Apple Watch Ultra 4 Resmi Diperkenalkan, Baterai Tahan Hingga 48 Jam

- Apple memperkenalkan Apple Watch Ultra 4 untuk olahraga dan aktivitas luar ruang dengan Sistem Pengukuran Kesehatan, chip S11, dan fitur Kesiapan.
- Perangkat ini diklaim bertahan hingga 50 jam untuk penggunaan sehari-hari dan hingga 84 jam dalam Mode Daya Rendah.
- Apple Watch Ultra 4 menjalankan watchOS 27 serta akan segera tersedia di Indonesia bersama pilihan tali jam terbaru.
Apple resmi memperkenalkan Apple Watch Ultra 4 sebagai generasi terbaru smartwatch yang ditujukan untuk olahraga dan aktivitas luar ruang. Perangkat ini membawa Sistem Pengukuran Kesehatan baru, chip S11, kemampuan pemantauan detak jantung yang lebih presisi, serta fitur Kesiapan untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh sebelum beraktivitas.
Peningkatan besar lainnya ada pada daya tahan baterai yang kini diklaim mampu bertahan hingga 50 jam untuk penggunaan sehari-hari. Angkanya bisa diperpanjang hingga 84 jam dalam Mode Daya Rendah, sementara mode khusus untuk aktivitas luar ruang memungkinkan Apple Watch Ultra 4 merekam olahraga hingga 45 jam dengan pembacaan GPS setiap detik.
Apple juga memperbarui sejumlah aspek yang berkaitan dengan aktivitas dan penggunaan sehari-hari, mulai dari algoritme pedometer baru, Pengenalan Bunyi, integrasi Shazam, hingga watchOS 27. Kombinasi tersebut membuat Apple Watch Ultra 4 tetap mempertahankan positioning sebagai jam tangan untuk olahraga dan petualangan, tetapi dengan perhatian lebih besar pada pemantauan kesehatan dan kesiapan tubuh pengguna.
Sistem kesehatan baru ukur detak jantung setiap lima detik

Apple Watch Ultra 4 (dok. Apple) Sistem Pengukuran Kesehatan menjadi salah satu pembaruan utama pada Apple Watch Ultra 4. Apple merancang ulang sistem tersebut dengan sensor jantung optik dan elektrik baru yang bekerja bersama chip S11 untuk memberikan pemantauan kesehatan berkelanjutan dengan tingkat presisi lebih tinggi.
Sensor jantung optiknya menggunakan LED hijau yang lebih besar sekaligus lebih hemat daya. Konfigurasi tersebut memungkinkan Apple Watch Ultra 4 mengukur detak jantung setiap lima detik sepanjang hari, sementara pengguna dapat melihat detak jantung secara real time melalui wajah jam baru.
Apple menyebut sistem pengukuran detak jantung tersebut telah diuji melalui studi ilmiah yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta dan dibandingkan dengan perangkat wearable terkemuka. Berdasarkan hasil studi yang dicantumkan perusahaan, Apple Watch mencatat tingkat akurasi tertinggi di antara perangkat yang dibandingkan.
Selain detak jantung, variabilitas detak jantung atau VDJ kini diukur hingga 24 kali lebih sering. Apple membaginya menjadi VDJ pemulihan yang ditujukan untuk membantu mengenali stres dan proses pemulihan harian, serta VDJ keseluruhan yang memberikan gambaran kesehatan pengguna secara lebih luas, termasuk kondisi jantung.
Fitur Kesiapan membantu menentukan intensitas aktivitas

