5 Fitur Baru yang Diharapkan Hadir dalam Hogwarts Legacy 2

- Warner Bros. mengonfirmasi Hogwarts Legacy 2 sedang dikembangkan, setelah kesuksesan game pertama yang memungkinkan pemain menjelajahi Hogwarts, mempelajari mantra, dan terbang dengan sapu.
- Sekuel ini diharapkan menghadirkan konsekuensi moral sihir gelap, Quidditch yang dapat dimainkan, serta rutinitas murid Hogwarts seperti kelas, tugas, kegiatan asrama, dan waktu bersama teman.
- Fitur yang diharapkan juga mencakup companion lebih aktif serta pilihan pemain yang memengaruhi cerita dan akhir permainan; Hogwarts Legacy 2 diperkirakan rilis pada 2027 atau 2028.
Penggemar Harry Potter tampaknya kini sedang dimanjakan. Selain serial remake dari HBO yang akan segera tayang, Warner Bros. Juga sudah mengonfirmasi sekuel Hogwarts Legacy sedang dalam masa pengembangan. Kesuksesan Hogwarts Legacy membuka peluang besar bagi Warner Bros. untuk membawa pengalaman menjadi penyihir ke level berikutnya.
Game pertama sudah memberikan kesempatan untuk menjelajahi Hogwarts, mempelajari berbagai mantra, terbang menggunakan sapu, dan berinteraksi dengan murid lain. Namun, masih ada sejumlah elemen dari dunia Harry Potter yang belum bisa diwujudkan secara maksimal. Lantas, fitur apa saja yang diharapkan hadir dalam Hogwarts Legacy 2?
1. Sistem moralitas yang lebih berpengaruh

gameplay Hogwarts Legacy (dok. Warner Bros. Games/Hogwarts Legacy) Salah satu hal yang cukup aneh di Hogwarts Legacy adalah kebebasan pemain menggunakan sihir gelap tanpa konsekuensi yang berarti. Karakter yang dimainkan dapat mempelajari tiga Unforgivable Curses, termasuk Avada Kedavra, tetapi penggunaan mantra tersebut tidak memberikan perubahan besar terhadap jalan cerita. Sekuelnya bisa memberikan konsekuensi lebih jelas terhadap setiap pilihan. Murid yang gemar menggunakan sihir terlarang mungkin mendapat reputasi buruk atau dijauhi karakter tertentu, sementara mereka yang mengikuti aturan bisa mendapatkan perlakuan berbeda dari guru dan teman-temannya.
2. Quidditch yang bisa dimainkan

gameplay Hogwarts Legacy (dok. Warner Bros. Games/Hogwarts Legacy) Sulit membicarakan kehidupan di Hogwarts tanpa menyebut Quidditch. Sayangnya, olahraga dunia sihir ini justru tidak dapat dimainkan di Hogwarts Legacy, mesk pemain bisa terbang bebas menggunakan sapu dan mengikuti berbagai aktivitas penerbangan. Tentu saja, Hogwarts Legacy 2 akan lebih lengkap jika Quidditch menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Pemain bisa mengikuti seleksi tim, berlatih, lalu bertanding membawa nama asrama masing-masing. Fitur ini bisa dikembangkan sebagai kompetisi yang berlangsung sepanjang tahun ajaran. Jika dieksekusi dengan baik, fitur bermain Quidditch bukan tidak mungkin akan menjadi adiktif bagi para pemain.
3. . Kehidupan sebagai murid Hogwarts lebih terasa

gameplay Hogwarts Legacy (dok. Warner Bros. Games/Hogwarts Legacy) Kastil Hogwarts dan sekitarnya dalam game pertama sangat luas untuk dijelajahi. Namun, aktivitas sebagai murid belum sepenuhnya menjadi pusat pengalaman karena pemain lebih sering meninggalkan sekolah untuk menjalankan berbagai misi di dunia luar. Dalam sekuelnya nanti, gameplay-nya diharapkan bisa memberikan alasan lebih kuat bagi pemain untuk menghabiskan waktu di dalam kastil. Pemain bisa mengikuti kelas, mengerjakan tugas, menghadiri kegiatan House, dan menghabiskan waktu bersama teman sebagai bagian dari rutinitas di Hogwarts.
4. Companion yang lebih aktif

gameplay Hogwarts Legacy (dok. Warner Bros. Games/Hogwarts Legacy) Hogwarts Legacy dipenuhi oleh berbagai karakter menarik sepanjang permainan yang cukup berkesan bagi para pemain. Karakter tersebut seperti Sebastian Sallow, Natsai Onai, dan Amit Thakkar yang membuat pemain penasaran tentang latar belakang mereka. Akan tetapi, interaksi bersama mereka masih cukup terbatas setelah rangkaian quest masing-masing selesai. Sistem companion yang lebih detail dalam sekuelnya nanti diharapkan dapat membuat cerita jauh lebih hidup. Karakter tertentu bisa ikut menjelajah, membantu saat pertarungan, atau memberikan komentar sesuai tempat yang dikunjungi.
5. Pilihan pemain untuk mengubah cerita

gameplay Hogwarts Legacy (dok. Warner Bros. Games/Hogwarts Legacy) Sebagai sebuah game RPG, Hogwarts Legacy sebenarnya memiliki ruang besar untuk menghadirkan cerita bercabang. Pemain sudah diberikan sejumlah pilihan dialog, tetapi dampaknya terhadap keseluruhan cerita masih relatif terbatas. Hogwarts Legacy 2 bisa membawa konsep itu lebih jauh. Artinya, keputusan pemain dapat menentukan siapa yang menjadi teman, bagaimana konflik diselesaikan, atau seberapa dekat karakter dengan ilmu sihir gelap. Cerita utama nantinya bisa memiliki beberapa kemungkinan akhir yang membuat pengalaman bermain untuk kedua kalinya menjadi lebih menarik.
Hogwarts Legacy 2 masih menyimpan banyak misteri karena Warner Bros. belum mengungkap detail gameplay secara lengkap. Jika lima fitur tersebut nantinya hadir, sekuelnya berpeluang memberikan pengalaman Hogwarts yang lebih hidup sekaligus memperkuat sisi RPG yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Sekuel Hogwarts Legacy diperkirakan meluncur pada 2027 atau 2028.


















