Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Strategi Unik Samsung yang Bikin Galaxy Z Fold8 Laris

Strategi Unik Samsung yang Bikin Galaxy Z Fold8 Laris
Samsung Galaxy Z Fold8 (samsung.com)
  • Galaxy Z Fold8 mengusung desain lebih pendek, lebar, dan ringan 201 gram, meski layar utama mengecil menjadi 7,6 inci serta kamera utama turun ke 50 MP.
  • Samsung menurunkan harga awal Fold8 menjadi 1.899,99 dolar AS dan memosisikan spesifikasi tradisional seperti layar 8 inci serta kamera 200 MP pada Fold8 Ultra.
  • Seri Galaxy Z8 meraih 1,44 juta preorder di Korea Selatan, naik hampir 39 persen; sekitar 70 persen memilih Fold8, mendorong Samsung mempertimbangkan tambahan produksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hadirnya Galaxy Z Fold8 justru menjadi kejutan dalam peluncuran generasi terbaru smartphone lipat Samsung. Alih-alih menawarkan spesifikasi yang serba lebih tinggi, Samsung membuat perangkat ini lebih lebar, lebih ringan, bahkan menurunkan harga awalnya. Strategi tersebut ternyata berhasil menarik minat konsumen dan membuat Fold8 mengungguli Galaxy Z Fold8 Ultra dalam penjualan awal.

Di Korea Selatan, seri Galaxy Z8 mencatat 1,44 juta preorder sekaligus meningkat hampir 39 persen dibanding generasi sebelumnya. Hal ini menjadi rekor baru sepanjang smartphone Galaxy. Menariknya, sekitar 70 persen dari total preorder tersebut memilih Galaxy Z Fold8, bukan varian Ultra yang membawa spesifikasi lebih tinggi. Secara global, preorder seri Galaxy Z8 juga meningkat lebih dari 30 persen dibanding generasi sebelumnya, sementara Fold8 menjadi model yang paling banyak diminati di sejumlah pasar.

  1. 1. Galaxy Z Fold8 justru pangkas spesifikasi

    Samsung Galaxy Z Fold8
    Samsung Galaxy Z Fold8 (samsung.com)

    Jika hanya melihat pada uraian spesifikasi yang tercantum dalam situs resmi Samsung, Galaxy Z Fold8 sebenarnya bukan peningkatan yang terlihat spektakuler. Layar utama perangkat ini berukuran 7,6 inci, lebih kecil dibandingkan layar 8 inci pada Fold7. Kamera utamanya juga turun dari 200 MP menjadi 50 MP, sementara kamera telefoto khusus tidak lagi tersedia.

    Namun, Samsung tampaknya tidak menjadikan spesifikasi sebagai daya tarik utama Fold8. Perusahaan justru mengubah bentuk perangkat agar terasa lebih praktis dalam penggunaan sehari-hari. Galaxy Z Fold8 hadir dalam desain yang lebih pendek dan lebar, membawa layar cover 5,5 inci, dan layar utama 7,6 inci yang terbuka pada rasio 4:3.

    Hal tersebut turut membuat Fold8 menjadi smartphone lipat bergaya buku paling ringan yang pernah dibuat Samsung, yakni 201 gram. Bentuk yang lebih lebar membuat perangkat terasa lebih dekat pada smartphone premium konvensional ketika digunakan dalam kondisi tertutup. Pengguna juga tidak lagi harus membuka perangkat hanya ketika membutuhkan layar besar. Perubahan pengalaman tersebut tampaknya menjadi salah satu alasan Fold8 mampu menarik konsumen yang sebelumnya tidak tertarik pada lini Fold. Samsung menyebut jumlah pembeli Fold perempuan berusia remaja hingga 30-an di Samsung.com Korea Selatan meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya.

  2. 2. Samsung mengubah formula menjual perangkat Fold

    Samsung Galaxy Z Fold 7
    Samsung Galaxy Z Fold 7 (samsung.com)

    Strategi Samsung tidak berhenti pada desain. Perusahaan juga mengubah posisi Fold8 dalam jajaran produknya melalui penamaan dan harga yang cukup mengejutkan. Galaxy Z Fold7 sebelumnya dibanderol mulai 2.379.300 won di Korea Selatan dan 1.999,99 dolar Amerika Serikat. Sementara itu, Galaxy Z Fold8 justru hadir mulai 2.278.100 won dan 1.899,99 dolar Amerika Serikat. Artinya, Samsung membuat model Fold generasi terbaru terasa lebih murah dibanding pendahulunya.

    Namun, ada strategi lain di balik penurunan harga tersebut. Samsung memindahkan penerus Fold tradisional ke kelas Ultra melalui Galaxy Z Fold8 Ultra. Model tersebut mempertahankan sejumlah karakteristik yang sebelumnya melekat pada Fold, termasuk layar 8 inci dan kamera utama 200 MP, tetapi harganya ikut naik menjadi mulai 2.577.300 won atau 2.099,99 dolar Amerika Serikat atau setara Rp37,4 juta.