Apple Watch Ultra 4 (dok. Apple) Apple Watch Ultra 4 juga membawa fitur Kesiapan yang menganalisis aktivitas terbaru, beban latihan, tanda vital, dan skor tidur. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan satu skor harian dari 0 hingga 10 yang menggambarkan kapasitas tubuh pengguna untuk menjalani aktivitas berikutnya.
Skor tersebut diterjemahkan menjadi empat rekomendasi, yaitu Pulihkan Diri, Pelan-Pelan, Siap, atau Lanjutkan. Informasinya dirancang untuk membantu pengguna menentukan apakah tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat atau sudah siap menjalani latihan dengan intensitas lebih tinggi.
Kesiapan juga tidak hanya dihitung satu kali pada awal hari. Sistem akan terus memperbarui skor ketika muncul data baru, misalnya setelah pengguna menjalani olahraga berat atau ketika terjadi perubahan pada tanda vital pada siang hari, sehingga rekomendasinya dapat mengikuti kondisi tubuh yang berkembang.
Apple mengembangkan algoritme pemberian skor tersebut menggunakan data dari Apple Heart and Movement Study. Pengembangannya turut melibatkan ilmuwan olahraga dan dokter Apple untuk menentukan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap skor kesiapan pengguna.
Baterai hingga 84 jam untuk penggunaan lebih panjang
Apple memberikan peningkatan cukup besar pada daya tahan baterai Apple Watch Ultra 4. Untuk penggunaan sehari-hari, perangkat ini diklaim dapat digunakan hingga 50 jam atau lebih dari dua hari, sedangkan Mode Daya Rendah memperpanjang penggunaannya hingga 84 jam.
Pengisian dayanya turut dibuat lebih cepat. Apple menyebut pengisian selama 15 menit sudah dapat memberikan tambahan baterai hingga 18 jam, sehingga pengguna tidak harus mengisi perangkat dalam waktu lama sebelum kembali menggunakannya.
Untuk olahraga luar ruang, Apple menyediakan mode Olahraga Durasi Panjang yang mampu memberikan daya hingga 25 jam dengan pembacaan GPS dan detak jantung lengkap. Durasi tersebut disebut meningkat 25 persen dibandingkan model sebelumnya dan ditujukan untuk aktivitas yang membutuhkan pencatatan dalam waktu lebih lama.
Ada pula mode Olahraga Durasi Panjang Maks untuk kebutuhan yang lebih ekstrem. Mode ini memungkinkan Apple Watch Ultra 4 merekam aktivitas seperti berlari, berjalan, atau mendaki hingga 45 jam sambil tetap melakukan pembacaan GPS setiap detik, yang menurut Apple umumnya cukup untuk menyelesaikan balapan sejauh 160 km.
Chip S11 tingkatkan pemantauan langkah dan fitur aksesibilitas

Apple Watch Ultra 4 (dok. Apple) Apple Watch Ultra 4 menggunakan chip S11 yang menjadi fondasi bagi sejumlah kemampuan barunya. Selain menjalankan Sistem Pengukuran Kesehatan, chip tersebut mendukung model pedometer yang dirancang ulang menggunakan algoritme pembelajaran mesin untuk meningkatkan pengukuran jarak ketika berjalan atau berlari di dalam ruangan serta mencatat jumlah langkah sepanjang hari.
Pengguna kini juga dapat melihat jumlah langkah secara real time melalui komplikasi Langkah pada wajah jam. Apple mengklaim kombinasi algoritme baru dan chip S11 tersebut membuat Apple Watch Ultra 4 memiliki pemantauan langkah paling akurat dibandingkan smartwatch lainnya.
S11 turut memungkinkan fitur Pengenalan Bunyi yang ditujukan bagi pengguna tunarungu atau mengalami kesulitan mendengar. Apple Watch dapat menggunakan mikrofon untuk mengenali suara penting seperti sirene, alarm, bel pintu, atau tangisan bayi, kemudian memberikan pemberitahuan meskipun iPhone tidak berada di dekat pengguna.
Fitur lain yang memanfaatkan chip tersebut adalah Shazam. Apple Watch Ultra 4 dapat mengenali musik yang sedang diputar di sekitar pengguna dan otomatis menampilkan judul lagu serta nama artis melalui widget Kenali Musik pada Smart Stack.
watchOS 27 bawa gestur baru

Apple Watch Ultra 4 (dok. Apple) Apple Watch Ultra 4 menjalankan watchOS 27 yang membawa sejumlah perubahan pada pengalaman penggunaan. Salah satunya adalah grid aplikasi dinamis yang menampilkan lima aplikasi hasil rekomendasi Siri berdasarkan aplikasi yang paling sering atau baru saja digunakan oleh pengguna.
Interaksi satu tangan juga diperluas melalui gerakan ketuk baru. Pengguna dapat mengetukkan jari telunjuk dan ibu jari untuk membuka widget di Smart Stack, memakai ketuk dua kali untuk menggulir daftar, lalu satu ketukan untuk memilih widget tertentu tanpa harus menggunakan tangan lainnya.
Smart Stack kini juga dapat menampilkan saran widget berdasarkan konteks, seperti Parkir Mobil dari Peta atau pesan ulang tahun ketika kontak terdekat sedang berulang tahun. Pelacakan Siklus turut mendapatkan dukungan untuk perimenopause dan menopause pada Apple Watch serta aplikasi Kesehatan di iPhone.
Apple Watch Ultra 4 tersedia dalam pilihan titanium alami dan titanium hitam. Apple turut memperbarui jajaran Trail Loop, Alpine Loop, serta Ocean Band dengan sejumlah warna baru, sementara perangkat dan tali jam terbaru tersebut dipastikan akan segera tersedia di Indonesia.


















