Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dell hingga Nokia, AI Hidupkan lagi Raksasa Teknologi Era 90-an

5 min read
Dell hingga Nokia, AI Hidupkan lagi Raksasa Teknologi Era 90-an
ilustrasi ponsel Nokia, perusahaan teknologi (unsplash.com/Johnny OP)
  • Ledakan investasi AI meningkatkan permintaan server, chip, memori, dan jaringan, membuka peluang pertumbuhan bagi raksasa teknologi lama seperti Dell, Nokia, Cisco, Intel, Micron, serta Texas Instruments.
  • Dell mencatat pendapatan server AI US$16,1 miliar pada kuartal pertama 2026, naik 757 persen, sementara Lenovo meraih sekitar 40 persen penjualan dari bisnis terkait AI.
  • Nokia dan Cisco memanfaatkan kebutuhan jaringan pusat data AI, sedangkan Intel, Micron, dan Texas Instruments diuntungkan oleh meningkatnya permintaan chip serta komponen elektronik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apakah kamu pernah memperhatikan bagaimana beberapa merek teknologi yang dulu sangat terkenal, tiba-tiba jarang terdengar lagi? Nama seperti Dell, Nokia, Intel, atau Cisco pernah menjadi bintang besar pada era internet tahun 1990-an. Seiring waktu, popularitas mereka mulai tertutupi oleh kemunculan perusahaan teknologi generasi baru.

Akan tetapi, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ternyata membawa perubahan yang cukup mengejutkan. Rupanya, investasi AI hidupkan lagi raksasa teknologi era 90-an melalui melonjaknya permintaan terhadap server, chip, memori, hingga perangkat jaringan. Kondisi ini menjadi peluang emas bagi sejumlah perusahaan lawas untuk kembali menunjukkan taringnya di industri teknologi.

  1. 1. Dell menemukan mesin pertumbuhan baru

    ilustrasi laptop Dell, perusahaan teknologi
    ilustrasi laptop Dell, perusahaan teknologi (unsplash.com/Dell)

    Bagi banyak orang, Dell identik dengan komputer dan laptop yang sering digunakan di sekolah, kampus, maupun kantor. Popularitas perusahaan ini sudah terbentuk sejak era 1990-an ketika pasar komputer pribadi sedang berkembang pesat. Saat gelembung dot-com pecah pada awal tahun 2000-an, nilai perusahaan ikut terpukul cukup dalam. Posisinya pun perlahan tergeser oleh berbagai pemain baru di industri teknologi.

    Situasi berubah ketika kebutuhan infrastruktur AI mulai meledak. Banyak perusahaan membutuhkan server berkinerja tinggi untuk menjalankan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Dell berhasil memanfaatkan peluang tersebut melalui lini bisnis server AI miliknya. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan dari server yang dioptimalkan untuk AI mencapai US$16,1 miliar atau sekitar Rp258 triliun, melonjak 757 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut turut mendorong pendapatan Dell secara keseluruhan mencapai rekor US$43,8 miliar atau sekitar Rp701 triliun pada kuartal tersebut.

  2. 2. Lenovo membuktikan industri PC belum tamat

    ilustrasi laptop Lenovo, perusahaan teknologi
    ilustrasi laptop Lenovo, perusahaan teknologi (unsplash.com/Gavin Phillips)

    Sebagian orang menganggap industri komputer pribadi sudah memasuki masa yang sulit untuk berkembang. Penjualan PC memang gak lagi tumbuh secepat dua dekade lalu. Meski begitu, Lenovo menunjukkan bahwa peluang masih terbuka lebar bagi perusahaan yang mampu beradaptasi. Perusahaan asal China tersebut memilih mengintegrasikan AI ke dalam berbagai produk dan layanan yang ditawarkannya, mulai dari PC dan smartphone hingga tablet serta perangkat wearable. Salah satu contohnya adalah Lenovo Qira, asisten AI personal yang dirancang untuk membantu pengguna menjalankan berbagai aktivitas secara lebih terintegrasi di sejumlah perangkat.

    Strategi tersebut memberikan hasil yang cukup mengesankan. Dalam setahun terakhir, pendapatan Lenovo tumbuh sekitar 20 persen. Hampir 40 persen dari total penjualannya kini berasal dari bisnis yang berkaitan dengan AI. Gak heran jika saham Lenovo menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di pasar Hong Kong sepanjang 2026.

  3. 3. Nokia bangkit setelah meninggalkan masa lalunya

    ilustrasi smartphone Nokia, perusahaan teknologi
    ilustrasi smartphone Nokia, perusahaan teknologi (pexels.com/Stas Knop)

    Nokia pernah menjadi raja ponsel dunia pada masanya. Sebelum era smartphone berkembang seperti sekarang, produk Nokia hampir selalu mendominasi pasar global. Kemunculan iPhone dan perangkat Android kemudian mengubah peta persaingan secara drastis. Nilai pasar Nokia merosot tajam dan banyak orang menganggap masa kejayaannya telah berakhir.

