Iris Scanner pada Galaxy Note 7 (news.samsung.com)
Sebelum pemindai sidik jari menjadi metode autentikasi utama, Samsung pernah membekali beberapa HP flagship dengan iris scanner. Teknologi ini memindai pola unik pada iris mata pengguna sehingga tingkat keamanannya lebih tinggi dibandingkan Face Recognition biasa di banyak HP Android. Iris scanner juga menjadi salah satu fitur premium yang cukup menonjol pada masanya. Kehadirannya memberikan alternatif selain sidik jari untuk membuka perangkat.
Keunggulan lain iris scanner adalah memenuhi standar keamanan biometrik Class 3. Standar tersebut memungkinkan autentikasi untuk pembayaran digital maupun aplikasi perbankan tanpa harus menggunakan sidik jari. Setelah era Galaxy S29, Samsung menghentikan penggunaan iris scanner dan hingga kini belum menghadirkan pengganti dengan tingkat keamanan serupa pada kamera depan. Akibatnya, pengguna Galaxy kini masih mengandalkan pemindai sidik jari untuk kebutuhan autentikasi dengan tingkat keamanan tinggi.
Samsung memang dikenal tidak pelit menghadirkan fitur baru pada ekosistem Galaxy. Namun, setiap inovasi juga diikuti keputusan untuk menghentikan sejumlah fitur yang dinilai sudah kurang relevan atau telah digantikan teknologi lain. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan pengalaman pengguna sekaligus mengikuti perkembangan industri. Meski demikian, tidak semua keputusan tersebut diterima dengan antusias oleh para pengguna setianya.
Edge Panels pihak ketiga, MST, widget layar kunci berukuran penuh, hingga iris scanner merupakan beberapa contoh fitur yang masih sering dirindukan. Masing-masing menawarkan fungsi unik yang belum sepenuhnya tergantikan oleh fitur baru saat ini. Walaupun Samsung terus menghadirkan inovasi melalui One UI dan perangkat Galaxy terbaru, keempat fitur tersebut tetap menjadi bagian menarik dalam perjalanan evolusi smartphone Galaxy.