Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Galaxy Z Fold8 Bikin Pengguna iPhone Berpaling, Apa Rahasianya?

Galaxy Z Fold8 Bikin Pengguna iPhone Berpaling, Apa Rahasianya?
Samsung Galaxy Z Fold8 (samsung.com)
  • Galaxy Z Fold8 mencatat 1,44 juta pre-order di Korea Selatan dan penjualan global melampaui 5 juta unit; separuh pemesan berusia remaja hingga 30-an, dengan pembelian perempuan meningkat lebih dari dua kali lipat.
  • Pengalaman langsung di toko, bobot 201 gram, serta desain bergaya paspor yang nyaman tertutup dan berlayar luas saat dibuka mendorong sebagian pengguna iPhone memilih perangkat lipat Samsung.
  • Samsung mewujudkan konsep foldable lama melalui material titanium alloy dan struktur lipatan baru yang mengurangi ketebalan serta crease; perusahaan kini perlu membuktikan manfaat jangka panjang dalam penggunaan harian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama bertahun-tahun, iPhone menjadi pilihan populer di kalangan pengguna muda, termasuk perempuan. Namun, Galaxy Z Fold8 mulai mengubah peta tersebut. Smartphone lipat terbaru Samsung ini bukan hanya mencatat rekor pre-order, tetapi juga mulai menarik perhatian pengguna iPhone yang sebelumnya sulit berpaling dari ekosistem Apple.

Di Korea Selatan, Galaxy Z8 mencatat 1,44 juta pre-order, sementara penjualan kumulatif Galaxy Z Fold8 secara global telah melampaui 5 juta unit. Mengutip Media Korea JoongAng Daily, Samsung mencatat separuh pelanggan pre-order berasal dari kelompok usia remaja hingga 30-an, sementara pembelian oleh perempuan dalam kelompok tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya. Lalu, apa yang sebenarnya dilakukan Samsung hingga Galaxy Z Fold8 mampu mengubah pandangan pengguna yang selama ini nyaman memakai iPhone?

  1. 1. Galaxy Z Fold8 bikin pengguna iPhone berpaling

    Samsung Galaxy Z Fold8
    Samsung Galaxy Z Fold8 (samsung.com)

    Perubahan tersebut terlihat di Samsung Store Hongdae, Seoul. Sejumlah remaja perempuan yang datang ke toko langsung menghampiri Galaxy Z Fold8, mencoba melipat dan membukanya, hingga menggunakan perangkat tersebut untuk berswafoto. Ketertarikan mereka justru muncul dari pengalaman melihat dan memegang perangkat secara langsung, bukan sekadar dari spesifikasi yang tercantum dalam materi promosi.

    Seorang perempuan berusia 22 tahun, Jeong Seo-hee, bahkan mengaku sempat berencana membeli iPhone. Namun, setelah mencoba Galaxy Z Fold8, ia berubah pikiran karena merasa perangkat tersebut ringan dan menghasilkan foto yang menurutnya memiliki estetika menarik. Pengalaman langsung tersebut akhirnya membuatnya membatalkan rencana beralih ke iPhone dan memilih HP lipat Samsung.

    Fenomena serupa juga muncul di media sosial. Sejumlah pengguna iPhone yang beralih ke Galaxy Z Fold8 menyebut iPhone mulai terasa seperti “dad phone”, sementara pengguna Apple yang telah bertahun-tahun setia juga mengaku rela meninggalkan iPhone demi perangkat lipat Samsung. Pergeseran ini menunjukkan bahwa Samsung mulai berhasil menarik konsumen yang sebelumnya memiliki keterikatan kuat terhadap Apple.

  2. 2. Desain passport yang bikin Fold8 berbeda

    Konsep passport style pada Galaxy Z Fold8
    Konsep passport style pada Galaxy Z Fold8 (samsung.com)

    Salah satu alasan Galaxy Z Fold8 mampu menarik perhatian pengguna baru adalah desainnya. Samsung merancang perangkat tersebut terinspirasi dari bentuk paspor, sehingga ketika tertutup, smartphone terasa lebih mudah digenggam menggunakan satu tangan. Ketika dibuka, pengguna mendapatkan layar berukuran lebih besar untuk menikmati berbagai konten, sehingga perangkat memiliki fungsi berbeda dalam dua kondisi.

