Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bagaimana Produsen Smartphone Merespons Lonjakan Harga RAM?
TECNO Camon 50, smartphone yang terdampak kenaikan harga RAM (instagram.com/tecnoindonesia)
  • Lonjakan permintaan RAM akibat pembangunan infrastruktur AI membuat pasokan menipis dan biaya produksi smartphone meningkat, memaksa produsen mencari strategi bertahan di tengah tekanan pasar global.
  • Banyak produsen seperti Xiaomi, Infinix, dan TECNO menaikkan harga perangkat terbaru untuk menutup margin keuntungan yang tergerus oleh kenaikan harga komponen memori.
  • Beberapa merek memilih memangkas spesifikasi atau menjalin kontrak jangka panjang dengan pemasok chip demi menjaga daya saing serta memastikan ketersediaan RAM di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Permintaan RAM dan storage terus melesat karena pembangunan besar-besaran infrastruktur AI di seluruh dunia. Pasokan RAM untuk gadget pun semakin menipis. Situasi ini memaksa produsen smartphone menghadapi dilema berat. Mereka harus memilih menaikkan harga, memangkas spesifikasi, atau mencari cara lain agar tetap kompetitif. Buktinya, beberapa smartphone keluaran terbaru dari Xiaomi, TECNO, dan Infinix sekarang mengalami peningkatan harga cukup signifikan. 

Produsen RAM utama, seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini lebih berfokus memenuhi pesanan server dan pusat data AI. Dampaknya terasa hingga rantai pasok smartphone menghadapi kenaikan biaya produksi. Dilansir laman International Data Corporation (IDC), berikut adalah respons para produsen smartphone dalam menghadapi krisis RAM.

1. Terpaksa menaikan harga produk hingga beberapa persen

Infinix Note 60 Pro (infinixmobility.com)

Sebagian besar pembuat smartphone menyesuaikan harga untuk menghadapi meroketnya biaya komponen. Biaya komponen RAM kini menyumbang persentase jauh lebih besar dari biasanya. Hal tersebut memaksa harga jual smartphone ikut meningkat. Produsen besar seperti Xiaomi dan Infinix merespons dengan meningkatkan harga perangkat terbaru agar tetap menutup margin keuntungan yang lebih tipis.

Salah satu contohnya adalah TECNO Camon 50 yang ditenagai Helio G200 kini dibanderol seharga Rp3,5 jutaan. Padahal, hampir semua smartphone yang dibekali chipset tersebut pada tahun lalu harganya berada di kisaran Rp2,5 jutaan saja. Tekanan pasar memaksa produsen untuk mempertimbangkan kenaikan harga sebagai langkah realistis, apalagi ketika pasokan RAM sendiri belum menunjukkan tanda-tanda kembali normal dalam waktu dekat.

2. Memangkas spesifikasi untuk menjaga daya saing

Redmi Note 15 (mi.co.id)

Alternatif lain yang diambil oleh sejumlah perusahaan adalah menurunkan spesifikasi beberapa komponen tanpa mengubah harga terlalu drastis. Ketika memori menjadi lebih mahal dan sulit diperoleh, beberapa model smartphone diproduksi dengan RAM lebih kecil. Contohnya ada itel City 200 yang tetap dibanderol seharga Rp1,4 jutaan seperti pendahulunya. Namun, kapasitas RAM-nya dipangkas dari 8/128GB menjadi 4/128GB. 

Langkah ini merupakan cara bertahan dalam pasar yang sangat kompetitif, terutama bagi merek kelas bawah seperti itel.  Mereka memilih fokus pada fitur lain yang dianggap paling menarik bagi konsumen agar perangkat tetap relevan di mata pembeli.

3. Melakukan restrukturisasi produk

ilustrasi kamera smartphone (unsplash.com/@denic)

Beberapa produsen smartphone besar melakukan perubahan pada lini produk untuk menyesuaikan dengan tekanan pasokan memori. Model flagship mungkin tetap mempertahankan RAM besar sebagai daya tarik utama, tetapi varian lebih terjangkau dirancang ulang agar lebih hemat komponen.

4. Kontrak jangka panjang dan kerja sama pasokan

ilustrasi RAM (unsplash.com/@iyussugiharto)

Untuk menjamin stok komponen penting seperti RAM, sejumlah produsen smartphone juga berinvestasi dalam kontrak pengadaan jangka panjang dengan vendor chip. Perjanjian tersebut memberi kepastian alokasi pasokan, meskipun kadang dengan harga relatif tinggi. Langkah ini menunjukkan bahwa beberapa OEM (Original Equipment Manufacturer) bersedia berkomitmen lebih awal agar tidak kalah bersaing oleh rivalnya.

5. Mencari inovasi alternatif dan pengembangan teknologi

ilustrasi RAM (unsplash.com/@possessedphotography)

Menurut informasi yang dimuat di laman IDC pada Desember 2025, beberapa pabrikan mulai melakukan eksplorasi teknologi memori baru untuk mengurangi ketergantungan pada RAM konvensional. Inovasi seperti manajemen memori berbasis komputasi yang lebih cerdas bisa menjadi opsi jangka panjang. Meskipun investasi dan riset tersebut memakan waktu lama, strategi ini memberi harapan lebih besar bagi produsen yang ingin tetap kompetitif ketika pasar RAM mulai stabil. 

Krisis RAM saat ini memaksa produsen smartphone berpikir lebih jauh ke depan. Keberlangsungan industri smartphone kini justru berada di tangan konsumen. Jika konsumen semakin banyak yang malas membeli perangkat baru, maka dampaknya bagi keberlangsungan industri juga akan besar. Menurutmu, apakah smartphone dengan harga lebih mahal saat ini akan tetap laris di pasaran?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team