tampilan minimalis di sisi samping pada HP (pexels.com/webber Amir)
Bagian terakhir yang perlu diperhatikan adalah celah-celah pada bodi HP, termasuk area di sekitar tombol fisik dan sambungan antarkomponen. Sekecil apa pun celahnya, partikel berukuran halus berpotensi masuk apabila perangkat terpapar abu dalam jumlah banyak. Besarnya risiko tentu berbeda pada tiap perangkat karena desain HP tidak sama.
Smartphone yang memiliki konstruksi lebih tertutup dapat memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan perangkat yang memiliki lebih banyak bukaan. Namun, keberadaan sertifikasi ketahanan terhadap debu dan air juga bukan alasan untuk sengaja menggunakan HP di tengah hujan abu. Perlindungan seperti IP67 atau IP68 memiliki batas pengujian tertentu dan tidak berarti perangkat kebal terhadap semua kondisi lingkungan.
Tidak ada satu bagian HP yang bisa disebut pasti paling rentan dalam tiap kondisi saat terkena abu vulkanik. Namun, bagian yang memiliki bukaan langsung kepada lingkungan, seperti porta USB-C, speaker, dan mikrofon, perlu mendapat perhatian lebih karena dapat menjadi jalur masuknya partikel. Sementara itu, kamera, layar, dan bodi HP lebih berkaitan pada risiko goresan atau abrasi, terutama ketika abu yang menempel dibersihkan secara sembarangan. USGS juga mengingatkan, partikel abu vulkanik yang keras dan tajam dapat menggores permukaan ketika digosok atau dibersihkan secara berlebihan.
Jika HP terkena abu vulkanik, jangan langsung panik. Amankan perangkat, perhatikan bagian yang memiliki bukaan, dan jangan asal mengelap permukaannya. Terlebih jika berada di wilayah yang sedang mengalami hujan abu, mencegah paparan sejak awal tetap menjadi langkah yang paling aman.