Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AI Samsung Bisa Bantu Pantau Kesehatan Anabul dengan Foto

AI Samsung Bisa Bantu Pantau Kesehatan Anabul dengan Foto
SmartThings Pet Care digunakan untuk pemeriksaan katarak pada hewan peliharaan (news.samsung.com)
Intinya Sih
  • Samsung memperkenalkan fitur AI di VivaTech 2026 yang mampu menganalisis foto anjing dan kucing untuk mendeteksi tanda penyakit dengan akurasi klaim hingga 97 persen.
  • Fitur ini terintegrasi dalam ekosistem SmartThings melalui layanan Pet Care, namun jadwal peluncuran resmi serta perangkat Galaxy yang kompatibel belum diumumkan.
  • Teknologi ini tidak memerlukan perangkat tambahan, cukup memakai kamera smartphone Galaxy, tetapi hasil analisis AI tetap disarankan dikonfirmasi oleh dokter hewan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Teknologi kecerdasan buatan (AI) terus merambah berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Setelah sebelumnya digunakan untuk membantu memantau kualitas tidur, mengoptimalkan tampilan televisi, hingga mengelola perangkat rumah pintar, kini AI mulai dimanfaatkan untuk membantu pemilik hewan peliharaan. Samsung menjadi salah satu perusahaan yang mencoba membawa teknologi tersebut ke ranah perawatan anjing dan kucing.

Dalam ajang VivaTech 2026 di Paris, Samsung memperkenalkan fitur kesehatan hewan peliharaan yang memanfaatkan AI untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan melalui foto. Inovasi ini menarik perhatian karena tidak memerlukan perangkat tambahan seperti kalung pintar atau kamera khusus. Cukup menggunakan kamera smartphone Galaxy, pengguna dapat memperoleh analisis awal terkait kondisi kesehatan anabul mereka. Jika memang AI Samsung bisa bantu pantau kesehatan anabul dengan foto, bagaimana cara kerjanya? Selain itu, seberapa besar manfaat yang bisa ditawarkan bagi para pemilik hewan peliharaan?

1. AI Samsung dapat menganalisis foto anjing dan kucing untuk mendeteksi tanda penyakit

SmartThings Pet Care digunakan untuk pemeriksaan katarak pada hewan peliharaan
SmartThings Pet Care digunakan untuk pemeriksaan katarak pada hewan peliharaan (news.samsung.com)

Fitur kesehatan hewan peliharaan ini dikembangkan Samsung bersama Lifet, sebuah startup yang bergerak di bidang kesehatan hewan. Lifet merupakan bagian dari program inkubasi eksternal Samsung yang mendukung pengembangan berbagai inovasi berbasis teknologi. Kolaborasi tersebut menghasilkan sistem yang mampu memanfaatkan AI untuk membantu mendeteksi gejala penyakit pada hewan peliharaan.

Cara penggunaannya terbilang sederhana. Pemilik cukup mengarahkan kamera HP Galaxy ke anjing atau kucing mereka lalu mengambil foto. Setelah itu, AI akan menganalisis gambar untuk mencari tanda-tanda beberapa gangguan kesehatan seperti penyakit gigi, patellar luxation atau dislokasi tempurung lutut, dan katarak. Lifet mengklaim layanan analisis yang mereka kembangkan memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen, meski angka tersebut merupakan klaim perusahaan dan bukan hasil pengujian resmi yang dipublikasikan Samsung.

2. Fitur kesehatan hewan ini terintegrasi dengan ekosistem SmartThings

SmartThings Samsung
SmartThings Samsung (samsung.com)

Samsung mendemonstrasikan teknologi ini sebagai bagian dari ekosistem SmartThings melalui layanan Pet Care. Integrasi tersebut menunjukkan ambisi perusahaan untuk menjadikan pemantauan kesehatan hewan sebagai salah satu layanan yang terhubung dengan perangkat pintar di rumah. Artinya, pengguna dapat mengakses berbagai fitur dalam satu ekosistem yang saling terkoneksi.

Meski sudah diperkenalkan ke publik, Samsung masih belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi fitur tersebut. Perusahaan juga belum menjelaskan perangkat Galaxy mana saja yang akan mendukung layanan ini ketika tersedia nanti. Selain itu, informasi mengenai pasar atau negara yang akan menjadi lokasi peluncuran perdana juga masih belum diungkapkan.

3. Pemantauan kesehatan anabul tidak memerlukan perangkat tambahan

Samsung Galaxy S26 Ultra
Samsung Galaxy S26 Ultra (samsung.com)

Pasar pemantauan kesehatan hewan (pet health detection) peliharaan saat ini banyak diisi oleh produk berbentuk perangkat khusus. Beberapa di antaranya berupa pelacak aktivitas yang dipasang pada kalung hewan, sementara lainnya mengandalkan kamera pintar dengan biaya langganan tertentu. Solusi semacam ini memang menawarkan berbagai fitur, tetapi sering kali membutuhkan investasi tambahan dari pemilik hewan.

Samsung mengambil pendekatan yang berbeda melalui SmartThings Pet Care. Fitur ini dirancang agar dapat berjalan menggunakan perangkat yang sudah dimiliki pengguna, yaitu smartphone Galaxy. Tidak ada kebutuhan untuk membeli perangkat keras tambahan maupun berlangganan layanan khusus. Pendekatan tersebut berpotensi membuat teknologi pemantauan kesehatan hewan menjadi lebih mudah dijangkau oleh lebih banyak pemilik anabul.

4. Hasil analisis AI tidak menggantikan diagnosis dokter hewan

ilustrasi manusia berhadapan dengan layar AI
ilustrasi manusia berhadapan dengan layar AI (freepik.com/rawpixel.com)

Meski menawarkan kemudahan dan potensi manfaat yang besar, Samsung menegaskan bahwa teknologi ini bukan pengganti diagnosis profesional dari dokter hewan. Hasil analisis AI hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya masalah kesehatan. Jika ditemukan indikasi tertentu, pemilik tetap disarankan membawa hewan peliharaan mereka ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Inovasi AI Samsung bisa bantu pantau kesehatan anabul dengan foto menunjukkan bahwa AI mulai digunakan untuk membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih dini, termasuk pada hewan peliharaan. Namun, efektivitasnya masih akan bergantung pada akurasi di dunia nyata dan bagaimana Samsung mengintegrasikannya ke dalam ekosistem SmartThings. Jika mampu memenuhi ekspektasi tersebut, teknologi ini berpotensi menjadi alat yang berguna bagi para pemilik anabul yang ingin lebih cepat mengenali perubahan kondisi hewan kesayangannya. Apakah fitur seperti ini nantinya akan menjadi bagian penting dari cara kita merawat hewan peliharaan di era AI?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More