    Galaxy Z Fold8 juga menjadi foldable Samsung paling ringan sejauh ini, yakni 201 gram. Bobot tersebut membuat perangkat terasa lebih praktis dibandingkan generasi foldable sebelumnya yang cenderung identik dengan bodi tebal dan berat. Kombinasi bodi yang lebih tipis dan ringan membuat Galaxy Z Fold8 tidak lagi sekadar terlihat seperti HP eksperimen, tetapi mulai memiliki karakter desain yang mudah dikenali.

    Daya tarik visual tersebut bahkan membuat Galaxy Z Fold8 mendapatkan perhatian ketika digunakan di tempat umum. Seorang pekerja kantoran berusia 28 tahun bermarga Cho mengatakan orang-orang di kafe hingga acara makan bersama sempat menanyakan perangkat yang digunakannya. Menurutnya, ia tidak ingat kapan terakhir kali memiliki smartphone yang mampu menarik perhatian orang lain hanya karena bentuknya.

  3. 3. Saat keinginan memiliki mengalahkan spesifikasi

    Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra
    Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra (samsung.com)

    Ketertarikan terhadap desain tampaknya menjadi faktor penting dalam keputusan konsumen. Ketika 20 perempuan berusia remaja hingga 30-an diminta menyampaikan kesan pertama terhadap Galaxy Z Fold8 di Samsung Store Hongdae, kata-kata seperti “lucu”, “tipis”, “cantik”, dan “menarik” lebih sering muncul dibandingkan pembahasan soal performa. Hal ini memperlihatkan bahwa kesan visual menjadi pintu masuk sebelum konsumen mulai mempertimbangkan spesifikasi.

    Konsumen sering kali tertarik terlebih dahulu pada sebuah produk, kemudian mencari alasan yang mendukung keputusan tersebut. Pola tersebut juga tampaknya berlaku pada smartphone, terutama ketika perangkat menawarkan bentuk yang berbeda dari kebanyakan produk di pasaran. Dalam kasus Galaxy Z Fold8, desain menjadi pemicu awal yang membuat calon pengguna ingin mencoba perangkat tersebut lebih jauh.

    Profesor bisnis dari Sejong University, Kim Dae-jong, menilai Samsung akhirnya berhasil menciptakan rasa “ingin memiliki” yang selama ini menjadi tantangan bagi perusahaan. Menurutnya, keinginan untuk memiliki sebuah produk merupakan titik awal yang penting dalam mendorong penjualan. Galaxy Z Fold8 dinilai berhasil memanfaatkan keinginan konsumen untuk tampil berbeda melalui form factor yang belum umum digunakan.

  4. 4. Apakah desain ini bisa bertahan lama?

    Samsung Galaxy Z Fold8
    Samsung Galaxy Z Fold8 (samsung.com)

    Meski begitu, daya tarik desain belum tentu menjamin kesuksesan dalam jangka panjang. Rasa penasaran terhadap perangkat baru bisa berkurang setelah beberapa minggu atau bulan digunakan. Tantangan Samsung berikutnya adalah memastikan desain tersebut benar-benar memberikan pengalaman yang lebih baik dalam aktivitas sehari-hari.

    Konsep passport-style menjadi penting karena Samsung tidak hanya mengejar bentuk yang unik. Perusahaan berusaha membuat Galaxy Z Fold8 tetap nyaman digunakan saat tertutup, sekaligus memberikan layar luas ketika dibuka. Form factor tersebut dinilai cocok untuk aktivitas seperti menonton YouTube, membaca webtoon, menggunakan e-book, hingga menikmati berbagai konten digital.

