Bocoran Galaxy Z Wide Fold mulai Terkuak, Desain Mirip Tablet

- Samsung dikabarkan menyiapkan Galaxy Z Wide Fold dengan rasio layar 4:3, menawarkan pengalaman mirip tablet dan menjadi perubahan besar dari desain seri Fold sebelumnya.
- Perangkat ini ditemukan dalam firmware One UI 9 dan diperkirakan meluncur bersamaan dengan Galaxy Z Fold 8 serta Flip 8, membawa peningkatan pada teknologi layar dan dukungan Android 17.
- Langkah Samsung menghadirkan format layar lebar dinilai sebagai strategi menjawab kebutuhan produktivitas pengguna foldable, sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan dengan Apple.
Setelah menghadirkan Galaxy Z Fold hingga tujuh generasi, Samsung mulai menunjukkan arah baru dalam pengembangan smartphone lipatnya. Kali ini, perusahaan tersebut dikabarkan tengah menyiapkan model yang berfokus pada “layar lebih lebar” sebagai daya tarik utama. Informasi ini mencuat dari laporan PhoneArena (7/4/2026) yang menyebutkan adanya bocoran berupa gambar di dalam firmware One UI 9 untuk perangkat berkode SM-F971B yang diyakini sebagai Galaxy Z Wide Fold.
Dari bocoran tersebut, terungkap bahwa layar utama perangkat akan mengusung rasio 4:3. Ini menjadi perubahan signifikan dibandingkan dengan Galaxy Z Fold 7 yang memiliki rasio hampir persegi, sekitar 1.11:1. Melalui rasio baru ini, tampilan layar akan terasa lebih melebar dibandingkan dengan tinggi, sehingga pengalaman pengguna diprediksi akan lebih mendekati penggunaan tablet. Meski informasi ini masih bersifat rumor, berikut ini bocoran Galaxy Z Wide Fold!
1. Rasio 4:3 juga dirumorkan akan digunakan oleh foldable iPhone

Rasio 4:3 sebenarnya bukan hal baru dalam ekosistem perangkat digital. Format ini telah lama digunakan pada tablet seperti iPad karena dinilai ideal untuk aktivitas membaca, menjelajah web, hingga multitasking. Menariknya, rasio serupa juga dirumorkan akan diadopsi oleh foldable iPhone yang tengah disiapkan Apple, sehingga langkah Samsung menghadirkan format ini terasa pas dan bukan kebetulan semata.
Sebagai pembanding, Oppo Find N3 hadir mengusung rasio layar 10:9 yang cenderung mendekati bentuk persegi. Dibandingkan dengan itu, rasio 4:3 pada Galaxy Z Wide Fold akan memberikan tampilan yang lebih melebar. Hal ini berpotensi menghadirkan pengalaman visual yang lebih lega, terutama saat digunakan dalam mode layar penuh.
Format layar yang lebih lebar ini diyakini akan memberikan peningkatan signifikan dalam berbagai skenario penggunaan, seperti menonton video, browsing, hingga menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dalam mode split-screen. Selama ini, lini Galaxy Z Fold memang terus mengalami penyesuaian desain agar lebih lebar, tetapi belum cukup radikal untuk benar-benar menggantikan fungsi tablet. Kehadiran Wide Fold diprediksi bisa menjadi titik perubahan tersebut.
2. Galaxy Z Wide Fold diperkirakan meluncur bersama Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8

Ditemukannya dukungan perangkat ini dalam firmware juga menjadi sinyal kuat bahwa Galaxy Z Wide Fold bukan sekadar konsep semata. Perangkat ini diperkirakan akan meluncur bersamaan dengan Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8. Hal ini menandakan Samsung tengah menyiapkan lini foldable yang lebih beragam.
Tak hanya soal rasio layar, perangkat ini juga dirumorkan membawa peningkatan besar di sektor layar, termasuk teknologi yang membuat lipatan (crease) semakin minim. Jika terealisasi, ini akan menjadi terobosan signifikan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Apalagi, Galaxy Z Wide Fold berpotensi menjadi salah satu foldable paling ambisius yang pernah dirilis Samsung karena telah mendukung Android 17 dan One UI 9 sejak awal
3. Apakah Samsung mengikuti jejak Apple kali ini benar-benar berhasil?

Samsung selama ini kerap dipersepsikan mengikuti langkah Apple dalam menghadirkan inovasi. Hal itu terlihat dari kehadiran Galaxy S25 Edge yang dianggap sebagai respons terhadap iPhone Air, meski dampaknya di pasar tidak terlalu signifikan. Pengalaman tersebut membuat sebagian pengamat cukup berhati-hati dalam melihat pendekatan serupa pada Galaxy Z Wide Fold.
Namun, konteks kali ini berbeda. Rasio layar 4:3 bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjawab kebutuhan lama pengguna foldable yang menginginkan layar lebih nyaman untuk produktivitas. Format ini juga sempat diharapkan hadir secara konsisten pada perangkat seperti Pixel Fold, sebelum akhirnya berubah di generasi berikutnya. Apple dan Samsung kini mengarah ke rasio yang sama karena peluang adopsinya pun terlihat lebih kuat.
4. Samsung pernah mencoba peruntungannya melalui Galaxy Z TriFold

Samsung sendiri tidak langsung mengubah lini utama, melainkan memilih menghadirkan model terpisah sebagai ajang uji coba. Pendekatan ini terbilang realistis, mengingat eksperimen sebelumnya seperti Galaxy Z TriFold belum berhasil menarik pasar secara luas. Jika format layar lebar ini diterima, Samsung berpotensi memiliki pesaing kuat untuk foldable iPhone. Sebaliknya, jika kurang diminati, lini Galaxy Z Fold 8 tetap menjadi andalan tanpa terdampak.
Berdasarkan bocoran Galaxy Z Wide Fold, smartphone ini berpotensi menjadi titik penting dalam evolusi smartphone lipat. Perubahan rasio layar mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa membawa dampak besar pada pengalaman penggunaan, terutama untuk multitasking dan konsumsi konten. Jika format layar lebar ini sukses, Samsung akan memiliki opsi baru bagi pengguna yang merasa Samsung Galaxy Z Fold 7 masih kurang optimal untuk produktivitas. Pertanyaannya, apakah pasar siap menerima format baru ini? Menarik untuk ditunggu bagaimana langkah Samsung selanjutnya.






![[QUIZ] Tebak Logo Merek HP, Buktikan Seberapa Tech Geek Kamu](https://image.idntimes.com/post/20240306/kuis-tebak-merek-hp-4c2a87306ee081fd96bf82ddf8690732.jpg)











