Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wasit Tak Bisa Langsung Setop Laga daat Suporter Ricuh, Kenapa?
Situasi Persita vs Persija di Super League 2026/27. (Dok. Istimewa)
  • Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menyebut wasit tidak selalu bisa langsung menghentikan laga saat suporter ricuh, karena keputusan bergantung pada tingkat bahaya dan koordinasi keamanan.

  • Jika kericuhan di tribune tidak terlihat wasit, ofisial keempat menyampaikan informasi dari match commissioner atau petugas keamanan agar wasit dapat mempertimbangkan penghentian pertandingan.

  • Keselamatan menjadi prioritas dalam penanganan kericuhan, yang juga mengganggu konsentrasi pemain; keputusan lanjut atau berhenti memerlukan koordinasi seluruh ofisial dan petugas keamanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa menjelaskan mekanisme penghentian pertandingan ketika terjadi kericuhan suporter di stadion. Wasit tak bisa langsung menghentikan laga.

Menurut Ogawa, keputusan penghentian laga tidak hanya bergantung pada wasit, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi keamanan serta koordinasi dengan ofisial pertandingan dan petugas keamanan.

"Tentu saja, kalau ada masalah keamanan yang sangat berbahaya, terkadang para suporter juga melempar botol atau benda lainnya. Pada saat itu, wasit harus menghentikan pertandingan," ujar Ogawa di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

1. Ofisial keempat berperan menyampaikan informasi kericuhan

Ricuh suporter saat laga PSIS Semarang VS PSS Sleman di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (3/12/2023). (IDN Times/bt/Anggun P)

Ogawa menjelaskan, situasinya bisa berbeda ketika kericuhan terjadi di tribune dan tidak diketahui secara langsung oleh wasit di lapangan. Dalam kondisi tersebut, wasit membutuhkan informasi dari ofisial pertandingan.

Ia menyebut, ofisial keempat dapat berperan sebagai penghubung untuk menyampaikan informasi mengenai situasi berbahaya kepada wasit. Dengan begitu, potensi ancaman terhadap keselamatan dapat segera ditindaklanjuti.

"Kalau wasit tidak bisa mengenali situasinya, tidak ada kesempatan untuk menghentikan pertandingan. Namun, jika ada situasi yang benar-benar berbahaya, wasit bisa mendapatkan informasi melalui ofisial keempat, kemudian pertandingan dihentikan," kata Ogawa.

2. Keselamatan menjadi prioritas utama

Suporter Persikab dan PSIM ricuh usai pertandingan, Minggu (28/8/2022) (IDN Times/Tino)

Selain informasi dari ofisial keempat, laporan match commissioner dan petugas keamanan juga menjadi pertimbangan penting ketika kondisi stadion dinilai sudah tidak terkendali.

Ogawa menegaskan, apabila petugas keamanan atau match commisioner menilai situasi berbahaya dan meminta pertandingan dihentikan, informasi tersebut harus disampaikan kepada wasit melalui ofisial keempat.

"Jika menerima informasi dari match commissioner atau petugas keamanan yang meminta ofisial keempat menyampaikan kepada wasit untuk menghentikan pertandingan karena situasinya berbahaya, maka hal itu harus diperhatikan sebab, yang terpenting adalah keselamatan," tuturnya.

3. Kericuhan pasti mengganggu jalannya laga

Suporter memadati Stadion Jatidiri Semarang saat laga Java United vs Borneo FC di Championship 2026/2027. (dok. JUFC)

Bagi Ogawa, kericuhan suporter bukan sekadar persoalan keamanan di luar lapangan. Insiden tersebut juga dapat mengganggu jalannya pertandingan karena pemain akan kesulitan berkonsentrasi.

"Para suporter saling berkelahi. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana para pemain bisa fokus bermain? Ini juga berbahaya," ucap Ogawa.

Koordinasi antara wasit, ofisial pertandingan, match commissioner, dan petugas keamanan dalam menangani kericuhan di stadion. Keselamatan seluruh pihak harus menjadi pertimbangan utama sebelum pertandingan diputuskan untuk dilanjutkan atau dihentikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article