Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Masa Bodoh Iran Main atau Mundur dari Piala Dunia 2026

Trump Masa Bodoh Iran Main atau Mundur dari Piala Dunia 2026
potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (whitehouse.gov)
Intinya Sih
  • Donald Trump menyatakan tidak peduli apakah Iran akan tampil atau mundur dari Piala Dunia 2026, bahkan menyebut Iran sebagai negara yang sudah kehabisan tenaga menghadapi tekanan AS-Israel.
  • Federasi Sepak Bola Iran mengaku kesulitan menyiapkan tim karena harus bermain di wilayah Amerika Serikat, dan tengah mempertimbangkan opsi mundur dari turnamen tersebut.
  • Kapten tim nasional Iran, Mehdi Taremi, menyatakan siap meninggalkan karier sepak bolanya untuk ikut berjuang di medan perang demi membela negaranya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan yang meremehkan terkait partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Di tengah konflik militer yang memanas, Trump mengaku masa bodoh jika Iran main atau tidak di Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara, yakni AS, Meksiko, dan Kanada. Ironisnya, jauh sebelum pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran, Team Melli yang tergabung di Grup G sudah dijadwalkan memainkan sejumlah laga di California, Amerika Serikat.

1. Seperti apa respons Trump?

Trump tidak keberatan jika Iran tetap menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam demi tampil di Piala Dunia 2026. Alih-alih melarang atau khawatir, Trump justru memandang Iran sebelah mata.

Presiden berusia 79 tahun itu bahkan menyebut Iran sudah kehabisan tenaga menghadapi gempuran AS-Israel. Di mata Trump, Iran sudah selesai.

"Saya benar-benar tidak peduli. Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak. Mereka sudah kehabisan tenaga," kata Trump dikutip dari BBC.

2. Iran dilaporkan sedang mempertimbangkan mundur

Kondisi Iran memang tidak ideal, karena harus bermain di markas musuh. Tim asuhan Amir Ghalenoei akan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta Mesir di Seattle, yang semuanya merupakan wilayah AS.

Dengan eskalasi yang terus meningkat, Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengakui sulit untuk menyiapkan tim untuk Piala Dunia. Federasi bersama pemerintah dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah terbaik terkait partisipasi Iran.

"Jauh dari harapan kami untuk bisa menatap Piala Dunia dengan penuh optimisme," ujar Taj.

3. Kapten Iran justru mau turun ke medan perang

Di sisi lain, Kapten Iran, Mehdi Taremi justru ingin mengambil langkah ekstrem. Bomber veteran berusia 33 tahun yang tengah menjadi tumpuan gol Olympiakos itu siap gantung sepatu demi terjun ke medan perang.

"Ini adalah momen ketika negara paling membutuhkan saya," ujar Taremi dikutip dari Haberler.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More