Pernah harus bolak-balik membuka aplikasi saat mengerjakan sesuatu lewat HP? Misalnya, membaca dokumen sambil mencari referensi di browser, lalu berpindah ke aplikasi chat untuk membalas pesan.
Kelihatannya sederhana, tetapi kalau dilakukan berulang kali, aktivitas seperti ini bisa terasa kurang praktis.
Situasi tersebut menjadi salah satu alasan smartphone foldable menarik perhatian. Layar yang lebih luas memberikan ruang untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus.
Namun, untuk pengguna yang mengandalkan HP dalam bekerja maupun berkomunikasi, layar besar saja belum tentu cukup. Perangkat juga perlu mendukung multitasking, menyediakan konektivitas yang fleksibel, dan dirancang untuk penggunaan sehari-hari.
Samsung Galaxy Z Fold8 mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui kombinasi hardware dan software. Perangkat ini membawa pengalaman delapan generasi pengembangan foldable Samsung, termasuk penggunaan Flex Titanium, lebih dari 100 reliability validation tests, dukungan physical SIM dan eSIM, serta Galaxy AI yang dioptimalkan untuk form factor foldable.
Lantas, apa saja yang membuat aspek-aspek tersebut relevan untuk pengguna yang ingin mengandalkan satu smartphone untuk berbagai aktivitas?
