ratusan ribu bobotoh spontan memadati kawasan Asia Afrika Bandung tanpa komando resmi, mengubah pusat kota jadi lautan manusia.
- Suasana berubah jadi pesta besar dengan flare, nyanyian, dan konvoi kendaraan yang memenuhi jalan hingga tengah malam meski tanpa panggung hiburan.
- Kemacetan total terjadi di sekitar Asia Afrika dan Braga, namun perayaan tetap berlangsung meriah sebagai momen bersejarah kemenangan three peat Persib Super League 2025/26.
Bandung, IDN Times - Euforia juara Persib membuat pusat Kota Bandung berubah total pada Sabtu (23/5/2026) malam. Tanpa ada komando atau ajakan resmi, ratusan ribu bobotoh mendadak berkumpul di kawasan Jalan Asia Afrika hingga Alun-alun Bandung.
Usai laga rampung, arus manusia terus mengarah ke pusat kota. Ribuan motor, mobil, hingga pejalan kaki memenuhi Jalan Asia Afrika yang perlahan lumpuh total karena lautan suporter terus berdatangan.
“Semua kayak otomatis ke Asia Afrika malam ini,” ujar seorang bobotoh bernama Irfan (32) di tengah keramaian.
Tidak ada panggung hiburan ataupun acara resmi. Namun suasana berubah jadi pesta besar penuh nyanyian, flare, dan konvoi kendaraan yang memenuhi jalan hingga tengah malam.
Flare berwarna biru dan merah menyala di berbagai sudut jalan. Asap tebal memenuhi udara, sementara lagu-lagu kebanggaan Persib Bandung terus dinyanyikan bersama ratusan ribuan suporter.
Banyak bobotoh naik ke atas kendaraan sambil membawa bendera besar Persib. Sebagian lainnya berjoget di tengah jalan mengikuti musik dari speaker konvoi yang terus berputar sepanjang malam.
Pantauan IDN Times di lapangan pada pukul 23.55 WIB, kemacetan total pun tidak terhindarkan. Kendaraan nyaris tak bisa bergerak karena massa memadati hampir seluruh ruas Jalan Asia Afrika hingga Braga.
“Bandung malam ini benar-benar penuh. Semua orang turun rayain Persib,” kata bobotoh lainnya.
Meski dipenuhi ratusan ribu orang, suasana tetap dipenuhi kegembiraan. Banyak warga merekam momen tersebut karena dianggap jadi salah satu perayaan terbesar bobotoh di pusat Kota Bandung.
Hingga tengah malam, kawasan Asia Afrika masih dipenuhi suporter yang terus bernyanyi dan merayakan gelar juara Persib Super League 2025/26, sekaligus melakukan three peat.



















