Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan HP Gaming Kurang Cocok Buat Harian, Bobot Berat!
ilustrasi HP gaming (unsplash.com/Itadaki)
  • HP gaming dirancang khusus untuk performa bermain game, namun kurang ideal untuk aktivitas harian karena bobot berat, bodi tebal, dan desain yang tidak ergonomis.
  • Kualitas kamera HP gaming cenderung rendah dengan hasil foto flat dan fitur terbatas, membuatnya kalah dibanding HP konvensional dalam hal fotografi dan kreativitas visual.
  • Fitur produktivitas minim serta masa dukungan software singkat menjadikan HP gaming kurang efisien untuk pekerjaan atau penggunaan jangka panjang di luar kebutuhan gaming.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peran HP gaming sudah sangat jelas, yaitu sebagai perangkat yang secara khusus digunakan untuk bermain game. HP gaming bisa memaksimalkan visual, FPS, bahkan memiliki segudang fitur untuk memperlancar gaming. Semua hal tersebut membuat HP gaming kurang cocok buat harian.

Sebab, HP gaming tak dirancang untuk mengakomodasi kegiatan sehari-hari atau membantu pekerjaan profesional. HP gaming juga tak peduli soal kemampuan kamera, jadi hasil foto dan videonya terbilang buruk jika dibandingkan dengan HP konvensional. Mau tahu lebih dalam kenapa HP gaming kurang cocok buat harian? Di bawah ini pembahasan lengkapnya!

1. HP gaming punya bobot yang berat

ilustrasi HP gaming (unsplash.com/Andrey Matveev)

HP harian biasanya memiliki bodi yang ramping, tipis, dan bobot ringan. Ketiga aspek tersebut sangat penting agar penggunaan makin nyaman dan tangan tak cepat pegal ketika digunakan menggenggam HP dalam waktu lama. Sayangnya, HP gaming jauh dari kata ringan dan tipis. Dilansir GSMArena, kebanyakan HP gaming seperti ASUS ROG dan ZTE REDMAGIC punya bobot sekitar 200-239 gram. Bodinya juga tebal di 8-10 milimeter. Di sisi lain, HP konvensional biasanya hanya setebal 6-8 milimeter dan bobotnya tak lebih dari 160-200 gram.

2. Kualitas kamera HP gaming terbilang buruk

ilustrasi HP gaming (unsplash.com/Itadaki)

HP gaming tak pernah mengedepankan kualitas kamera. Mau itu foto atau video pasti kalah dari HP konvesional. Konfigurasi kameranya juga tak lengkap karena biasanya HP gaming hanya dilengkapi kamera utama, selfie, dan ultrawide tanpa telephoto. Berdasarkan pengetesan, HP gaming cenderung punya foto dengan warna yang flat, HDR-nya sempit, dan hasil fotonya penuh dengan noise.

Beberapa HP gaming juga mengusung teknologi under display camera (UDC) di kamera depan. Alhasil, jepretannya kurang tajam dan terdapat efek asap di tiap foto. Resolusi kamera dan ukuran sensornya juga kecil sehingga penangkapan cahaya kurang optimal. Daripada untuk berkreasi, kamera di HP gaming lebih cocok digunakan untuk dokumentasi.

3. HP gaming punya layar yang terlalu besar

ilustrasi HP gaming (unsplash.com/Amanz)

Layar besar menjadi aspek yang penting bagi HP gaming karena bisa memberikan pengalaman visual yang iimersif saat digunakan bermain game. Biasanya, HP gaming memiliki bentang layar sekitar 6,7 hingga 6,8 inci. Karena sangat besar kamu akan sulit untuk menggunakan HP gaming dengan satu tangan. Jarimu tak akan mampu menjangkau semua sudut layar dengan mudah. Dalam penggunaan harian, hal tersebut cukup merepotkan karena kamu tak bisa menggunakan HP dengan fleksibel dan efisien. Jika ingin lebih nyaman, kamu harus menggunakan HP dengan dua tangan.

4. HP gaming tak memiliki banyak fitur produktivitas

ilustrasi HP gaming (unsplash.com/Itadaki)

HP konvensional biasanya dilengkapi fitur produktivitas yang lengkap. Ada fitur AI, terjemahan bahasa asing, fitur edit foto, hingga fitur untuk scanning dokumen. Beberapa HP juga dirancang untuk mempermudah multitasking sehingga menawarkan fitur split screen canggih atau sistem yang mampu memaksimalkan penggunaan aplikasi di latar belakang.

Sebaliknya, fitur di HP gaming benar-benar dimaksimalkan untuk game. Dilansir laman resmi ASUS, ASUS ROG Phone 9 Pro punya AniMe Play, yaitu layar LED di back door. Laman resmi REDMAGIC juga menerangkan bahwa REDMAGIC 11 Pro dilengkapi fitur liquid cooling. Ada juga Infinix GT 50 Pro yang punya shoulder trigger. Semua fitur tersebut sama sekali tak berpengaruh pada produktivitas pengguna.

5. HP gaming biasanya punya update software yang singkat

ilustrasi HP gaming (unsplash.com/Amanz)

Salah satu kelemahan HP gaming adalah update software yang singkat. Kebanyakan HP gaming hanya menjanjikan update software selama 2-4 tahun. HP konvensional berani menjanjikan update software yang jauh lebih panjang, yaitu 5-7 tahun. Update software yang pendek membuat masa pakai HP gaming lebih singkat dari HP konvesional. Jika tidak mendapat update HP gaming juga makin rawan terkena virus dan risiko kebocoran data semakin tinggi.

Meski punya spesifikasi rata kanan bukan berarti HP gaming cocok buat harian. Sebelum memutuskan beli HP gaming untuk harian kamu harus berkompromi dengan banyak kekurangan di berbagai sektor. Jika tak masalah dengan kekurangannya, maka HP gaming bisa cocok buat kamu. Namun, jika kekurangannya terlalu besar sebaiknya kamu beralih ke HP konvensional yang lebih all rounder.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article