    Melalui konsep tersebut, Samsung ingin menjawab pertanyaan lama mengenai alasan seseorang membutuhkan smartphone yang bisa dilipat. Galaxy Z Fold8 tidak hanya menawarkan layar besar ketika dibuka, tetapi juga tetap praktis ketika digunakan dalam kondisi tertutup. Perubahan tersebut membuat fungsi melipat perangkat terasa lebih relevan dibandingkan sekadar menjadi gimmick desain.

  5. 5. Ide lama Samsung akhirnya menjadi nyata

    panel layar Galaxy Z Fold 7 yang ditampilkan pada CES 2026
    panel layar Galaxy Z Fold 7 yang ditampilkan pada CES 2026 (youtube.com/CNET)

    Samsung sebenarnya sudah memimpikan konsep semacam ini sejak lama. Pada CES 2013, perusahaan pernah memperlihatkan visi smartphone berformat 4:3 yang dapat dilipat seperti dompet atau paspor. Namun, teknologi ketika itu belum memungkinkan perangkat dibuat cukup tipis dan ringan untuk digunakan sehari-hari.

    Tiga belas tahun kemudian, konsep tersebut akhirnya diwujudkan lewat Galaxy Z Fold8. Samsung dan Samsung Display menggunakan film berbahan titanium alloy yang diklaim sekitar 20 kali lebih kuat dibandingkan material sebelumnya. Penggunaan material tersebut turut membantu mengurangi ketebalan layar hingga 12 persen.

    Samsung juga mengembangkan pelat titanium baru yang diperkuat menggunakan micro-hole berukuran lebih kecil. Struktur tersebut memberikan dukungan lebih padat di area lipatan sekaligus membantu mengurangi visibilitas crease. Perubahan ini menjadi penting karena garis lipatan merupakan salah satu kelemahan yang sejak lama melekat pada smartphone foldable.

    Menariknya, Samsung kini menghadapi tantangan baru dari Apple. Apple diperkirakan akan memasuki pasar smartphone lipat pada September melalui perangkat yang disebut iPhone Ultra. Kehadiran pesaing baru tersebut berpotensi membuat persaingan desain antara kedua perusahaan semakin sengit, terutama karena Apple akan memasuki kategori yang lebih dulu dikembangkan Samsung.

  6. 6. Setelah Samsung menang di desain, apa berikutnya?

    Ragam rasio aspek pada Samsung Galaxy Z Fold8
    Ragam rasio aspek pada Samsung Galaxy Z Fold8 (samsung.com)

    Galaxy Z Fold8 menunjukkan bahwa persaingan smartphone premium tidak selalu ditentukan oleh siapa yang memiliki spesifikasi paling tinggi. Samsung tampaknya menemukan celah melalui desain yang berbeda, bobot lebih ringan, dan pengalaman penggunaan yang membuat perangkat terasa menarik sejak pandangan pertama. Bahkan, pendekatan tersebut mulai membuat sebagian pengguna iPhone mempertimbangkan untuk meninggalkan ekosistem Apple.

    Namun, tantangan sebenarnya baru dimulai setelah efek “wow” tersebut menghilang. Samsung perlu mempertahankan keunggulan harga, memperkuat ekosistem AI, dan memastikan pengalaman menggunakan perangkat lipat benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang. Jika pengalaman sehari-hari tidak mampu memenuhi ekspektasi, daya tarik desain saja mungkin tidak cukup untuk mempertahankan pengguna.

    Untuk saat ini, Galaxy Z Fold8 setidaknya berhasil melakukan sesuatu yang selama ini sulit dilakukan Samsung yaitu membuat konsumen melihat Galaxy bukan sekadar alternatif dari iPhone, melainkan sebagai perangkat yang ingin dimiliki. Desain “passport” menjadi pembeda yang kuat di tengah bentuk smartphone premium yang semakin seragam. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah pengguna membutuhkan smartphone lipat, tetapi apakah Galaxy Z Fold8 berhasil membuat mereka merasa membutuhkannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More