Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Dibalik Mengapa Google Tidak Melanjutkan Lini HP Nexus

4 min read
Alasan Dibalik Mengapa Google Tidak Melanjutkan Lini HP Nexus
Google Nexus (commons.wikimedia.org/Maurizio Pesce)
  • Nexus sempat populer lewat Nexus One, Nexus 4, dan Nexus 5, tetapi pamornya menurun pada generasi akhir seperti Nexus 6, Nexus 5X, dan Nexus 6P.

  • Basis pengguna Nexus didominasi penggemar Android stock yang relatif kecil, sementara konsumen umum lebih memilih merek lain; penjualannya pun tidak menembus pasar massal.

  • Google menghentikan Nexus pada 2016 demi Pixel, agar mengendalikan hardware dan software secara penuh, mengurangi kerumitan kemitraan, serta mendukung strategi perangkat dan AI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi banyak penggemar Android, nama Nexus memiliki tempat tersendiri di HP mereka. Lini HP ini menjadi pintu masuk mereka ke dunia Android yang sederhana, gesit dan tanpa tambahan aplikasi dari brand pihak ketiga. Namun sayangnya pada 2016, Google memutuskan untuk menghentikan Nexus dan beralih ke Pixel yang dirancang dan dibuat oleh tim mereka sendiri. Keputusan itu menimbulkan pertanyaan hingga sekarang yakni mengapa lini HP Android yang begitu dicintai itu malah dihentikan? Untuk mengetahui jawabannya, langsung saja simak ulasan di bawah ini.

  1. 1. Awalnya sukses, tapi lama-lama kehilangan pamor

    Samsung-Galaxy-Nexus-Google-Nexus-channel.jpg
    ilustrasi HP Nexus dari Google (dok. Google)

    Nexus lahir pada Januari 2010 lewat Nexus One buatan HTC, yang dipuji karena performanya yang mumpuni dan desainnya yang ramping. Setelah itu muncul Nexus S buatan Samsung, lalu Galaxy Nexus yang semakin menegaskan keseriusan Google. Puncaknya terjadi pada 2012 dan 2013 lewat Nexus 4 dan Nexus 5 garapan LG. Nexus 4 tampil menarik dengan bodi kaca depan-belakang, di saat Samsung masih setia pada bodi berbahan dasar plastik. Tablet Nexus 7 juga mendapat sambutan hangat dari banyak orang, disusul Nexus Q yang sayangnya gagal di pasaran. Dari situ, antusiasme terhadap lini Nexus mulai surut dan tiga HP terakhirnya yaitu Nexus 6, Nexus 5X dan Nexus 6P, tidak lagi mendapat perhatian sebesar pendahulunya.

  2. 2. Hanya disukai segelintir penggemar

    Penggemar utama lini HP Nexus adalah para pencinta Android murni, yaitu mereka yang menyukai Android versi “stock” atau “vanilla” tanpa modifikasi pihak ketiga. Mereka setia, namun jumlahnya relatif kecil. Pada masa itu, konsumen awam cenderung kurang memahami perbedaan antara UI buatan brand seperti HTC Sense dan Android bawaan Google, sehingga mereka lebih memilih HP brand lain ketika ingin ganti HP. Akibatnya, penjualan Nexus tidak pernah menembus pasar umum. Menjelang awal 2016, lini HP buatan Google ini hanya menguasai sebagian kecil pasar dan hingga kini, pangsa pasar Google bahkan masih di bawah 5 persen dari total penjualan industri HP.

  3. 3. Google ingin kendali penuh atas hardware

    1108130940b.jpg
    ilustrasi HP Nexus dari Google (dok. Google)

    Alasan terbesar mengapa lini HP Nexus dihentikan adalah keinginan Google untuk memegang kendali lebih besar. Ketika HP Pixel generasi pertama dirilis, Hiroshi Lockheimer selaku Senior Vice President Android menyebut bahwa tim Google bisa membawa Pixel ke tingkat kematangan, kerapian dan kelengkapan yang sulit dicapai jika hanya mengandalkan software. Dengan merancang sendiri hardware-nya, Google bisa memadukan software dan hardware dengan lebih maksimal. Nah, Nexus tidak bisa melakukan hal itu karena setiap HP dibuat oleh brand yang berbeda-beda. Perubahan ini juga bertepatan dengan arah strategi baru Google, di mana mereka memproduksi perangkat sendiri dan menanamkan chip untuk mendukung AI.

  4. 4. Kemitraan dengan brand pihak ketiga rawan bermasalah

    Selama era Nexus, Google bekerja sama dengan brand yang berganti-ganti, mulai dari HTC, Samsung, LG, Motorola hingga Huawei. Skema ini rawan bermasalah karena Google jadi mudah dituduh pilih kasih pada mitra tertentu setiap tahunnya. Lewat Pixel, Google justru bersaing langsung dengan para brand tersebut. Langkah ini jelas tak kalah berisiko, namun Google yakin dominasi Android di pasar global akan menahan para brand agar tidak beralih ke sistem operasi lain. Dengan begitu, Google tetap bisa membuat HP mereka sendiri tanpa kehilangan mitra atau brand pihak ketiga yang membantu Android tersebar lebih luas.

  5. 5. Mematikan sebuah produk atau layanan sudah jadi kebiasaan Google

    alban-uPot_64y5Ac-unsplash.jpg
    ilustrasi perusahaan Google (Unsplash/Alban)

    Mereka yang mengikuti perjalanan Google dari tahun ke tahun menilai dihentikannya Nexus sebagai keputusan yang tidak mengejutkan. Google dikenal tidak ragu mematikan produk yang dianggap tidak cukup menguntungkan atau tidak sejalan dengan strategi mereka. Bahkan ada situs bernama Killed by Google yang mencatat ratusan produk atau layanan yang Google matikan, seperti Google Stadia, Google+, Picasa dan banyak. Untungnya, Nexus setidaknya tidak lenyap begitu saja karena Pixel mewarisi perannya sebagai tempat Google menunjukkan pengalaman Android yang ideal sekaligus menguji untuk fitur-fitur terbarunya.

    Demikian tadi ulasan mengenai alasan mengapa Google menghentikan lini HP Nexus. Pernah menggunakan HP Nexus?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More