Under display camera (UDC) merupakan jenis kamera yang ditanamkan di dalam layar smartphone. Sistem tersebut membuat kamera tak terlihat dan memberikan kesan full screen pada layar. Konsep UDC memang terdengar futuristik, canggih, dan nampak seperti masa depan smartphone. Meski begitu, UDC sangat jarang digunakan, lho! Mengapa begitu?
5 Alasan Under Display Camera Jarang Dipakai oleh Smartphone

1. UDC punya kualitas gambar yang buruk
Berdasarkan pengetesan Android Authority, UDC punya kualitas yang sangat buruk jika dibandingkan dengan kamera selfie konvensional. Di kondisi cahaya optimal UDC tak bisa memberikan warna foto yang akurat. Jika diperbesar, detail di UDC juga nampak halus dan terkesan memiliki efek foggy atau berkabut.
Dalam kondisi low light UDC sama sekali tak bisa diandalkan. Fotonya gelap, lensanya sama sekali tak bisa menangkap cahaya, dan objek hampir tidak terlihat. Efek blur juga nampak di foto UDC yang mengesankan foto ditangkap menggunakan kamera berkualitas rendah. Beberapa UDC juga memiliki resolusi kecil seperti 4MP yang membuat hasil fotonya tak cocok untuk dipamerkan di media sosial.
2. Teknologi UDC masih belum sempurna
Laman Screen Shield menjelaskan bahwa UDC dapat tercipta dengan bantuan beberapa teknologi seperti material panel transparan dan penataan piksel khusus pada layar. Semua teknologi tersebut memang terus berkembang, tapi perkembangannya masih belum sempurna dan memiliki banyak kekurangan.
Salah satu contohnya adalah panel yang masih kurang transparan. Hal tersebut membuat cahaya sulit masuk ke lensa dan bikin hasil foto kurang optimal. Teknologi pixel grid di UDC juga belum dioptimalkan sehingga potongan kamera belum sepenuhnya hilang dari layar. Aksesori pendukung seperti screen protector juga tidak dirancang khusus untuk UDC sehingga mengganggu kinerja kamera.
3. Kamera depan punch hole masih sangat populer
Jika membahas popularitas, tentunya UDC masih kalah dari kamera depan punch hole. Kamera depan punch hole memang masih memunculkan satu potongan atau bulatan kecil di layar. Namun, potongan tersebut sangat kecil sehingga tidak mengganggu pengalaman penggunaan. Kualitas foto dan video yang dihasilkan juga jauh lebih baik dari UDC. Semua hal tersebut membuat kamera depan punch hole bisa memberikan keseimbangan antara estetika smartphone dengan hasil gambar yang optimal. Sangat berbeda dengan UDC yang hanya mengedepankan estetika layar.
4. UDC menghambat fungsi tertentu
Karena posisinya yang ada di bawah layar, UDC bisa menghambat berbagai fungsi, salah satunya adalah sistem face recognition. Berbagai sumber menjelaskan bahwa beberapa perusahaan seperti Samsung dan Apple sedang mencoba mengembangkan UDC yang bisa mengoptimalkan face recognition. Mereka mencoba berbagai cara seperti membuat dual UDC hingga mencipatkan jenis kamera baru bernama Polar UDC. Sayangnya, hingga sekarang belum ada perangkat yang berhasil mengimplementasikan face recognition secara sempurna di UDC.
5. UDC hanya cocok buat smartphone gaming dan lipat
Meski memiliki banyak kekurangan tapi masih ada beberapa smartphone yang menggunakan UDC. Dilansir Smartprix, UDC lebih sering digunakan di smartphone gaming seperti ZTE nubia REDMAGIC 9, REDMAGIC 10, hingga REDMAGIC 11 series. Beberapa smartphone lipat seperti Samsung Galaxy Z Fold 3, Galaxy Z Fold 4, dan Galaxy Z Fold 5 juga pakai UDC. Sementara itu, dikabarkan bahwa Apple juga akan mengimplementasikan UDC di smartphone terbaru mereka, yaitu iPhone Fold atau iPhone Ultra.
UDC sebenarnya merupakan teknologi dan inovasi yang sangat revolusioner. Namun, perkembangannya terhitung lambat dan fungsinya sebagai kamera depan masih kurang optimal. Produsen smartphone tentunya tak ingin mengambil risiko dengan menggunakan teknologi yang belum matang. Daripada menggunakan UDC mereka lebih memilih memakai kamera punch hole atau notch.