MLBB Mid Season Cup (MSC) 2026 berakhir dengan munculnya juara baru, Team Spirit (TS). Mereka berhasil membawa pulang piala bergengsi tersebut setelah sukses membekuk Yangon Galacticos (YG) dengan skor tipis, 4-3, pada grand final kemarin (1/8/2026). Kemenangan TS tentunya tidak lepas dari performa para roster-nya yang jauh meningkat, terutama kapten mereka, Sunset Lover.
Sunset Lover, Midlaner yang Antarkan Team Spirit Juara MSC 2026

- Team Spirit menjuarai MSC 2026 usai mengalahkan Yangon Galacticos 4-3 di final; kapten dan midlaner Sunset Lover menonjol lewat zoning serta punishing, meski MVP diraih KidBomba.
- Kemiran Kochkarov atau Sunset Lover memulai karier MLBB pada 2019 sebagai gold laner, sempat menjadi jungler di NAVI, lalu kembali dan menemukan peran utama sebagai midlaner Team Spirit.
- Kemenangan MSC 2026 menjadikan Team Spirit tim pertama di luar Asia Tenggara yang menjuarai kompetisi internasional MLBB, sekaligus menempatkan Sunset Lover sebagai salah satu pemain Barat pertama dengan pencapaian tersebut.
Meskipun KidBomba meraih gelar MVP, Sunset Lover berhasil mencuri perhatian berkat permainan zoning dan punishing yang luar biasa sebagai midlaner. Sebelum sampai ke level sekarang ini, ternyata Sunset Lover punya perjalanan panjang dan penuh kerja keras, lho! Ingin mengenalnya lebih dekat? Yuk, simak fakta Sunset Lover di bawah ini!
1. Profil Sunset Lover, sempat gonta-ganti role saat debut sebelum akhirnya jadi midlaner utama Team Spirit

Nama: Kemiran Kochkarov
Nickname MLBB: Sunset Lover
Tanggal lahir: 31 Maret 2001 (25 tahun)
Asal: Rusia
Role: Midlaner
Tim: Team Spirit
Instagram: @kochkarov.k9
Kemiran Kochkarov alias Sunset Lover mengawali karier sebagai pemain profesional MLBB pada 2019 bersama Deus Vult, yang sekarang menjadi Team Spirit. Ia debut sebagai gold laner. Dua tahun bersama Deus Vult, ia akhirnya hijrah ke Natus Vincere (NAVI) sebagai jungler. Namun, karena hasil yang kurang memuaskan, setahun kemudian, ia kembali ke Deus Vult hingga tim tersebut diakuisisi oleh Team Spirit. Ia kembali sebagai midlaner, yang akhirnya menjadi role sejatinya. Kini, ia menjadi salah satu midlaner terbaik.
2. Bersama Team Spirit, Sunset Lover telah meraih berbagai trofi, baik nasional maupun internasional

Sunset Lover akhirnya dapat mengembangkan potensinya bersama Team Spirit. Sudah lebih dari lima tahun bersama, ia telah membantu tim tersebut meraih banyak trofi. Mereka juga mendominasi MLBB Continental Championships (MCC) sejak musim perdana hingga sekarang, lho! Berikut rekam jejak prestasi Team Spirit:
Sebagai Deus Vult:
Juara 1 M1 World Championship - Russia Qualifier 2019
Juara 1 CIS Major 2020
Juara 1 MLBB Continental Championships Season 1 dan 2 (2023)
Peringkat 4 M5 World Championship 2023
Sebagai Team Spirit:
Juara 1 MLBB Continental Championships Season 3 dan 4 (2024)
Peringkat 4 M6 World Championship 2024
Juara 1 MLBB Super Cup Invitational 2025
Juara 1 MLBB Continental Championships Season 5 dan 6 (2025)
Juara 1 MLBB Continental Championships Season 7 (2026)
Juara 1 MLBB Mid Season Cup 2026
Dari rekam jejak prestasi tim ini, kontribusi yang diberikan Sunset Lover sangat luar biasa. Ia berhasil menemukan chemistry dan solidaritas luar biasa bersama TS. Kemenangan internasional pertama mereka tentunya adalah sebuah awal untuk level baru bagi tim ini.
3. Menjadi pemain barat pertama yang meraih juara internasional MLBB

Sejak awal dibukanya ajang kompetisi internasional MLBB seperti M World Championship dan MSC, pemenangnya selalu didominasi oleh negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Bahkan, Filipina sudah beberapa kali menjadi juara back-to-back. Padahal, tim yang berkompetisi berasal dari berbagai belahan dunia.
Oleh sebab itu, kemenangan Sunset Lover bersama Team Spirit mengukir sejarah baru. Mereka menjadi tim pertama di luar Asia Tenggara yang berhasil menjuarai ajang kompetisi internasional MLBB. Gak hanya itu, Sunset Lover juga menjadi salah satu pemain Barat pertama yang berhasil menjuarai kompetisi internasional MLBB. Ini tentu saja menjadi sebuah kebanggaan untuk Sunset Lover. Apakah ia dan timnya bakal memotivasi pemain Barat lainnya untuk berjuang lebih keras di kompetisi MLBB?
4. Sebelum menjadi atlet esports, pernah jadi atlet gulat

Sunset Lover ternyata bukan hanya petarung virtual. Sebelum memulai karier sebagai atlet esports profesional, Sunset Lover diketahui pernah menjadi atlet gulat Yunani-Romawi. Ia pernah mengikuti serangkaian kompetisi gulat yang dinaungi oleh The Ministry of Physical Culture and Sports of the Karachay-Cherkess Republic.
Ia memulai karier gulat ketika masih menjadi seorang pelajar. Adapun kiprahnya sebagai pegulat juga bukan tanpa prestasi. Berdasarkan data di website The Ministry of Physical Culture and Sports of the Karachay-Cherkess Republic, Sunset Lover diketahui pernah meraih medali perak dalam ajang Spartakiada Rusia Musim Panas ke-7 untuk pelajar pada 2017 yang diselenggarakan di kota Rostov-on-Don, Rusia.
Mulai dari konsistensi hingga tekad kuat, Sunset Lover membuktikan bahwa dominasi pemain Asia Tenggara bisa dipatahkan. Kini, sang kapten TS tersebut kemungkinan besar akan mengincar M-Series bersama timnya. Kira-kira, apakah ia berhasil merebut piala MLBB paling prestisius tersebut dari dominasi tim Filipina?



















