Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apple Watch Series 12 Resmi Diperkenalkan, Fokus pada Sensor Kesehatan

Apple Watch Series 12 Resmi Diperkenalkan, Fokus pada Sensor Kesehatan
Apple Watch Series 12 (dok. Apple)
  • Apple Watch Series 12 membawa Sistem Pengukuran Kesehatan baru dan chip S11 untuk pemantauan kesehatan.
  • Sensor jantung optik dapat mengukur detak jantung setiap lima detik, sementara VDJ diukur hingga 24 kali lebih sering.
  • Jam tangan ini menawarkan fitur Kesiapan, Pengenalan Bunyi, baterai hingga 24 jam, dan akan segera hadir di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apple resmi memperkenalkan Apple Watch Series 12 dengan fokus utama pada pemantauan kesehatan yang lebih presisi. Generasi terbaru ini membawa Sistem Pengukuran Kesehatan baru dan chip S11 untuk meningkatkan kemampuan pengukuran detak jantung, variabilitas detak jantung, hingga menghadirkan fitur Kesiapan yang memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh pengguna setiap hari.

Apple juga memperbarui cara jam tangan pintarnya memantau kondisi pengguna sepanjang hari. Sensor jantung optik baru kini dapat mengukur detak jantung setiap lima detik, sementara variabilitas detak jantung atau VDJ diukur hingga 24 kali lebih sering untuk memberikan informasi lebih dalam mengenai stres fisiologis dan proses pemulihan tubuh.

Peningkatan tersebut dipadukan dengan baterai hingga 24 jam untuk penggunaan sehari-hari, pemantauan langkah yang diklaim lebih akurat, serta fitur aksesibilitas baru seperti Pengenalan Bunyi. Apple Watch Series 12 tersedia dalam ukuran 42 mm dan 46 mm dengan pilihan material aluminium, titanium, serta keramik, dan akan segera hadir di Indonesia.

  1. Sensor kesehatan baru ukur detak jantung setiap lima detik

    Acara Apple — 9 September 2026_ Memperkenalkan iPhone Duo dan banyak lagi 37-37 screenshot.png
    Apple Watch Series 12 (dok. Apple)

    Apple Watch Series 12 mengalami perubahan cukup besar pada sistem pemantauan kesehatannya. Apple menggunakan Sistem Pengukuran Kesehatan baru yang terdiri dari sensor jantung optik dan elektrik baru, kemudian menggabungkannya dengan chip S11 untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

    Sensor jantung optiknya kini menggunakan LED hijau yang lebih besar sekaligus lebih hemat daya. Konfigurasi tersebut memungkinkan Apple Watch Series 12 melakukan pengukuran detak jantung setiap lima detik sepanjang hari, sementara pengguna dapat melihat informasi detak jantung secara real time melalui aplikasi Detak Jantung yang diperbarui maupun wajah jam baru.

    Apple menyebut kemampuan pengukuran detak jantung tersebut telah dibandingkan melalui studi terhadap lebih dari 1.000 peserta dengan populasi beragam dan sejumlah perangkat wearable terkemuka. Menurut hasil studi yang dicantumkan Apple, Apple Watch mencatat akurasi tertinggi di antara perangkat yang diuji.

  2. Variabilitas detak jantung dipantau lebih sering

    Apple-Watch-Series-12-2up-260909_big.jpg.large_2x.jpg
    Apple Watch Series 12 (dok. Apple)

    Selain detak jantung, Apple memperluas pemantauan variabilitas detak jantung atau VDJ pada Apple Watch Series 12. Metrik tersebut kini dapat diukur hingga 24 kali lebih sering dan tersedia pada bagian khusus di aplikasi Detak Jantung, sehingga pengguna mendapatkan informasi tambahan mengenai respons tubuh terhadap stres dan proses pemulihan.

    Apple membagi informasi VDJ menjadi dua kategori. VDJ Pemulihan ditujukan untuk membantu mengidentifikasi sinyal stres dan pemulihan sehari-hari, sedangkan VDJ keseluruhan digunakan untuk memberikan gambaran kesehatan pengguna secara lebih luas, termasuk informasi yang berkaitan dengan kesehatan jantung.

    Data tersebut juga masuk ke tampilan Tanda Vital. Pengukuran VDJ pemulihan pada malam hari dianalisis berdasarkan baseline pribadi pengguna, sementara tampilan tanda vital siang hari memungkinkan pengguna membandingkan metrik malam dan siang untuk melihat adanya perubahan pada kondisi tubuh mereka.

