Memahami Perbedaan Core dan Thread di Prosesor, Apa Fungsinya?

Core adalah perangkat keras fisik prosesor, sedangkan thread merupakan unit kerja yang diproses core; aplikasi dipecah menjadi proses lalu thread.
Penyusutan fabrikasi chip memungkinkan jumlah core meningkat, tetapi performa juga ditentukan kemampuan tiap core mengelola pekerjaan dan waktu tunggu thread.
SMT memungkinkan satu core menangani lebih dari satu thread saat thread lain menunggu; Intel dan AMD mengadaptasinya dengan pendekatan berbeda.
Ketika ingin merakit PC dan membeli prosesor, kamu pasti selalu dihadapkan informasi spesifikasi spesifikasi seperti “8 core, 16 thread” atau “16 core, 32 thread”. Banyak yang mengira core dan thread itu sama, padahal fungsinya sendiri sebenarnya berbeda. Maka dari itu, sangat penting untuk memahami perbedaan core dan thread guna membantu menilai performa prosesor dengan lebih tepat, alih-alih sekadar melihat angka terbesar. Berikut ulasan lengkapnya.
1. Hukum Moore dan meningkatnya jumlah core

ilustrasi prosesor (Unsplash/Ryan) Pada 1965, Gordon Moore, salah satu pendiri Intel, mengamati bahwa jumlah transistor pada sebuah chip berlipat ganda kira-kira setiap dua tahun. Pengamatan yang kemudian dikenal sebagai Hukum Moore ini masih terasa dampaknya sampai sekarang. Ukuran fabrikasi prosesor terus menyusut, dari 14 nanometer pada 2016 menjadi 2 nanometer pada 2026. Semakin kecil ukurannya, semakin banyak core yang bisa dijejalkan dalam ruang yang sama. Idealnya, kamu mendapat lebih banyak core dengan harga yang kurang lebih sama. Namun jumlah core hanyalah sebagian dari cerita, karena kemampuan setiap core mengelola pekerjaan juga sangat menentukan.
2. Core Itu hardware fisik, thread itu unit kerjanya
Cara paling mudah untuk membedakan core dan thread adalah core merupakan hardware fisik di dalam prosesor, sementara thread merupakan unit kerja paling dasar dalam komputasi. Core bertugas memproses thread. Sebuah aplikasi yang berjalan dipecah menjadi beberapa proses, lalu setiap proses dipecah lagi menjadi thread. Jika prosesormu memiliki enam core dan masing-masing hanya menangani satu thread, maka ada enam thread yang dikerjakan bersamaan. Masalahnya, thread sering kali bergantung pada hasil thread lain. Akibatnya, core kadang harus menganggur sembari menunggu sebelum bisa melanjutkan ke instruksi berikutnya. Waktu menganggur inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh teknologi multithreading.
3. Apa itu Simultaneous Multithreading?

ilustrasi prosesor (Unsplash/Christian Wiediger) Simultaneous Multithreading (SMT) memungkinkan satu core mengerjakan lebih dari satu thread. Ketika sebuah thread terhenti karena menunggu sesuatu, core langsung beralih ke thread lain alih-alih diam. Pada kebanyakan prosesor, seperti AMD Ryzen dan Intel Core generasi lama, satu core bisa menangani dua thread sekaligus. Analoginya seperti seorang pegawai restoran cepat saji yang memasukkan roti isi ke oven, lalu menuangkan kopi selagi menunggu. Hasilnya? Dua pesanan selesai dan diantar bersamaan oleh satu orang. Itulah mengapa prosesor 8 core dengan SMT sering tertulis 16 thread, meski intinya tetap hanya memiliki 8 core fisik.
4. Teknologi multithreading ternyata sudah ada sejak tahun 1950-an
Multithreading ternyata bukan teknologi baru. Komputer SEAC (Standards Eastern Automatic Computer) di National Bureau of Standards, Amerika Serikat, pada 1950 diakui sebagai prosesor pertama yang mampu menjalankan dua thread sekaligus. Bahkan, TX-2 di MIT Lincoln Laboratory pada 1956 bisa menangani hingga 32 thread. Fakta ini menunjukkan bahwa ide memanfaatkan waktu tunggu prosesor alias teknologi multithreading sudah tercetuskan pada tahun 1950-an. Yang berubah hanyalah skala dan efisiensinya, seiring dengan chip modern yang jauh lebih kecil, hemat daya dan padat transistor.
5. Cara Intel dan AMD mengadaptasi teknologi multithreading

ilustrasi cara kerja fitur Hyper-Threading di prosesor Intel (dok. Intel) Intel memperkenalkan teknologi multithreading versi mereka sendiri yaitu Hyper-Threading lewat Pentium 4 pada 2002 dan menyertakannya di sebagian besar prosesor mereka sejak 2008. Namun, mulai dari 2024, Intel meniadakannya dari lini prosesor Core demi chip yang lebih ringkas, hemat energi dan punya performa lebih baik, karena SMT sendiri membutuhkan sumber daya ekstra. Intel dirumorkan akan membawa teknologi itu kembali pada 2028, setidaknya untuk prosesor server. Sementara itu, AMD pernah mencoba pendekatan berbeda bernama cluster multithreading pada 2011, namun performanya kalah dari Hyper-Threading. AMD kemudian meninggalkannya pada 2017 dan beralih ke SMT konvensional di lini prosesor Ryzen dan sejak saat itu relatif tidak banyak berubah.
Itulah tadi ulasan mengenai perbedaan core dan thread pada prosesor. Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!






















