Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fitur Lawas iPhone yang Pengguna Inginkan untuk Kembali

5 Fitur Lawas iPhone yang Pengguna Inginkan untuk Kembali
ilustrasi iPhone (Unsplash/Omar Al-Ghosson)
Intinya Sih
  • Banyak pengguna iPhone merindukan fitur lawas seperti 3D Touch, Touch ID, dan headphone jack yang dihapus seiring perkembangan desain serta teknologi keamanan Apple.
  • Perubahan pada Control Center sejak iOS 11 membuat Bluetooth dan Wi-Fi tidak bisa dimatikan sepenuhnya tanpa masuk ke Settings, dianggap kurang praktis oleh sebagian pengguna.
  • Penghapusan fitur pengelolaan aplikasi lewat iTunes sejak 2017 membuat proses memindahkan atau menghapus aplikasi jadi lebih rumit dibandingkan saat masih bisa dilakukan melalui PC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sejak pertama kali diperkenalkan Steve Jobs pada 2007, iPhone terus berevolusi lewat berbagai generasi dan pembaruan iOS. Dalam perjalanannya, Apple tak hanya menambahkan fitur-fitur baru yang disukai pengguna seperti Face ID, AirDrop, FaceTime dan integrasi mulus dengan ekosistem Apple, tapi juga menghapus beberapa fitur lama yang nyatanya masih dirindukan. Bukan tanpa alasan, dihapusnya beberapa fitur itu dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, desain perangkat yang semakin ringkas dan standar keamanan digital yang terus meningkat. Meski begitu, banyak pengguna yang rindu dan ingin beberapa fitur lawas iPhone untuk kembali. Fitur apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. 3D Touch

3D-Touch-Safari.jpg
ilustrasi 3D Touch (dok. Apple)

3D Touch dulu cukup ikonik dan sampai sekarang masih sering dirindukan, terutama oleh pengguna lama. Diperkenalkan di iPhone 6s pada 2015, fitur ini memungkinkan layar mendeteksi tekanan jari sehingga pengguna bisa melakukan berbagai aksi cepat, seperti melihat preview email, membuka menu pintasan aplikasi, hingga kontrol unik ketika bermain game. Namun, Apple menghapusnya di sekitar 2018 karena dianggap kurang populer dan menggantinya dengan Haptic Touch yang berbasis software. Meski fungsinya mirip, banyak yang merasa Haptic Touch lebih lambat dan kurang presisi, terutama untuk penggunaan spesifik seperti bermain game, sehingga 3D Touch tetap dikenang sebagai fitur yang lebih responsif dan inovatif.

2. Touch ID

Dulu, iPhone dengan tombol Home mengandalkan Touch ID sebagai sistem keamanan biometrik yang praktis dan cepat, di mana pengguna cukup menempelkan jari untuk membuka kunci, login, atau konfirmasi pembayaran. Namun, fitur ini memiliki kelemahan, seperti sulit digunakan ketika jari basah atau menggunakan sarung tangan. Sejak iPhone X hadir dengan desain layar penuh, Apple menggantinya dengan Face ID yang memindai wajah menggunakan teknologi 3D dari kamera TrueDepth untuk keamanan yang lebih canggih dan sulit ditipu. Meski banyak pengguna merasa Face ID lebih modern dan nyaman, sebagian lainnya masih merindukan Touch ID karena dianggap lebih konsisten dan tidak melibatkan pemindaian wajah.

3. Headphone jack

l-7cea1d7561ddbb3aa2e8089ce8fe41bf.jpg
ilustrasi headphone jack di iPhone (dok. Apple)

Sejak iPhone 7, Apple menghapus headphone jack 3.5mm dan mulai mendorong penggunaan perangkat audio nirkabel lewat AirPods. Alasan resminya adalah untuk menghemat ruang internal agar bisa digunakan komponen lain serta meningkatkan ketahanan air iPhone. Meski praktis, kualitas perangkat audio nirkabel jelas masih belum bisa menyamai kabel. Perbedaannya mungkin tidak akan terasa bagi pengguna biasa, tetapi cukup signifikan bagi audiophile. Pengguna sebenarnya masih bisa menggunakan headset kabel lewat adapter (Lightning atau USB-C), namun ini menambah kerepotan seperti harus membeli adapter terlebih dahulu dan tidak bisa digunakan sekaligus dengan mengisi daya.

4. Opsi mematikan Bluetooth dan Wi-Fi di Control Center

Control Center di iPhone sudah mengalami banyak perubahan. Dulu, cukup sekali tap, pengguna bisa langsung mematikan Bluetooth dan Wi-Fi sepenuhnya. Namun sejak iOS 11, fungsi itu berubah di mana ikon keduanya kini hanya memutus koneksi sementara, bukan benar-benar mematikannya. Sistem bahkan akan otomatis menyalakan kembali keduanya, misalnya ketika pukul 5 pagi, ketika iPhone direstart, atau ketika berpindah lokasi (untuk Wi-Fi). Hal ini jelas menjadi masalah bagi sebagian pengguna yang ingin Bluetooth benar-benar mati karena alasan keamanan. Sayangnya saat ini, untuk mematikan Bluetooth atau Wi-Fi sepenuhnya, pengguna harus masuk ke menu Settings secara manual yang notabene kurang praktis.

5. Mengelola aplikasi di iTunes

03V4ppjO1nGVWdq8KxdyNaB-5..v1569484412.jpg
ilustrasi iTunes (dok. Apple)

Sejak iTunes 12.7 rilis pada September 2017, Apple menghapus fitur pengelolaan aplikasi di iPhone lewat PC. Fitur ini dulu sangat membantu karena pengguna bisa melihat semua halaman Home Screen sekaligus dan memindahkan atau menghapus aplikasi secara cepat hanya dengan drag-and-drop dan klik. Jika dibandingkan, mengelola aplikasi langsung di iPhone jelas lebih ribet, apalagi jika jumlah aplikasinya banyak karena harus geser antar halaman satu per satu. Menghapus aplikasi pun juga jadi lebih lambat karena tidak bisa lagi dilakukan secara massal. Setelah iTunes dihentikan di macOS sejak Catalina (2019) dan fungsinya dipecah ke aplikasi lain seperti Finder dan Apple Music, kecil kemungkinan fitur ini akan kembali.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa fitur lawas iPhone yang pengguna inginkan untuk kembali. Selain fitur-fitur di atas, fitur lawas iPhone apa lagi yang menurutmu layak untuk dikembalikan?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More