Taruhan Samsung Terbayar, Penjualan Galaxy Z Fold8 Laris Manis

- Penjualan awal Galaxy Z Fold8 dilaporkan sekitar tiga kali Galaxy Z Fold7, meski Samsung belum merilis data resmi per model dan perbandingannya tidak sepenuhnya setara.
- Permintaan tinggi membuat stok Galaxy Z Fold8 cepat habis di sejumlah pasar, pengiriman mundur hingga pekan kedua Agustus, serta mendorong Samsung menambah kapasitas produksi.
- Lini foldable terbaru Samsung mengumpulkan lebih dari 271.000 preorder di India dalam 72 jam; desain Fold8 yang lebih lebar dan harga lebih rendah dari Ultra menjadi daya tarik.
Taruhan Samsung akhirnya terbayar lewat strategi berani yang diterapkannya pada Galaxy Z Fold8. Berbeda dari generasi sebelumnya yang cenderung mengusung pembaruan bertahap, kali ini perusahaan asal Korea Selatan itu menghadirkan desain baru yang cukup berbeda dan sempat dianggap sebagai langkah berisiko. Perubahan tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari pasar sejak awal peluncurannya. Respons awal ini mengindikasikan konsumen menyambut baik pendekatan baru yang diusung Samsung pada lini smartphone lipatnya.
Respons pasar bahkan disebut melampaui ekspektasi perusahaan. Laporan awal menunjukkan permintaan terhadap Galaxy Z Fold8 jauh lebih tinggi dibandingkan pendahulunya. Tingginya minat tersebut membuat Samsung harus meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa strategi desain baru Samsung mulai membuahkan hasil.
1. Penjualan Galaxy Z Fold8 disebut tiga kali lipat melampaui Galaxy Z Fold7

Mengutip laporan BusinessPost (4/8/2026), penjualan awal Galaxy Z Fold8 disebut mencapai sekitar tiga kali lipat dibandingkan Galaxy Z Fold7 pada periode penjualan awal yang sama. Tingginya minat konsumen membuat Samsung dikabarkan perlu menambah kapasitas produksi agar stok di berbagai pasar tetap tersedia. Angka tersebut menunjukkan adanya lonjakan permintaan yang cukup signifikan sejak perangkat mulai dipasarkan. Meski demikian, Samsung masih belum mengumumkan data penjualan resmi untuk masing-masing model sehingga laporan tersebut masih bersifat indikatif.
Meski begitu, sejumlah indikator lain juga mengarah pada tingginya permintaan terhadap Galaxy Z Fold8. Salah satunya adalah stok perangkat yang dilaporkan cepat habis di toko daring Samsung maupun sejumlah operator seluler di beberapa negara. Fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa Galaxy Z Fold8 menjadi salah satu produk paling diminati pada awal peluncurannya.
Stok Galaxy Z Fold8 yang habis membuat estimasi pengiriman perangkat mundur hingga pekan kedua Agustus di beberapa pasar. Artinya, konsumen harus menunggu lebih lama untuk menerima unit yang telah dipesan. Situasi seperti ini biasanya terjadi ketika jumlah permintaan melampaui proyeksi awal produsen. Samsung pun dikabarkan berupaya mempercepat distribusi agar ketersediaan produk kembali normal.
2. Samsung kewalahan penuhi permintaan

Sebelum peluncuran resmi, Samsung sebenarnya telah memperkirakan minat konsumen terhadap desain baru Galaxy Z Fold8. Berdasarkan laporan rantai pasok dari Korea Selatan, perusahaan menyiapkan produksi sekitar 2,8 juta unit Galaxy Z Fold8, lebih banyak dibandingkan 2 juta unit Galaxy Z Fold8 Ultra. Samsung juga menaikkan target produksi lebih awal karena memperkirakan permintaan akan meningkat. Langkah tersebut menunjukkan perusahaan sudah memiliki keyakinan terhadap potensi model terbaru ini.
Samsung bahkan sebelumnya telah menambah target produksi awal Galaxy Z Fold8 sekitar 200.000 hingga 300.000 unit. Meski demikian, peningkatan tersebut rupanya belum mampu mengimbangi tingginya permintaan pasar pada masa awal penjualan. Kondisi itu membuat sebagian varian perangkat menjadi sulit ditemukan di sejumlah wilayah. Artinya, proyeksi Samsung masih berada di bawah antusiasme konsumen.
Laporan yang sama juga menyebut Galaxy Z Fold8 mampu mengungguli Galaxy Z Fold8 Ultra dalam jumlah prapemesanan. Padahal Samsung memproduksi sekitar 40 persen lebih banyak unit Fold8 karena harganya lebih terjangkau dibandingkan Ultra. Sementara itu, beberapa konfigurasi Fold8 cepat menghilang dari stok toko daring maupun operator seluler. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa model ini lebih banyak dipilih konsumen pada tahap awal penjualan.
3. Preorder foldable Samsung ikut melonjak

