Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Game Apik yang Lolos Proses Pengembangan yang Kacau

6 Game Apik yang Lolos Proses Pengembangan yang Kacau
Metroid Dread (dok. MercurySteam)
Intinya Sih
  • Artikel membahas enam game terkenal yang berhasil dirilis dengan sukses meski sempat terjebak dalam proses pengembangan yang kacau dan penuh tantangan teknis maupun manajerial.
  • Contoh game seperti Resident Evil 4, Fez, Metroid Dread, Team Fortress 2, DOOM, dan Half-Life 2 menunjukkan perjuangan panjang sebelum akhirnya mendapat pujian besar dari pemain serta kritikus.
  • Kisah di balik keenam game ini menyoroti bagaimana visi kreatif kuat dan ketekunan tim pengembang mampu menyelamatkan proyek dari kegagalan total menjadi karya legendaris di industri game.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Membuat game, bahkan yang sederhana sekalipun, merupakan proses yang luar biasa rumit karena bisa melibatkan ratusan hingga ribuan orang selama bertahun-tahun. Karenanya tak nengherankan jika kemudian ada banyak game besar yang terjebak dalam "development hell" alias pengembangan yang mandek karena masalah bisnis, visi kreatif yang tak kunjung sejalan atau manajemen yang berantakan sejak awal. Kebanyakan game yang mengalami nasib seperti ini memang berakhir dibatalkan atau dirilis dalam kondisi tidak optimal, namun menariknya ada beberapa game yang malah bisa selamat dari pengembangan yang kacau itu. Berikut beberapa di antaranya.

1. Resident Evil 4

Resident Evil 4 merupakan salah satu game yang proses pengembangannya sangat berliku. Butuh waktu enam tahun hingga game ini akhirnya rilis pada tahun 2005 dan prosesnya pun jauh dari kata mulus. Ada lima prototipe yang dibuang dan bahkan salah satunya berakhir "menjelma" menjadi Devil May Cry. Setelah pergantian sutradara berkali-kali, Shinji Mikami selaku sutradara game pertama RE langsung turun tangan untuk menyelamatkan game ini.

Di bawah tekanan besar dari Capcom yang mengancam akan menghentikan seluruh serinya jika game ini gagal, Mikami justru berani ambil risiko besar. Ia menggeser genrenya horor murni ke horor aksi, memperkenalkan sudut pandang kamera over-the-shoulder dan memindahkan latar cerita ke pedesaan Spanyol. Taruhan itu terbayar lunas di mana RE4 mendapat banyak pujian, laku keras di pasaran dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu game RE terbaik.

2. Fez

Kisah di balik lahirnya Fez membuktikan bahwa "development hell" bukan hanya monopoli studio besar, karena pengembang indie pun bisa terjebak di dalamnya. Phil Fish pertama kali mengumumkan game platformer ini pada tahun 2007, tapi baru dirilis lima tahun kemudian pada April 2012. Selama proses pengembangannya, Fish yang kurang berpengalaman harus merekrut Renaud Bédard sebagai rekan kerja, kehabisan dana pinjaman dari pemerintah Kanada, diselamatkan dari ancaman pembatalan oleh Trapdoor, hingga terseret konflik hukum dengan mantan mitra bisnisnya.

Segala drama itu ternyata sepadan di mana Fez bukan hanya sekadar game bagus biasa, melainkan salah satu game paling berpengaruh dalam bangkitnya pasar game indie di awal tahun 2010-an. Sayangnya, sekuel game ini yaitu Fez 2 harus dibatalkan begitu saja hanya gara-gara keributan Fish di X/Twitter.

3. Metroid Dread

Metroid Dread memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya sampai ke tangan para pemain. Game ini awalnya dirancang sebagai sekuel dari Metroid Fusion dan sempat dikembangkan untuk Nintendo DS di pertengahan tahun 2000-an, namun pengembangannya terbengkalai karena keterbatasan performa DS yang tidak mampu memenuhi visi sang produser, Yoshio Sakamoto.

Bertahun-tahun lamanya, Dread seolah menghilang begitu saja hingga kehadiran Switch memberi secercah harapan baru. Sakamoto akhirnya merasa yakin bahwa performa Switch sudah cukup mumpuni untuk mewujudkan visinya dan pengumuman resmi game ini pada tahun 2021 langsung mengejutkan para pemain. Hasilnya pun tidak mengecewakan di mana game ini meraih banyak respon positif berkat desain level yang cerdas dan gameplay yang smooth dan modern namun tetap menghormati pendahulunya.

4. Team Fortress 2

Pengembangan Team Fortress 2 yang berantakan bermula pada tahun 1998 ketika Valve merekrut John Cook dan Robin Walker, dua pengembang di balik Team Fortress Classic, untuk menggarap sekuelnya sebagai ekspansi Half-Life. Game ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 dengan konsep game shooter bertema perang modern, namun selama bertahun-tahun, Valve terus berganti arah tanpa pernah benar-benar puas dengan hasilnya.

Cook dan Walker pun dialihkan ke proyek lain, yang membuat banyak pemain menganggap game ini tidak akan pernah rilis. Tapi kejutan besar datang di tahun 2006 ketika Valve tiba-tiba mengumumkan kembali Team Fortress 2 dan meski gaya visualnya yang kartun sempat menuai pro-kontra, game ini akhirnya dirilis pada tahun 2007 dengan sambutan luar biasa dan tumbuh menjadi salah satu game multiplayer tersukses sepanjang masa.

5. DOOM

DOOM versi reboot ternyata punya perjalanan panjang sebelum akhirnya tiba ke tangan pemain. Setelah DOOM 3 di tahun 2004, id Software menghabiskan bertahun-tahun menggarap DOOM 4 yang justru semakin melenceng dari akar serinya. Sadar bahwa arah baru yang mereka ambil sudah terlalu jauh, game tersebut akhirnya dibatalkan di sekitar tahun 2011.

id Software pun memulai dari awal lagi, namun kali ini dengan visi yang lebih jelas yaitu menghadirkan ulang game DOOM yang cepat, brutal dan penuh adrenalin seperti game original-nya. Meski banyak yang meragukan, DOOM modern yang rilis pada tahun 2016 justru membungkam semua keraguan dengan pujian luar biasa dari kritikus maupun pemain, dan berhasil mengembalikan nama besar serinya yang legendaris.

1. Half-Life 2

Half-Life 2 menjadi salah satu game dengan proses pengembangan paling melelahkan. Gabe Newell selaku bos Valve membebani tim pengembangannya dengan target yang luar biasa tinggi yaitu menciptakan sekuel yang tidak hanya layak meneruskan warisan game pertamanya, tapi juga merevolusi genre FPS secara keseluruhan. Di tengah tekanan itu, bencana besar datang di mana source code game ini bocor ke internet dan versi yang belum selesai pun menyebar luas.

Bencana itu menghancurkan semangat tim pengembang, memaksa banyak bagian game ini dibangun ulang dari awal dan hasilnya, pengembangannya molor hingga memakan waktu lima tahun sebelum akhirnya dirilis pada akhir tahun 2004. Untungnya, semua perjuangan itu terbayar lunas. Half-Life 2 lahir sebagai contoh sempurna dari bagaimana sebuah sekuel bisa melampaui pendahulunya.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game apik yang berhasil lolos proses pengembangan yang kacau. Ada game favoritmu?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More