Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tim yang Back-to-back Final Liga Champions pada Abad 21

5 Tim yang Back-to-back Final Liga Champions pada Abad 21
ilustrasi trofi Liga Champions (pexels.com/bertellifotografia)
Intinya Sih
  • PSG kembali ke final Liga Champions 2025/2026 setelah menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat 6-5, menjadi juara bertahan yang sukses mencapai final dua musim beruntun.
  • Hanya lima tim abad ke-21 yang mampu tampil di final Liga Champions secara beruntun: Manchester United, Bayern Munich, Real Madrid, Liverpool, dan kini PSG.
  • PSG akan menghadapi Arsenal di final 2026, laga yang mempertemukan juara bertahan dengan tim Inggris yang kembali ke partai puncak setelah dua dekade.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil melaju ke final Liga Champions Eropa 2025/2026. Bertamu ke markas Bayern Munich di Allianz Arena, Jerman, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB, PSG imbang 1-1. Meski berakhir sama kuat, PSG berhak ke final berkat keunggulan agregat 6-5.

Berstatus juara bertahan, PSG mampu kembali menjejakkan kaki di partai final pada musim ini. Sejak abad ke-21, tidak banyak tim yang melakukannya. Termasuk PSG, hanya ada lima tim yang berhasil back-to-back ke final Liga Champions. Siapa saja dan seperti apa hasilnya?

1. Manchester United juara Liga Champions 2008 meski mengalami kekalahan pada final 2009

Manchester United mengalami era keemasan di sepak bola Eropa pada 2007–2011. Namun, pencapaian gemilang mereka adalah menembus final Liga Champions pada 2008. Setelah juara pada 1999, Manchester United baru kembali ke partai puncak lagi setelah 9 tahun.

Pada final, Manchester United menghadapi Chelsea. Pasukan Sir Alex Ferguson meraih kemenangan dramatis melalui adu penalti. Setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal dan extra time, Manchester United berhasil juara usai menang 6-5 pada babak adu tos-tosan. 

Berstatus juara bertahan di Liga Champions 2008/2009, Manchester United mampu menjaga konsistensinya hingga kembali menembus final. Sayangnya, Manchester United tak mampu menundukkan Barcelona yang kala itu diasuh Pep Guardiola. Manchester United gagal mempertahankan trofi Si Kuping Besar setelah menderita kekalahan 0-2 dari Barcelona.

2. Bayern Munchen menebus kegagalan final 2012 dengan juara pada 2013

Bayern Munich menembus final dua kali beruntun bersama Jupp Heynckes. Pada 2012, Bayern Munich melawan Chelsea dengan keuntungan final yang dihelat di Allianz Arena, Jerman. Sayangnya, Bayern Munich justru mengalami kekalahan. Pada waktu normal, kedua tim imbang 1-1. Bayern Munich lalu kalah dari Chelsea via adu penalti dengan skor 3-4. 

Kegagalan tersebut membuat Bayern Munich berambisi menebusnya pada 2012/2013. Bayern Munich berhasil kembali ke final. Kali ini, lawan yang dihadapi adalah sesama tim Jerman, Borussia Dortmund. Der Klassiker tersaji pada laga yang dihelat di Wembley Stadium, Inggris. Kendati menghadapi rival klasik senegara, Bayern Munich tetap mendapatkan kesulitan. 

Borussia Dortmund kala itu menembus final bersama Juergen Klopp. Namun, Bayern Munich lebih berpengalaman di final dengan Heynckes. Setelah kegagalan musim sebelumnya, Bayern Munich berhasil melakukan penebusan dengan menjuarai Liga Champions. Bayern Munich juara untuk yang kelima kalinya setelah mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 2-1.

3. Real Madrid digdaya dengan juara Liga Champions dua kali beruntun pada 2016 dan 2017

Real Madrid menunjukkan statusnya sebagai Raja Liga Champions. Setelah buka puasa gelar juara pada 2014, Real Madrid kembali menapaki final pada 2016. Kala itu, Real Madrid dilatih oleh Zinedine Zidane. Real Madrid merengkuh trofi kesebelas dengan susah payah.

Pada final yang berlangsung di San Siro, Italia, Real Madrid menghadapi Atletico Madrid. Bertarung dengan rival sekota, Real Madrid bermain imbang 1-1 pada waktu normal dan tambahan. Pemenang kemudian ditentukan via adu penalti. Real Madrid berhasil menang 5-3. 

Real Madrid lalu berhasil back-to-back ke final pada 2017. Kali ini, Real Madrid bentrok kontra Juventus. Sebagai juara bertahan, Real Madrid mendapatkan ujian berat sebelum bermain. Sebab, Juventus ke final dengan status tak terkalahkan sejak fase grup. Namun, Real Madrid mengukuhkan statusnya dengan menghajar Juventus 4-1 untuk mempertahankan gelar juara.

4. Sempat kalah di final 2018, Liverpool sukses merengkuh trofi Liga Champions keenam pada 2019

Liverpool menjadi kekuatan baru ketika ditangani oleh Juergen Klopp. Setelah 3 musim absen dari Liga Champions, Liverpool menggebrak pada 2017/2018. Liverpool tampil menjanjikan hingga bisa menembus final. Sayangnya, perjuangan mereka antiklimaks dengan gagal juara.

Kegagalan tersebut tidak terlepas dari lawan yang dihadapi. Real Madrid menjadi batu sandungan bagi Liverpool. Tim Ibu Kota Spanyol mengusung misi hattrick juara Liga Champions. Sejatinya, duel berlangsung ketat pada awal laga. Namun, Liverpool akhirnya harus mengakui keunggulan Real Madrid setelah menderita kekalahan 1-3 pada final. 

Final musim sebelumnya menjadi bekal Liverpool berkompetisi di Liga Champions 2018/2019. Dengan skuad lebih matang, mereka mampu kembali ke final. Ini termasuk comeback di semifinal ketika kalah dari Barcelona 0-3 hingga membalikkan keadaan menjadi 4-3 untuk lolos ke final. Pada partai puncak, Liverpool menghadapi Tottenham Hotspur. Bertemu dengan sesama tim Inggris, Liverpool tanpa kesulitan berarti dan menang meyakinkan dengan skor 2-0.

5. PSG menjuarai Liga Champions pertama pada 2025 dan kembali ke final pada 2026

PSG menorehkan prestasi di Liga Champions 2024/2025. Setelah perjuangan panjang, tim Ibu Kota Prancis akhirnya meraih trofi Si Kuping Besar perdana. Pada final yang berlangsung di Allianz Arena ini, PSG menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0. 

Pada 2025/2026, PSG kembali mencapai babak final. Meski sempat kesulitan pada awal kompetisi, PSG bisa membuktikan statusnya sebagai juara bertahan. Mereka berhasil melewati play-off fase gugur hingga semifinal tanpa kekalahan. Kini, mereka berpeluang besar mempertahankan gelar juara sekaligus merengkuh trofi untuk yang kedua kalinya. 

PSG akan menghadapi Arsenal di partai final. Arsenal punya ambisi kuat juara setelah 20 tahun baru kembali ke final. Terlebih lagi, Arsenal mengincar trofi Liga Champions perdananya. PSG yang punya lini serangan tajam mesti menaklukkan solidnya barisan pertahanan Arsenal. Dengan kondisi tersebut, mampukah PSG mempertahankan trofi Si Kuping Besar?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More