ProArt P16 H7607 (asus.com)
Jika pekerjaanmu berlangsung sekitar satu hari kerja, hasil pengujian 9-14 jam pada ProArt P16 menunjukkan laptop ini berpotensi mencukupi banyak skenario penggunaan tanpa sering mencari stopkontak. Namun, daya tahan aktual tetap bergantung pada aplikasi, kecerahan layar, konektivitas, dan intensitas pekerjaan. Keunggulan MacBook Pro kemudian bukan berarti kamu harus bekerja selama 20 jam tanpa henti. Baterai lebih panjang memberikan margin daya lebih besar ketika kamu bekerja di luar kantor, bepergian, lupa mengisi baterai, atau harus menggunakan laptop hingga malam.
Sebaliknya, ProArt P16 menawarkan karakteristik berbeda. RTX Spark N1X menggabungkan CPU 20-core dan GPU Blackwell RTX 6.144-core, sedangkan memori terpadu tersedia hingga 128GB. ASUS juga menyebut platform ini mampu memberikan performa AI FP4 hingga 1 petaflop dan menjalankan akselerasi CUDA secara native untuk pekerjaan kreatif serta AI lokal. Karena itu, baterai terpanjang bukan satu-satunya parameter. Kamu juga perlu mempertimbangkan apakah aplikasi, performa, dan ekosistem yang tersedia sesuai dengan workflow sehari-hari.
Jadi, apakah baterai laptop 20 jam penting? Jawabannya bergantung pada pola penggunaan. Jika sekitar 10 jam sudah mampu melewati aktivitas harianmu, mengejar angka 20 jam mungkin bukan prioritas utama. Sebaliknya, pengguna yang sering bekerja seharian tanpa akses listrik akan lebih merasakan manfaat daya tahan ekstra. Pada akhirnya, ProArt P16 vs MacBook Pro bukan hanya soal siapa paling awet, tetapi laptop mana yang paling sesuai dengan workflow kamu.