  3. Fitur Kesiapan membantu membaca kondisi tubuh setiap hari

    Apple-Watch-Series-12-lifestyle-01-260909_big.jpg.large_2x.jpg
    Apple Watch Series 12 (dok. Apple)

    Apple Watch Series 12 memperkenalkan fitur Kesiapan yang menggabungkan sejumlah data kesehatan dan aktivitas pengguna. Sistem ini menganalisis aktivitas terbaru, beban latihan, tanda vital, serta skor tidur untuk memberikan gambaran mengenai kapasitas tubuh pada hari berikutnya.

    Hasil analisis kemudian ditampilkan dalam skor 0 sampai 10 dan dibagi ke dalam rekomendasi Pulihkan Diri, Pelan-Pelan, Siap, atau Lanjutkan. Informasi tersebut ditujukan untuk membantu pengguna mempertimbangkan aktivitas yang akan dilakukan pada hari itu, baik untuk menjalani rutinitas harian maupun menentukan intensitas latihan.

    Skor Kesiapan tidak bersifat statis karena terus diperbarui seiring masuknya data baru sepanjang hari. Apple menyebut algoritme yang digunakan untuk menghasilkan skor tersebut dikembangkan menggunakan data dari Apple Heart and Movement Study dengan keterlibatan ilmuwan olahraga dan dokter di Apple.

    “Apple Watch Series 12 adalah pendamping kesehatan dan kebugaran tercanggih yang pernah kami buat,” tutur Kaiann Drance, Vice President of Worldwide Apple Watch Product Marketing Apple. “Dengan Sistem Sensor Kesehatan baru dan chip S11, Apple Watch Series 12 memberi Anda informasi yang berguna, seperti kesiapan, sehingga Anda bisa memahami cara menjalani keseharian dan menjaga kesehatan Anda dengan lebih baik. Semuanya dikemas dalam desain tipis dan ringan yang menawan, sehingga Anda bisa memakainya sepanjang hari dan malam."

  4. Chip S11 bawa Pengenalan Bunyi dan pemantauan langkah baru

    Chip S11 menjadi fondasi untuk sejumlah kemampuan baru pada Apple Watch Series 12. Apple menyebutnya sebagai chip wearable paling bertenaga milik perusahaan dan memanfaatkannya untuk mendukung Sistem Pengukuran Kesehatan, pemantauan langkah yang diperbarui, hingga fitur yang membantu pengguna tunarungu atau mengalami kesulitan mendengar.

    Salah satunya adalah Pengenalan Bunyi yang memanfaatkan mikrofon Apple Watch untuk mengenali suara penting seperti sirene, alarm, bel pintu, atau tangisan bayi. Pemrosesan berlangsung langsung di perangkat, bahkan ketika iPhone tidak berada di dekat pengguna, sementara chip S11 menggunakan Secure Exclave untuk memproses audio secara terpisah dan langsung menghapusnya setelah digunakan. Apple menyebut sistem tersebut tidak membuat atau menyimpan rekaman audio mentah.

    Chip yang sama turut memungkinkan Shazam mengenali musik yang sedang diputar di sekitar pengguna dan menampilkan judul lagu serta nama artis di Smart Stack. Untuk aktivitas kebugaran, model pedometer juga telah dirancang ulang menggunakan algoritme pembelajaran mesin baru agar pengukuran jarak ketika berjalan atau berlari di dalam ruangan lebih akurat, sementara jumlah langkah dapat dipantau secara real time melalui komplikasi Langkah pada wajah jam.

  5. Baterai hingga 24 jam

    Acara Apple — 9 September 2026_ Memperkenalkan iPhone Duo dan banyak lagi 40-50 screenshot.png
    Apple Watch Series 12 (dok. Apple)

    Daya tahan baterai Apple Watch Series 12 tetap mencapai hingga 24 jam untuk penggunaan sehari-hari. Ketika digunakan untuk olahraga di luar ruangan, baterainya diklaim mampu bertahan hingga 10 jam atau sekitar 25 persen lebih lama dibandingkan model sebelumnya.

    Kecepatan pengisian daya juga ditingkatkan. Pengisian selama 15 menit diklaim dapat memberikan tambahan daya hingga 12 jam, atau 50 persen lebih lama dibandingkan generasi sebelumnya untuk durasi pengisian yang sama.

    Untuk harga, Apple Watch Series 12 dibanderol mulai US$399 (sekitar Rp 6,9 juta). Apple Watch Series 12 tersedia dalam ukuran 42 mm dan 46 mm. Model aluminium hadir dalam warna perunggu gelap, hitam, emas muda, dan abu-abu, sedangkan versi titanium tersedia dalam emas berkilau dan titanium alami. Apple juga menawarkan varian keramik dalam warna putih mutiara dan biru malam, sementara model aluminium kini menggunakan Ceramic Shield 2 yang diklaim 60 persen lebih tangguh dibandingkan Ion-X pada model sebelumnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More