Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Game Coffee Talk di Steam buat Teman Waktu Tenang

3 Game Coffee Talk di Steam buat Teman Waktu Tenang
Coffee Talk (dok. Toge Productions/Coffee Talk)
  • Coffee Talk karya Toge Productions menjadi game Indonesia populer di Steam, memadukan simulasi barista dan novel visual dengan kisah personal pelanggan di dunia fantasi alternatif.
  • Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly melanjutkan kafe Seattle pada 2023, menambah bahan minuman rosella dan telang serta sistem barang pelanggan yang memengaruhi cerita.
  • Coffee Talk Tokyo, rilis 2026, memindahkan latar ke Tokyo dengan musik bernuansa lokal dan karakter yokai, sambil mempertahankan gameplay meracik minuman serta mendengarkan pelanggan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Coffee Talk karya Toge Productions merupakan salah satu game Indonesia populer di Steam. Pamornya bukan lagi di tingkat lokal, melainkan melambung ke tingkat internasional. Setelah sukses dengan Coffee Talk pada 2020, dua seri lain bahkan telah menyusul pada 2023 dan 2026. Salah satunya memiliki latar tempat baru yang tentu saja menyuguhkan nuansa berbeda.

  1. 1. Coffee Talk (2020) menawarkan simulasi barista dengan unsur novel visual

    cuplikan Coffee Talk
    cuplikan Coffee Talk (dok. Toge Productions/Coffee Talk)

    Coffee Talk mengawali seri ini pada 2020. Ia menawarkan simulasi barista dengan unsur novel visual. Gameplay-nya sederhana dengan konsep melayani pelanggan, membuat minuman, dan mengobrol dengan mereka.

    Seri pertama mengenalkan publik pada dunia alternatif di mana makhluk fantasi, seperti elf, orc, hingga nekomini, hidup berdampingan dengan manusia di Seattle. Di tengah kota yang ramai itu, berdiri sebuah kafe yang buka setiap malam. Kafe tersebut menyediakan beragam minuman beserta teman mengobrol yang santai.

    Cerita Coffee Talk sendiri serupa cerita sehari-hari. Ia berpusat pada masalah personal para pelanggan. Tiap malam, dari balik bar, pemain yang berperan sebagai barista akan melayani mereka sambil mendengarkan cerita.

    Informasi Game

    Judul: Coffee Talk

    Developer: Toge Productions

    Rilis: 2020

    Harga di Steam: Rp84.999

    Review: Sangat positif

  2. 2. Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly (2023) melanjutkan kafe di Seattle dengan beberapa pembaruan

    Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly
    cuplikan Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly (dok. Toge Productions/Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly)

    Sesuai judulnya, seri ini melanjutkan seri sebelumnya. Namun, ia menawarkan pengalaman bermain yang lain dalam bentuk menu tambahan. Pemain yang berperan sebagai barista dapat menyajikan minuman yang lebih bervariasi.

    Variasi ini hadir berkat hibiscus (rosella) dan blue pea (telang). Dua jenis tanaman berbunga tersebut dapat mengubah warna minuman. Bahkan, mereka turut memengaruhi rasa. Rosella terasa asam mirip cranberry. Telang terbilang ringan, tidak berasa kuat.

    Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly juga mengadopsi sistem sosial yang lebih interaktif. Pelanggan bisa meninggalkan barang mereka. Barisa kemudian boleh menyimpannya dan memberikannya kembali kepada pelanggan. Keputusannya bisa memengaruhi jalan cerita.

    Informasi Game

    Judul: Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly

    Developer: Toge Productions

    Rilis: 2023

    Harga di Steam: Rp99.999

    Review: Luar biasa positif

  3. 3. Coffee Talk Tokyo (2026) berpindah latar tempat ke Tokyo

    cuplikan Coffee Talk Tokyo
    cuplikan Coffee Talk Tokyo (dok. Toge Productions/Coffee Talk Tokyo)

    Dari tiga game Coffee Talk, ini yang paling berbeda. Sebab, latarnya bukan lagi di Seattle, melainkan di Tokyo. Atmosfernya akan terasa baru. Musik santainya bahkan mengikuti nuansa setempat.

    Karakter fantasinya juga tidak lagi berasal dari mitologi Barat. Coffee Talk Tokyo menghadirkan makhluk yang lekat dengan budaya Jepang. Mereka disebut yokai, istilah dalam bahasa Negeri Sakura yang merujuk kepada makhluk supernatural, siluman, roh, atau monster dalam legenda urban di sana.

    Meski begitu, gameplay-nya mirip-mirip. Ia masih dibalut dalam simulasi barista dengan unsur novel visual. Pemain yang tetap berperan sebagai barista akan melayani pelanggan, membuat minuman, dan mendengarkan cerita-cerita tentang keseharian mereka.

    Informasi Game

    Judul: Coffee Talk Tokyo

    Developer: Toge Productions

    Rilis: 2026

    Harga di Steam: Rp130.999

    Review: Sangat positif

    Jika merasa hari-hari belakangan terasa berat, kamu boleh mencoba ketiga game di atas sebagai teman saat istirahat. Luangkan saja waktu untuk sekadar memainkan game yang bisa dilalui tanpa banyak berpikir untuk mengambil jeda antara melanjutkan hidup dan mengistirahatkan pikiran. Ketiganya dijamin tidak akan banyak menuntut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More