Hasil Geekbench Ungkap iPad mini (2026) Kalahkan iPad Pro M5

- Geekbench 7 mencatat iPad mini (2026) meraih 3.879 poin single-core, sekitar 8% di atas iPad Pro M5 13 inci yang memperoleh 3.580 poin.
- Pada multi-core, iPad Pro M5 unggul 53% dengan 15.126 poin dibanding iPad mini (2026) 9.870 poin, sehingga lebih optimal untuk pekerjaan pemrosesan berat.
- iPad mini (2026) memakai A20 Pro, layar OLED, IP67, dan iPadOS 27; pemesanan awal dibuka seharga 699 dolar AS, tersedia mulai 6 November 2026.
Apple tampaknya berhasil menghadirkan performa menarik pada iPad mini (2026). Tablet berukuran ringkas tersebut tercatat mampu mengungguli iPad Pro 13 inci berchip M5 dalam pengujian CPU single-core Geekbench 7. Hasil ini cukup mengejutkan mengingat iPad Pro merupakan salah satu tablet premium Apple yang dirancang untuk menangani berbagai kebutuhan komputasi berat.
Apple menghadirkan iPad mini (2026) sebagai tablet ringkas yang membawa sejumlah pembaruan menarik, mulai dari layar OLED hingga chip A20 Pro. Namun, ada hal menarik dari hasil pengujian awal perangkat ini yang membuatnya semakin mencuri perhatian. Tablet terbaru Apple tersebut justru memperlihatkan kemampuan pemrosesan yang mampu menyaingi perangkat dari lini iPad Pro yang selama ini dikenal sebagai produk kelas atas.
1. iPad mini (2026) ungguli iPad Pro M5 di pengujian single-core

iPad mini (2026) (apple.com) Hasil Geekbench 7 menunjukkan bahwa iPad mini (2026) memperoleh skor single-core sebesar 3.879 poin. Angka tersebut sekitar 8 persen lebih tinggi dibandingkan iPad Pro M5 13 inci yang mencatatkan 3.580 poin. Selisih ini memperlihatkan bahwa tablet berukuran lebih kecil tersebut memiliki kemampuan pemrosesan satu inti yang cukup kompetitif.
Namun, hasilnya berbeda ketika beralih ke pengujian multi-core. iPad Pro M5 mencatatkan skor 15.126 poin, sementara iPad mini (2026) hanya memperoleh 9.870 poin. Artinya, iPad Pro unggul sekitar 53 persen dalam pengujian yang memanfaatkan beberapa inti prosesor secara bersamaan. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa keunggulan iPad mini (2026) tidak berlaku untuk seluruh aspek performa CPU. Perangkat ini lebih unggul dalam pengujian single-core, sedangkan iPad Pro M5 tetap memiliki kelebihan untuk pekerjaan yang membutuhkan pemrosesan multi-core lebih intensif.
2. Geekbench ungkap spesifikasi chip A20 Pro pada iPad mini (2026)

Apple A20 Pro (apple.com) Daftar Geekbench 7 juga mengungkap konfigurasi chip A20 Pro yang digunakan dalam pengujian iPad mini (2026). Chip tersebut tercatat memiliki dua inti performa berkecepatan hingga 4,93 GHz dan tiga inti efisiensi. Konfigurasi ini merupakan versi chip yang sebagian intinya dinonaktifkan atau dikenal sebagai binned version.
Konfigurasi tersebut tersedia pada model penyimpanan 128 GB dan 256 GB. Sementara itu, varian 512 GB dikabarkan menggunakan A20 Pro versi penuh yang memiliki enam inti CPU. Perbedaan konfigurasi ini berpotensi memengaruhi hasil pengujian, khususnya ketika menjalankan beban kerja multi-core.
Jika pengujian Geekbench menggunakan A20 Pro versi penuh, selisih skor multi-core antara iPad mini (2026) dan iPad Pro M5 kemungkinan bisa lebih kecil. Meski begitu, hasil tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengujian tambahan. Apalagi, terhadap perangkat yang dipasarkan secara resmi.
3. Performa iPad mini (2026) meningkat dibandingkan generasi sebelumnya

performa iPad mini (2026) berdasarkan data Geekbench (browser.geekbench.com) Peningkatan performa juga terlihat ketika iPad mini (2026) dibandingkan dengan pendahulunya, iPad mini generasi ketujuh. Berdasarkan data Geekbench, model sebelumnya memperoleh skor single-core sebesar 2.529 poin dan multi-core 6.741 poin. Jika dibandingkan, iPad mini (2026) mencatatkan peningkatan performa lebih dari 45 persen dalam pengujian single-core.
Sementara itu, skor multi-core mengalami peningkatan sekitar 35 persen. Hasil ini memperlihatkan adanya lompatan performa yang cukup signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut berpotensi memberikan pengalaman penggunaan yang lebih responsif untuk aktivitas sehari-hari. Membuka aplikasi, menjelajahi internet, hingga berpindah antaraplikasi diperkirakan dapat berjalan lebih lancar. Bahkan, performa single-core-nya berpotensi menyaingi sejumlah iPad yang dibanderol lebih mahal.
4. iPad Pro M5 tetap unggul untuk pekerjaan berat

iPad Pro M5 (apple.com) Meski iPad mini (2026) berhasil mengungguli iPad Pro M5 dalam pengujian single-core, bukan berarti tablet tersebut lebih unggul untuk semua kebutuhan. Perbedaan jumlah inti CPU membuat iPad Pro dan iPad Air 13 inci tetap memiliki kelebihan ketika menjalankan pekerjaan yang membutuhkan pemrosesan paralel. Aktivitas seperti mengekspor video, melakukan rendering, dan mengolah proyek berukuran besar berpotensi berjalan lebih optimal pada perangkat yang memiliki kemampuan multi-core lebih tinggi.
Karena itu, iPad Pro M5 masih menjadi pilihan yang lebih relevan bagi pengguna profesional yang membutuhkan performa komputasi berat. Sebaliknya, iPad mini (2026) menawarkan kombinasi menarik antara ukuran ringkas dan performa single-core yang kompetitif. Tablet ini berpotensi menjadi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan portabilitas tanpa harus mengorbankan kecepatan untuk aktivitas sehari-hari.
5. iPad mini (2026) hadir membawa layar OLED dan iPadOS 27

iPad mini (2026) (apple.com) Apple mengumumkan iPad mini (2026) sebagai tablet terbaru yang membawa sejumlah pembaruan, termasuk panel layar OLED, sertifikasi ketahanan air dan debu IP67. iPad mini (2026) juga sudah didukung sistem operasi iPadOS 27. Kehadiran layar OLED menjadi salah satu peningkatan menarik karena teknologi tersebut menawarkan karakteristik tampilan berbeda dibandingkan panel LCD pada generasi sebelumnya.
Apple membuka pemesanan awal iPad mini (2026) seharga 699 dolar AS atau Rp12,6 juta. Tablet ini dijadwalkan mulai tersedia pada 6 November 2026. Berbekal desain ringkas, layar OLED, dan chip A20 Pro, perangkat tersebut menawarkan alternatif bagi konsumen yang menginginkan tablet bertenaga dalam ukuran lebih praktis.
Meski hasil Geekbench awal menunjukkan keunggulan iPad mini (2026) pada pengujian single-core, performa keseluruhannya tetap perlu dilihat dari berbagai skenario penggunaan. Hasil benchmark tersebut juga belum sepenuhnya menggambarkan pengalaman penggunaan sehari-hari. Pengujian langsung terhadap unit ritel nantinya akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kemampuan tablet terbaru Apple ini.





