Tingginya antusiasme juga terlihat dari angka prapemesanan seluruh lini smartphone lipat terbaru Samsung. Dalam waktu 72 jam, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8 berhasil mengumpulkan lebih dari 271.000 preorder di India. Angka tersebut menjadi salah satu pencapaian awal yang cukup positif bagi Samsung. Selain itu, performa ini menunjukkan minat terhadap perangkat lipat terus berkembang di pasar global.
Mengutip Digitaltrends, sebagai perbandingan pada generasi sebelumnya, yakni Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7, membutuhkan waktu sekitar 15 hari untuk mencapai jumlah pemesanan serupa. Artinya, lini foldable terbaru Samsung mampu meraih angka preorder yang sama dalam waktu jauh lebih singkat. Meski data tersebut merupakan gabungan seluruh model, tren ini tetap mencerminkan peningkatan permintaan terhadap perangkat lipat Samsung. Performa tersebut sekaligus memperkuat posisi Samsung di segmen smartphone layar lipat premium.
4. Desain baru jadi daya tarik utama

Salah satu perubahan terbesar pada Galaxy Z Fold8 adalah desainnya yang lebih lebar dibandingkan pendahulunya. Samsung meninggalkan rasio bodi tinggi khas seri Fold sebelumnya dan menggantinya dengan layar depan 5,5 inci berasio 10:16 dan layar utama 7,6 inci berasio 4:3 sehingga tampil menyerupai bentuk paspor. Desain baru ini membuat pengalaman menggunakan layar depan terasa lebih mirip HP konvensional. Perubahan tersebut diduga menjadi salah satu alasan mengapa Galaxy Z Fold8 lebih menarik perhatian konsumen.
Selain itu, Galaxy Z Fold8 memiliki bobot sekitar 201 gram dan dibanderol mulai 1.899,99 dolar AS (Rp34,2 juta) atau sekitar 200 dolar AS lebih murah dibandingkan Galaxy Z Fold8 Ultra. Selisih harga tersebut membuat Galaxy Z Fold8 menjadi pilihan yang lebih terjangkau di kelas premium. Kombinasi desain baru dan harga yang lebih rendah dinilai memberikan nilai tambah bagi calon pembeli. Faktor-faktor tersebut diperkirakan ikut mendorong tingginya angka penjualan awal.
Meski begitu, Galaxy Z Fold8 juga membawa sejumlah kompromi. Kapasitas baterainya lebih kecil dibandingkan varian Ultra, sementara sektor kamera dipangkas dari konfigurasi tiga kamera 200 MP menjadi dua kamera belakang 50 MP tanpa lensa telefoto. Perlu dicatat pula bahwa penerus langsung Galaxy Z Fold7 sebenarnya adalah Galaxy Z Fold8 Ultra sehingga perbandingan penjualan Fold8 dan Fold7 tidak sepenuhnya setara. Kendati demikian, tingginya minat terhadap Galaxy Z Fold8 tetap menunjukkan bahwa perubahan desain Samsung mendapat respons positif dari pasar.
5. Harga Samsung Galaxy Z Fold8 di Indonesia

Di Indonesia, Samsung telah memasarkan Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra melalui situs resminya. Harga yang tercantum berikut merupakan harga resmi sebelum potongan promo atau penawaran khusus. Perbedaan harga antara kedua model menyesuaikan spesifikasi yang ditawarkan, termasuk kamera dan kapasitas baterai. Berikut daftar harganya.
Harga Samsung Galaxy Z Fold8 di Indonesia
Kapasitas Penyimpanan | Samsung Galaxy Z Fold8 | Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra |
12 GB/256 GB | Rp28.499.000 | Rp32.499.000 |
12 GB/512 GB | Rp32.499.000 | Rp36.499.000 |
16 GB/1 TB | Rp40.499.000 | Rp44.499.000 |
Bagi konsumen yang berminat, Samsung masih membuka masa pre-order Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra hingga 13 Agustus mendatang. Selama periode tersebut, calon pembeli juga dapat memanfaatkan berbagai promo yang ditawarkan Samsung sesuai ketentuan yang berlaku. Jadi, jangan lewatkan kesempatannya, ya!





















