Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Samsung Galaxy Z Fold 8 Lebih Menarik daripada iPhone Duo
ilustrasi Samsung Galaxy Z Fold8 (Unsplash/Georgiy Lyamin)
  • Samsung Galaxy Z Fold8 disebut lebih matang karena merupakan generasi kedelapan, dengan penyempurnaan engsel, layar, bobot, dan software dibanding iPhone Duo yang baru debut.

  • iPhone Duo dinilai minim fitur premium karena tanpa Face ID dan kamera telephoto, sementara Fold8 menawarkan pemindai wajah, kamera 50MP, serta varian Ultra dengan zoom optik 3x.

  • Samsung unggul lewat multitasking One UI, pilihan Fold8 Ultra dan Flip8, serta Galaxy AI yang lebih berkembang; iPhone Duo hanya satu konfigurasi dan Apple Intelligence masih dirilis bertahap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apple akhirnya resmi masuk ke pasar HP lipat lewat iPhone Duo. Harganya dimulai dari US$1.999 (Rp36 juta) dan menyentuh US$2.599 (Rp47 juta) untuk varian tertingginya. Ini merupakan momen besar bagi Apple, namun menjadi yang pertama belum tentu berarti menjadi yang terbaik. Di sisi lain, Samsung sudah delapan generasi belajar membuat HP lipat yang benar-benar nyaman digunakan. Ketika yang terbaru seperti Galaxy Z Fold8 disandingkan dengan iPhone Duo, HP garapan Samsung jauh lebih unggul di banyak aspek. Berikut beberapa diantaranya.

1. Sudah delapan generasi, bukan percobaan pertama

ilustrasi Samsung Galaxy Z Fold8 (Unsplash/Georgiy Lyamin)

Samsung Galaxy Z Fold8 merupakan generasi kedelapan dari lini HP lipat Samsung yang dimulai lewat Galaxy Fold pada 2019. Di setiap generasi, Samsung memperbaiki keluhan dari versi sebelumnya, mulai dari engsel yang lebih tipis dan awet, layar yang lebih lega, bodi yang lebih ringan hingga bug software yang semakin sedikit. Hasilnya, sebagian besar masalah sudah dibereskan. Apple di sisi lain, justru baru memulai dari nol. Meski sudah bertahun-tahun menyiapkan Duo, produk perdana hampir selalu memiliki masalah yang bisa mempengaruhi pengalaman penggunaan. Dengan memilih Galaxy Z Fold8, pengguna memilih HP lipat yang punya reputasi, alih-alih taruhan pada produk yang belum teruji.

2. iPhone Duo tidak memiliki Face ID dan kamera telephoto

Untuk HP dengan harga yang jauh dari kata murah, wajar jika pengguna berharap fitur yang lengkap. Namun, Apple menghilangkan dua hal penting di Duo. Pertama, tidak ada Face ID. Apple memilih kembali ke Touch ID di tombol samping, yang mana itu merupakan langkah mundur bagi mereka yang telah menggunakan fitur pemindai wajah sejak 2017. Kedua, kamera belakangnya hanya ada dua di mana masing-masing adalah kamera utama dan ultrawide. Tidak ada kamera telephoto sehingga tidak ada yang namanya dukungan optical zoom. Sementara itu, lewat Galaxy Z Fold8 Ultra, Samsung membawa kamera telephoto dengan kemampuan optical zoom hingga 3x. Galaxy Z Fold8 versi standar memang tidak memiliki kamera telephoto, namun dibekali dua kamera 50MP dibanding dua kamera 48MP milik Duo, plus fitur pemindai wajah untuk membuka kunci.

3. One UI sempurna untuk multiasking

ilustrasi Samsung Galaxy Z Fold8 (Unsplash/Georgiy Lyamin)

Pengalaman bertahun-tahun Samsung juga terlihat di sisi software. One UI memanfaatkan layar bagian dalam Galaxy Z Fold8 yang besar untuk menunjang produktivitas, alih-alih sekadar layar lebar untuk scrolling media sosial. Tersedia taskbar di bagian bawah untuk berpindah aplikasi, dukungan split-screen yang ukurannya bisa diatur dan jendela pop-up yang melayang di atas aplikasi lain. Pengguna bisa menyeret file dari satu aplikasi ke aplikasi lain, membuka tiga jendela sekaligus hingga menyimpan layout favorit untuk digunakan lagi. Dengan aplikasi Goodlock, opsi kustomisasinya pun makin luas. iOS 27 memang membawa fitur split-screen ke Duo untuk pertama kalinya, namun ini juga kali pertama Apple menghadirkan dukungan multitasking di iPhone.

4. Samsung menawarkan lebih banyak pilihan

Apple hanya menjual satu versi HP lipat yaitu iPhone Duo dengan bentuk, ukuran dan spesifikasi yang sama untuk semua orang. Alhasil, jika desain ala paspornya dirasa tidak pas, satu-satunya jalan adalah kembali ke iPhone biasa. Samsung sangat berbeda, di mana Galaxy Fold8 hadir dengan desain ala paspor yang baru, sementara Galaxy Z Fold8 Ultra menawarkan bodi lebih tinggi, layar lebih besar, kamera tambahan dengan sensor lebih besar dan baterai lebih awet. Bagi yang lebih menyukai desain clamshell, tersedia pula Galaxy Z Flip8. Artinya, pengguna bebas memilih bentuk dan fitur yang paling sesuai kebutuhan, alih-alih terpaku pada satu pilihan.

5. Galaxy AI masih jauh di depan Apple Intelligence

ilustrasi Galaxy AI (dok. Samsung)

Sejak hadir pada awal 2024, Galaxy AI terus berkembang. Kemampuannya luas, mulai dari menerjemahkan panggilan secara langsung hingga fitur edit foto dengan kontrol privasi, dan pengguna bisa menyesuaikan pengaturannya. Sebagian besar kemampuan itu bahkan bisa berjalan di HP Samsung berusia dua tahun, yang mana itu jadi kabar baik bagi yang tidak suka ganti HP tiap tahun. Apple Intelligence, sebaliknya, masih mengejar ketertinggalan. Fitur yang dijanjikan dirilis bertahap dan tertunda jauh dari jadwal awal, bahkan lebih dari setahun. Bukan berarti buruk, namun perbedaannya terlihat jelas bila disandingkan langsung. Jika AI menjadi salah satu alasan untuk membeli HP lipat, Galaxy Z Fold8 saat ini menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa alasan mengapa Samsung Galaxy Z Fold8 lebih layak dibeli dibanding iPhone Duo. Tertarik membeli Galaxy Z Fold8 setelah membaca ulasan di atas?

Curated For You

Editorial Team

Related Article