Thomas Partey Ditolak Masuk Kanada, Ghana Pincang di Piala Dunia 2026

- Thomas Partey gagal memperkuat Ghana di laga pembuka Piala Dunia 2026 karena permohonan visanya ditolak oleh pemerintah Kanada.
- FIFA menegaskan tidak memiliki kewenangan dalam keputusan imigrasi, sementara Kanada menyatakan proses visa dilakukan sesuai aturan tanpa pengecualian.
- Ghana masih menunggu kepastian apakah Partey bisa tampil di laga berikutnya melawan Inggris, sementara ia tetap berlatih bersama tim di Amerika Serikat.
Jakarta, IDN Times - Kabar mengejutkan datang dari Timnas Ghana jelang laga pembuka Piala Dunia 2026. Gelandang senior Thomas Partey dipastikan tak dapat memperkuat The Black Stars saat menghadapi Panama dalam duel Grup L lantaran pemerintah Kanada menolak permohonan visanya.
Partey sebenarnya sudah bergabung dengan skuad Ghana sejak awal Juni. Pemain berusia 32 tahun itu mengikuti pemusatan latihan di Boston, Amerika Serikat bersama rekan-rekannya sebagai bagian dari persiapan tim.
Namun, situasi berubah ketika permohonan visa Kanada yang diajukannya tidak disetujui. Akibatnya, mantan gelandang Arsenal tersebut tak dapat memasuki wilayah Kanada dan dipastikan melewatkan laga pembuka Ghana.
Kondisi ini membuat pelatih Otto Addo harus mencari alternatif di lini tengah untuk menghadapi Panama.
1. FIFA angkat bicara soal penolakan visa Thomas Partey
FIFA memberi respons terkait masalah Partey. Menurutnya, keputusan terkait visa sepenuhnya berada di tangan pemerintah negara tuan rumah.
“FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk dalam keputusan pemberian visa. Seperti pada turnamen FIFA sebelumnya, pemerintah negara tuan rumah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan memasuki wilayah negaranya,” tulis FIFA, dikutip The Guardian.
Pernyataan tersebut menegaskan badan sepak bola dunia tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi keputusan imigrasi yang diambil Kanada.
2. Kasus hukum jadi sorotan, Kanada tegaskan aturan
Nama Thomas Partey sebelumnya menjadi perhatian setelah didakwa Kepolisian Metropolitan London pada Juli 2025 atas lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan kekerasan seksual.
Partey membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan tak bersalah. Pada Februari 2026, ia kembali menghadapi dua dakwaan tambahan terkait kasus serupa dan kembali mengajukan pembelaan tak bersalah.
Pemerintah Kanada menegaskan, setiap permohonan visa diproses berdasarkan aturan yang berlaku tanpa pengecualian.
Otoritas imigrasi menyatakan seluruh petugas melakukan penilaian berdasarkan ketentuan hukum imigrasi Kanada, tanpa mempertimbangkan status, kewarganegaraan, profil publik, maupun peran seseorang dalam sebuah turnamen internasional.
3. Ghana masih menunggu kepastian untuk laga berikutnya
Usai lawan Panama, Ghana dijadwalkan bersua Inggris pada laga kedua fase grup yang berlangsung di Boston pada 23 Juni. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah Partey sudah bisa bermain pada pertandingan tersebut.
Meski tidak bisa tampil di Kanada, Partey masih berada di Amerika Serikat dan mengikuti seluruh agenda persiapan Ghana.
Hal ini membuka peluang bagi pemain Villarreal tersebut untuk kembali bergabung jika Ghana menjalani pertandingan berikutnya di wilayah Amerika Serikat.
Bagi Ghana, absennya Thomas Partey bukan sekadar kehilangan satu pemain. Di tengah ketatnya persaingan Grup L Piala Dunia 2026, mereka harus memulai turnamen tanpa salah satu figur paling berpengalaman di ruang ganti maupun di atas lapangan.


















