Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Bagian HP yang Perlu Diperhatikan saat Terkena Abu Vulkanik
ilustrasi abu vulkanik akibat sapuan angin (unsplash.com/Zach Lucero)

Abu vulkanik bukan hanya menjadi masalah bagi pernapasan, melainkan juga menjadi perhatian bagi perangkat elektronik yang kita gunakan sehari-hari. Ketika hujan abu terjadi, smartphone yang sedang dibawa ke luar ruangan berpotensi terkena paparan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak. Kondisi tersebut makin relevan setelah sejumlah gunung api di Indonesia mengalami erupsi secara bersamaan pada Minggu (6/9/2026).

Bagi pengguna HP yang berada di wilayah terdampak, bukan hanya permukaan perangkat yang perlu diperhatikan, melainkan juga sejumlah bagian yang memiliki celah. Mereka berpotensi menjadi tempat masuknya partikel abu. Lantas, bagian HP mana yang perlu diperhatikan saat terkena abu vulkanik?

1. Porta USB-C biasanya terbuka

ilustrasi port USB pada HP (pexels.com/Rahul Pandit)

Porta USB-C menjadi salah satu bagian HP yang perlu diperhatikan ketika perangkat terkena abu vulkanik. Lubang biasanya terbuka terhadap lingkungan sehingga partikel dapat masuk, terutama ketika HP digunakan di tengah kondisi berabu. Abu yang masuk ke porta juga dapat mengganggu koneksi antara konektor USB-C dan perangkat. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak langsung mencolokkan kabel pengisi daya ketika melihat adanya abu atau kotoran di dalam porta.

US Geological Survey (USGS) menjelaskan, abu vulkanik dapat mengganggu perangkat elektronik ketika masuk ke bagian-bagian tertentu. Abu juga memiliki sifat abrasif dan dapat menyebabkan masalah ketika partikel berpindah atau bergesekan dengan komponen perangkat. Jika HP, misalnya, baru saja terkena hujan abu, sebaiknya perangkat diamankan terlebih dahulu. Jangan menggunakan benda tajam untuk mengorek porta karena tindakan tersebut justru berpotensi merusak konektor di dalamnya atau mendorong partikel menjauh dari jalan keluar.

2. Lubang speaker tidak boleh diabaikan

ilustrasi smartphone dan speaker (unsplash.com/Thom Bradley)

Lubang speaker juga menjadi bagian yang tidak boleh luput dari perhatian. Berbeda dari bagian bodi yang tertutup, lubang speaker memiliki bukaan yang memungkinkan suara keluar sehingga terdapat jalur terbuka menuju bagian dalam perangkat. Partikel abu yang masuk ke area tersebut berpotensi mengganggu keluaran suara apabila menumpuk atau menempel pada komponen yang berkaitan dengan speaker. Risiko tersebut tidak berarti tiap HP yang terkena abu akan langsung mengalami masalah audio, tetapi bagian ini tetap perlu diperiksa setelah perangkat terpapar.

Hal serupa menjadi perhatian dalam penelitian mengenai perangkat elektronik yang terpapar abu vulkanik. Penelitian Grant Michael Wilson dari University of Canterbury, Selandia Baru, pada 2011, menemukan, kontaminasi abu dapat mengurangi fungsi sejumlah komponen yang terbuka terhadap lingkungan. Temuan tersebut menunjukkan, bagian perangkat yang memiliki bukaan lebih layak mendapat perhatian ketika berada di lingkungan berabu.

3. Sama seperti mikrofon, lubang mikrofon juga berpotensi rusak terkena abu

ilustrasi lubang mikrofon pada HP bagian bawah (pexels.com/Maddy Jaya)

Selain speaker, lubang mikrofon juga perlu diperhatikan. Mikrofon pada HP membutuhkan bukaan agar dapat menangkap suara, sehingga area tersebut tidak sepenuhnya tertutup dari lingkungan sekitar. Partikel abu yang masuk dan menumpuk di sekitar bukaan mikrofon berpotensi mengganggu kemampuan perangkat menangkap suara.

Dampaknya mungkin baru terasa ketika pengguna melakukan panggilan telepon, merekam suara, atau menggunakan fitur perekaman audio. Karena itu, jangan menganggap lubang mikrofon sebagai bagian kecil yang tidak perlu diperhatikan. Ketika HP berada di lingkungan dengan paparan abu cukup tinggi, apalagi abu vulkanik, seluruh bukaan pada perangkat sebaiknya dijaga agar tidak menjadi tempat masuknya partikel.

4. Kamera dan lensanya mudah terpapar abu

ilustrasi kamera HP (unsplash.com/Jatin Jangid)

Bagian lain yang perlu diperhatikan adalah kamera, terutama permukaan lensa dan celah di sekitar modul kamera. Abu vulkanik memiliki sifat abrasif sehingga menggosok partikel yang menempel pada permukaan kamera secara sembarangan dapat meningkatkan risiko goresan. USGS menjelaskan, partikel abu vulkanik memiliki karakter keras dan abrasif. Ketika permukaan yang terkena abu langsung digosok, partikel tersebut dapat bertindak seperti material pengikis dan meninggalkan goresan pada permukaan tertentu.

Jika terdapat abu di sekitar kamera, pengguna sebaiknya tidak langsung mengusapnya menggunakan kain secara keras. Partikel yang masih menempel perlu ditangani secara hati-hati agar tidak justru bergesekan dengan permukaan lensa. Hal yang sama berlaku untuk layar dan bagian bodi HP. Meski bukan bukaan perangkat, permukaan tersebut tetap berpotensi mengalami goresan jika partikel abu yang keras digosok sembarangan.

5. Perhatikan celah bodi dan tombol yang tipis

tampilan minimalis di sisi samping pada HP (pexels.com/webber Amir)

Bagian terakhir yang perlu diperhatikan adalah celah-celah pada bodi HP, termasuk area di sekitar tombol fisik dan sambungan antarkomponen. Sekecil apa pun celahnya, partikel berukuran halus berpotensi masuk apabila perangkat terpapar abu dalam jumlah banyak. Besarnya risiko tentu berbeda pada tiap perangkat karena desain HP tidak sama.

Smartphone yang memiliki konstruksi lebih tertutup dapat memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan perangkat yang memiliki lebih banyak bukaan. Namun, keberadaan sertifikasi ketahanan terhadap debu dan air juga bukan alasan untuk sengaja menggunakan HP di tengah hujan abu. Perlindungan seperti IP67 atau IP68 memiliki batas pengujian tertentu dan tidak berarti perangkat kebal terhadap semua kondisi lingkungan.

Tidak ada satu bagian HP yang bisa disebut pasti paling rentan dalam tiap kondisi saat terkena abu vulkanik. Namun, bagian yang memiliki bukaan langsung kepada lingkungan, seperti porta USB-C, speaker, dan mikrofon, perlu mendapat perhatian lebih karena dapat menjadi jalur masuknya partikel. Sementara itu, kamera, layar, dan bodi HP lebih berkaitan pada risiko goresan atau abrasi, terutama ketika abu yang menempel dibersihkan secara sembarangan. USGS juga mengingatkan, partikel abu vulkanik yang keras dan tajam dapat menggores permukaan ketika digosok atau dibersihkan secara berlebihan.

Jika HP terkena abu vulkanik, jangan langsung panik. Amankan perangkat, perhatikan bagian yang memiliki bukaan, dan jangan asal mengelap permukaannya. Terlebih jika berada di wilayah yang sedang mengalami hujan abu, mencegah paparan sejak awal tetap menjadi langkah yang paling aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article