    Alih-alih bertahan di bisnis ponsel yang semakin sulit, Nokia memilih melakukan transformasi besar dengan mengalihkan fokus ke bisnis jaringan telekomunikasi dan infrastruktur konektivitas. Perusahaan ini kini menyediakan berbagai perangkat dan solusi jaringan, seperti router, switch, serta teknologi jaringan optik yang digunakan untuk menghubungkan berbagai sistem dan pusat data. Strategi tersebut memiliki kaitan erat dengan perkembangan pusat data AI.

    Pusat data yang menjalankan sistem AI membutuhkan jaringan berkapasitas tinggi untuk memindahkan data dalam jumlah sangat besar antara server, penyimpanan, dan berbagai perangkat lainnya. Karena itu, semakin banyak perusahaan membangun infrastruktur AI, semakin besar pula kebutuhan akan teknologi jaringan yang mampu mengirimkan data dengan cepat dan efisien. Kondisi tersebut membuat bisnis infrastruktur Nokia kembali mendapatkan momentum.

  4. 4. Cisco dan Intel ikut menikmati ledakan AI

    ilustrasi Intel, perusahaan teknologi
    ilustrasi Intel, perusahaan teknologi (unsplash.com/Rubaitul Azad)

    Cisco merupakan salah satu simbol terbesar era dot-com. Perusahaan pembuat perangkat jaringan ini bahkan pernah menjadi perusahaan paling bernilai di dunia pada tahun 2000. Setelah gelembung internet pecah, pertumbuhan bisnis Cisco berjalan lebih lambat dibandingkan dengan banyak perusahaan teknologi baru. Kondisi itu membuat namanya gak lagi terlalu sering menjadi sorotan.

    Kini situasinya berbeda. Permintaan terhadap perangkat jaringan untuk pusat data AI terus meningkat seiring bertambahnya penggunaan kecerdasan buatan. Pusat data AI merupakan pusat data yang dirancang atau dioptimalkan untuk menjalankan beban kerja AI, seperti melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan. Sistem tersebut membutuhkan banyak server yang dilengkapi dengan GPU (Graphics Processing Unit) dan harus saling bertukar data dalam jumlah besar dengan cepat.

    Cisco menyediakan berbagai perangkat untuk mendukung kebutuhan tersebut, termasuk switch berkecepatan tinggi, teknologi optik, serta perangkat lunak untuk mengelola jaringan pusat data. Perangkat seperti switch berfungsi untuk menghubungkan server dan GPU dalam cluster AI sehingga data dapat berpindah dengan cepat dan latensi tetap rendah. Kebutuhan akan infrastruktur semacam ini membuat perkembangan pusat data AI menjadi peluang baru bagi bisnis Cisco.

    Intel juga mengalami perjalanan yang gak kalah menarik. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan ini menghadapi berbagai tantangan mulai dari masalah produksi hingga persaingan yang semakin ketat. Akan tetapi, meningkatnya kebutuhan chip untuk mendukung AI memberikan peluang baru bagi Intel. Dukungan dari berbagai mitra industri membuat kepercayaan investor kembali meningkat dan mendorong harga sahamnya melonjak tajam.

  5. 5. Micron dan Texas Instruments memetik keuntungan besar

    ilustrasi chip, AI
    ilustrasi chip, AI (unsplash.com/BoliviaInteligente)

    Tidak semua perusahaan yang diuntungkan oleh AI berada di garis depan pengembangan chatbot atau model kecerdasan buatan. Banyak perusahaan komponen juga memperoleh manfaat besar karena meningkatnya kebutuhan perangkat keras. Micron menjadi salah satu contoh paling menonjol berkat posisinya sebagai produsen chip memori berkecepatan tinggi. Produk tersebut menjadi komponen penting dalam sistem AI modern yang membutuhkan kemampuan pemrosesan data yang sangat besar.

    Texas Instruments juga menikmati momentum serupa. Perusahaan yang sudah lama dikenal sebagai produsen chip untuk berbagai perangkat elektronik ini mendapatkan permintaan tambahan dari industri pusat data AI. Server AI membutuhkan lebih banyak daya dan komponen elektronik dibandingkan dengan server biasa. Akibatnya, penjualan produk Texas Instruments ikut meningkat dan membantu mendongkrak kinerja saham perusahaan.

    Kebangkitan Dell, Lenovo, Nokia, Cisco, Intel, Micron, hingga Texas Instruments menunjukkan bahwa usia perusahaan bukanlah penentu utama kesuksesan di dunia teknologi. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan justru menjadi faktor yang paling penting. Ledakan investasi AI membuka peluang baru bagi perusahaan-perusahaan yang sebelumnya dianggap sudah melewati masa emasnya.

    Fenomena AI hidupkan lagi raksasa teknologi era 90-an membuktikan bahwa inovasi dapat menyelamatkan nama-nama besar yang sempat terlupakan. Bagi para investor maupun pengamat teknologi, kebangkitan para raksasa era 90-an menjadi salah satu cerita paling menarik dalam perkembangan AI saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More