Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Tim yang Juara UEFA Super Cup Beruntun sebelum Paris Saint-Germain
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/Vienna Reyes)
  • PSG mempertahankan UEFA Super Cup 2026 usai mengalahkan Aston Villa 2-1, setelah sebelumnya menundukkan Tottenham Hotspur, sehingga menjadi tim keempat dengan gelar beruntun.
  • Ajax Amsterdam menjadi pelopor juara beruntun dengan memenangi dua edisi awal: mengalahkan Rangers agregat 6-3 pada 1973 dan AC Milan agregat 6-1 pada 1974.
  • AC Milan meraih gelar beruntun pada 1989-1990, sedangkan Real Madrid mengulanginya pada 2016-2017 sebelum pencapaian tersebut disamai PSG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar juara UEFA Super Cup. Mereka mengalahkan Aston Villa 2-1 pada edisi 2026 ini. Setahun sebelumnya, PSG menang atas Tottenham Hotspur lewat babak tambahan setelah mengejar ketertinggalan 0-2 pada waktu normal. Hasil tersebut menjadikan PSG sebagai tim keempat yang mampu memenangkan UEFA Super Cup secara beruntun. Lantas, siapa tiga pendahulu mereka?

1. Ajax Amsterdam menjuarai dua edisi perdana UEFA Super Cup

Ide untuk menggelar UEFA Super Cup berasal dari Anton Witkamp, seorang wartawan dari surat kabar Belanda, De Telegraaf. Ia mengusulkannya pada 1972 ketika Ajax Amsterdam baru saja mempertahankan gelar juara Liga Champions Eropa (UCL). Sebelum Ajax, kompetisi tersebut juga dimenangkan tim dari negaranya, Feyenoord. Witkamp pun ingin dominasi sepak bola mereka diuji. Ia lantas menyampaikan idenya kepada UEFA dengan meminta Rangers menjadi lawan bagi Ajax. Ranger sendiri merupakan kampiun Piala Winners 1971/1972 yang merupakan ajang di bawah UCL.

Namun, UEFA menolaknya karena Rangers yang saat itu sedang menjalani hukuman di Eropa akibat perilaku pendukungnya. Meski begitu, Ajax dan Rangers pada akhirnya tetap bertanding. Ajax menang dengan agregat 6-3. Mereka unggul 3-1 pada leg pertama di Glasgow (16/1/1973) dan 3-2 pada leg kedua di Amsterdam (24/1/1973). Setahun berselang, UEFA pun resmi mengelola UEFA Super Cup. Ajax kembali menjuarai UCL. Mereka lantas berhadapan dengan AC Milan sebagai pemenang Piala Winners. Ajax kalah 0-1 pada leg pertama (9/1/1974), tetapi menang 6-0 pada leg kedua (16/1/1974).

2. AC Milan menjadi juara UEFA Super Cup secara beruntun pada 1989—1990

AC Milan menjadi tim yang berhasil mengikuti jejak Ajax Amsterdam. Rossoneri menjuarai UEFA Super Cup edisi 1989 usai mengalahkan Barcelona dengan agregat 2-1. Kedua tim imbang 1-1 ketika bermain di Camp Nou pada leg pertama (23/11/1989). Milan yang berstatus sebagai juara Liga Champions sebetulnya unggul dulu melalui gol penalti Marco van Basten pada menit 44. Namun, Barca yang merupakan kampiun Piala Winners mampu menyamakan kedudukan lewat Guillermo Amor pada menit 67. Milan lantas bertindak sebagai tuan rumah di San Siro untuk menggelar leg kedua pada 7 Desember 1989. Mereka akhirnya menang via gol tunggal Alberico Elvani pada menit 55.

Milan kemudian berhadapan dengan Sampdoria di UEFA Super Cup 1990. Seperti pada 1989, Milan hanya imbang 1-1 ketika bermain sebagai tamu pada leg pertama (10/10/1990). Tampil di Stadio Luigi Ferraris, mereka meraih seri lewat gol Evani pada menit 39 setelah tertinggal akibat gol Oleksiy Mykhaylychenko 8 menit sebelumnya. Milan lantas menang 2-0 pada leg kedua (29/11/1990). Mereka mendapat sepasang golnya dari Ruud Gullit pada menit 44 dan Frank Rijkaard pada menit 76. Namun, pada laga ini, Milan tidak bermain di San Siro akibat kondisi atap markasnya itu yang tengah mengalami kerusakan. Laga pun digelar di Stadio Renato Dall'Ara, kandang Bologna.

3. Real Madrid memenangkan UEFA Super Cup secara beruntun pada 2016—2017

Real Madrid mengalahkan Sevilla 3-2 di UEFA Super Cup 2016. Bertanding di Lerkendal Stadion, Norwegia, pada 9 Agustus, mereka sempat unggul lewat gol Marco Asensio (21’) sebelum berbalik tertinggal akibat gol Franco Vazquez (41’) dan Yevhen Konoplyanka (72’). Madrid akhirnya menang berkat gol Sergio Ramos (90+3’) dan Dani Carvajal (119’).

Setahun berselang, tepatnya pada 7 Agustus 2017, Madrid menumbangkan Manchester United 2-1 di Philip II Arena, Makedonia Utara. Mereka membuka papan skor lewat Casemiro pada menit 24. Isco lantas menggandakan keunggulan pada menit 52. Sementara itu, MU memperkecil kekalahannya melalui gol Romelu Lukaku 10 menit berselang.

Paris Saint-Germain berhasil menyamai pencapaian tiga klub di atas. Kini, skuad asuhan Luis Enrique itu pun bakal berjuang untuk bisa menjadi tim pertama yang menjuarai UEFA Super Cup hingga tiga kali beruntun. Syaratnya, mereka tentu harus memenangkan Liga Champions 2026/2027 terlebih dahulu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article