ilustrasi HP Samsung (pexels.com/Andrey Matveev)
Pengguna HP Samsung menanggung ongkos perbaikan mahal untuk mengatasi masalah green line setelah pembaruan sistem. Perusahaan teknologi itu mengakhiri program pergantian layar gratis pada September 2025. Kondisi itu memicu frustrasi saat pelanggan mengunjungi pusat layanan resmi.
Di India, petugas pusat servis mematok biaya perbaikan setidaknya 21 ribu rupe (Rp3,8 juta) untuk Galaxy Note 20 Ultra. Sementara, pengguna Galaxy S20 Plus menanggung tagihan perbaikan layar 16 ribu rupe (Rp2,9 juta) di luar garansi resmi. Pihak teknisi meminta biaya layanan 11 ribu rupe (Rp2 juta) kepada pengguna lain untuk satu proses penggantian panel.
Banyak pengguna mengeluhkan tagihan mahal Samsung lewat unggahan di media sosial. Mereka menuntut penjelasan resmi terkait anomali visual pada HP premium mereka. Mereka mendesak perusahaan itu mengadakan kembali program perbaikan layar tanpa biaya tambahan.
Singkat kata, tagihan perbaikan mahal memperburuk frustrasi pengguna terhadap masalah green line HP Samsung. Mereka harus merogoh kocek besar untuk memperbaiki masalah yang bermula dari sebuah komponen itu.