    Berkat strategi ini, Samsung seolah menawarkan dua pilihan berbeda. Konsumen yang menginginkan pengalaman Fold yang lebih ringan, lebar, dan terjangkau diarahkan ke Fold8, sedangkan pengguna yang mengutamakan spesifikasi tinggi dapat memilih Fold8 Ultra. Bahkan, pembeli preorder di Korea Selatan mendapat peningkatan penyimpanan gratis dari 256 GB menjadi 512 GB yang nilainya sekitar 253.000 won.

  3. 3. Fold8 jadi model yang paling banyak diminati

    Galaxy Z Fold8
    Galaxy Z Fold8 (samsung.com)

    Strategi tersebut ternyata menghasilkan respons yang jauh melampaui ekspektasi Samsung. Perusahaan sebelumnya sudah mengalokasikan sekitar 2,8 juta unit Fold8 untuk tahun ini, jumlah yang lebih besar dibanding model Galaxy Z8 lainnya. Setelah preorder melonjak, laporan industri lokal menyebut Samsung berencana menambah sekitar 1 juta unit lagi.

    Kinerja Fold8 juga menarik karena terjadi ketika bisnis MX dan Networks Samsung menghadapi tekanan biaya. Kedua bisnis tersebut mencatat kerugian operasional gabungan sekitar 700 miliar won atau 496 juta dolar (Rp8,8 triliun) pada kuartal kedua, salah satunya akibat kenaikan biaya komponen seperti memori. Di tengah tekanan tersebut, keberhasilan Fold8 menunjukkan bahwa konsumen tidak selalu mencari perangkat yang memiliki spesifikasi paling tinggi. Desain yang lebih sesuai kebutuhan sehari-hari dan harga masuk yang lebih rendah justru dapat menjadi kombinasi yang lebih menarik.

  4. 4. Akankah jadi formula baru untuk meramu pasar smartphone lipat?

    render iPhone Fold
    render iPhone Fold (youtube.com/AppleTrack)

    Keberhasilan awal Fold8 bahkan berpotensi menunjukkan perubahan lebih besar di pasar smartphone lipat. Linda Sui, pendiri sekaligus principal Smart Analytics Global dan mantan kepala pasar perangkat mobile di TechInsights, memperkirakan model foldable berdesain lebar akan menyumbang 44 persen pengiriman global HP lipat tahun ini. Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 65 persen pada 2027.

    Jika proyeksi tersebut terealisasi, desain pendek dan lebar yang sebelumnya dianggap sebagai eksperimen bisa berubah menjadi salah satu format utama HP lipat. Samsung sendiri mungkin tidak menyangka bahwa model yang secara spesifikasi justru memangkas sejumlah fitur akan menjadi bintang utama peluncuran. Namun, Fold8 menunjukkan bahwa mengurangi sesuatu di atas kertas tidak selalu berarti mengurangi nilai sebuah produk.

  5. 5. Apple bakal menelurkan iPhone lipat pertamanya sehingga jadi penentu berikutnya

    bocoran case iPhone 18 Fold
    bocoran case iPhone 18 Fold (weibo.com)

    Kesuksesan Fold8 juga menarik karena Apple diperkirakan akan memperkenalkan iPhone lipat pertamanya pada September mendatang. Perangkat tersebut dikabarkan mengadopsi konsep serupa, yakni desain yang lebih pendek dan lebar dibanding HP lipat bergaya buku tradisional. Kehadiran Apple nantinya dapat menjadi ujian penting untuk melihat apakah keberhasilan Fold8 benar-benar merupakan kemenangan Samsung atau justru tanda bahwa pasar mulai menerima format baru tersebut. Jika konsumen kembali menunjukkan minat tinggi pada desain lebar, keputusan Samsung mengubah formula Fold bisa terbukti sebagai langkah yang lebih besar daripada sekadar strategi satu generasi.

    Tantangan berikutnya justru berada pada harga. iPhone lipat pertama Apple diperkirakan akan dibanderol di atas 2.000 dolar Amerika Serikat (Rp35,6 juta). Bahkan, sejumlah analis memperkirakan harganya bisa mendekati 2.500 dolar Amerika Serikat atau Rp44,7 juta. Jika benar, strategi harga Samsung pada Fold8 bisa menjadi semakin menarik bagi konsumen yang ingin mencoba smartphone lipat tanpa harus masuk ke kelas harga paling premium.

    Pada akhirnya, Samsung tidak memenangkan perhatian lewat memanjakan uraian spesifikasi. Perusahaan justru membuat Galaxy Z Fold8 lebih lebar, lebih ringan, lebih murah, dan secara tidak langsung memindahkan konsep Fold yang lebih tradisional ke kelas Ultra. Strategi yang sekilas terlihat tidak biasa tersebut justru membuat Fold8 menjadi model paling populer dalam keluarga Galaxy Z8 sejauh peluncuran awal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More