Saat membeli smartphone baru, banyak orang langsung menyimpannya di laci, memberikannya kepada adik atau kerabat, bahkan membuang perangkat lama mereka. Padahal, di balik layar yang retak, baterai yang mulai melemah, atau spesifikasi yang dianggap ketinggalan zaman, sebuah smartphone sebenarnya masih menyimpan kemampuan komputasi yang sangat besar. Di tangan para peneliti, smartphone yang sudah pensiun ternyata bisa memiliki "kehidupan kedua" sebagai bagian dari data center ramah lingkungan.
Inilah yang sedang dibuktikan oleh para peneliti dari University of California San Diego (UC San Diego) yang mendapat dukungan dari Google. Mengutip Google Research, Selasa (16/6/2026), mereka tengah mengembangkan proyek unik yang mengubah ribuan smartphone bekas menjadi sebuah data center atau pusat komputasi berbasis cloud yang lebih ramah lingkungan. Proyek ini menunjukkan bahwa perangkat yang selama ini dianggap usang masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan komputasi modern dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.
